JAKARTA, ITN-  Hari Peduli Sampah Nasional pertama kali ditetapkan pada tahun 2005 tepat setelah terjadinya tragedi longsor sampah di TPA Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat pada tanggal 21 Februari. Insiden tersebut menjadi pemicu untuk dicanangkannya Hari Peduli Sampah Nasional. Adanya hari peringatan ini juga menjadi pemicu supaya Indonesia dapat bersih dari sampah pada tahun ini.
Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia (K3SI) dan Komunitas Indonesia Trip (KIT) bersama beberapa komunitas peduli lingkungan mendeklarasikan Gerakan Bersama Peduli Lingkungan di acara #GEBERPELINK di Taman Hijau Warna-warni Bu Sabar, Karang Tengah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020).

Hari Peduli Sampah Nasional dapat dirayakan dengan cara melakukan aksi nyata bersama seperti melakukan kegiatan kerja bakti, tidak membuang sampah sembarangan, dan lain sebagainya. Dengan adanya Hari Peduli Sampah Nasional, diharapkan kepedulian masyarakat Indonesia terhadap sampah semakin meningkat.

Hasil daur ulang sampah beberapa komunitas peduli sampah.

Bersamaan dengan HPSN, Indonesiatripnews.com bersama Komunitas Sharing Seputar Sampah Indonesia (K3SI) dan Komunitas Indonesia Trip (KIT) menggelar Gerakan Bersama Peduli Lingkungan #GEBERPELINK. Dalam kegiatan tersebut hadir berbagai komunitas, yakni Komunitas Mural GemaCling Depok, Sahabat Edukasi Lingkungan Depok, Rebricks, Forum Lingkungan Hidup dan Budaya Laskar Agung Macan Ali Nuswantara, Komunitas Plastik untuk Kebaikan (KPUK), Dompet Sampah SMK Informatika Utama Depok, Yayasan Gemilang Indonesia, Yayasan Rumah Priwit Jakarta, dan Rumah Belajar AdDin Bogor.

“Gerakan Bersama Peduli Lingkungan ini bertujuan untuk menyatukan visi misi bersama dalam menangani permasalahan sampah dan lingkungan di sekitar kita masing-masing, yang dimulai dari diri sendiri dan mengajak keluarga atau sahabat terdekat agar memulai kepedulian terhadap sampah dan lingkungan secara bersama-sama,” ujar Founder K3SI Risyanto saat membuka acara #GEBERPELINK di Taman Hijau Warna-warni Bu Sabar, Karang Tengah Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Sabtu (22/2/2020).
Aksi mengecat tembok bersama penggiat lingkungan Dwiyanto dan Corporate Branding Support Unit Head PT Propan Raya ICC, Erna Effendy.

Gerakan yang juga ditandai dengan aksi Deklarasi Gerakan Bersama Peduli Lingkungan ini juga bermaksud menyampaikan pesan bahwa permasalahan sampah dan lingkungan bukan masalah sebagian orang saja tetapi menjadi tanggungjawab bersama dan harus disinergikan bersama.

Menurut Risyanto kegiatan ini adalah stimulator di masyarakat sebagai gerakan bersama dalam kepedulian lingkungan terutama masalah sampah, serta mendukung program pemerintah yang mencanangkan Indonesia bersih Sampah 2025 dimana undang-undang juga memberikan kesempatan yang seluas-luasnya untuk ikut berpartisipasi
MC Shinta Priwit dan Aldi mengajak anak-anak di dilingkungan sekitar untuk peduli sampah.

Berbagai kegiatan #GEBERPELINK diisi dengan aksi mural (pengecatan) yang didukung oleh PT Propan Raya, pameran daur ulang sampah atau  UpCycle, sharing dari berbagai komunitas, demo pemanfaatan limbah electronik menjadi  robot oleh SMK Informatika Utama-Depok,  pembagian bibit pohon oleh Dwiyanto dukungan dari PT Asuransi Bintang, lomba posting dokumentasi di instagram dan lain sebagainya.

Pada kesempatan yang sama Aldi Prihardi Founder Komunitas Indonesia Trip (KIT) yang juga menjadi salah satu penggagas kegiatan #Gebereplink ini  berharap kedepannya gerakan bersama ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan simultan dengan apa yang diharapkan oleh pemerintah dan semua orang, yaitu Indonesia yang bersih dan ramah terhadap lingkungan disetiap sisi kota atau daerahnya.

Berbagi tanaman.

Turut mendukung kegiatan #GEBERPELINK selain PT Propan Raya, yakni PT Asuransi Bintang, PT Larisho Abadi Mandiri, Kokola, dan Satkaara PR. (sishi)