Morotai, ITN- Kabupaten Pulau Morotai adalah nama sebuah pulau sekaligus kabupaten definitif baru yang terletak di Kepulauan Maluku, Indonesia. Sebagai bagian dari provinsi Maluku Utara, Pulau Morotai merupakan salah satu pulau paling Utara di Indonesia yang diresmikan pada 19 Oktober 2008 silam hasil dari pemekaran Kabupaten Halmahera Utara.

Namun, dibalik keindahan alam yang dimiliki, Pulau Morotai juga merupakan tempat bersejarah yang mungkin belum semua orang mengetahuinya. Dimana, Pulau dengan luas 2.337,15 km² dan jumlah penduduk 74.565 jiwa (2020) tersebut menjadi tempat pertempuran antara Amerika Serikat dan Australia (Pasukan sekutu) melawan pasukan Jepang dalam misi pembebasan Filipina.

Untuk mengingat kejadian tersebut, Komunitas Jeep Willys Owners Indonesia (WOI), salah satu klub otomotif di Indonesia menggelar event bertajuk ‘D-Day of Morotai’. Sebuah event untuk mengingat betapa bersejarahnya Pulau Morotai.

D-Day of Normandi diikuti puluhan member WOI dengan Sembilan Mobil Jeep Willys dengan mengenakan kostum tentara sekutu, dan bahkan ada yang berpakaian persis mirip panglima tentara sekutu Jenderal Doughlas Mac Arthur.

Komjen Pol (Purn) Nanan Soekarna, Pembina WOI mengatakan, kami memliki obsesi untuk hadir di event D-Day of Normandy yang selalu diselenggarakan pada tanggal 16 Juni untuk memperingati penyerangan Sekutu menyerang Jerman di Normandy.

Promosikan Wisata, Komunitas Jeep Willys Owner Indonesia Kunjungi Pulau Morotai“Itu merupakan awal tujuan WOI datang di Pulau Morotai ini. Karena menurut rencana, kedatangan kami ke event ini tidak sekedar membawa nama WOI namun seluruh Bangsa Indonesia,” kata Nanan.

Namun, sebelum hadir di Normandy, WOI menyempatkan mengunjungi Pulau Morotai. Karena menurut Nanan, Pulau Morotai ini juga memiliki peristiwa yang selevel, yaitu D-Day of Morotai yang merupakan bagian dari Perang Pasifik.

“Bukan memperingati penyerangan pasukan Jendral Douglas MacArthur terhadap tentara Jepang. Namun, kami ingin memberitahukan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahkan dunia, bahwa di Morotai inilah awal dari berhentinya Perang Dunia II di Pasifik,” ungkap Nanan.

Sementara Bayuaji Yudha Prajas, Ketua Panitia D-Day of Morotai mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh peserta D-Day of Morotai dan juga para member WOI yang telah turut serta mensukseskan acara ini.

“Sangat senang bisa secara langsung mengunjungi Pulau Morotai yang memiliki sejarah panjang sebagai tempat perjanjian berakhirnya Perang Dunia II di Pasifik. Semoga dengan adanya D-Day of Morotai ini kita semua bisa mengambil intisari dari kejadian yang pernah terjadi di Pulau Morotai,” ujar Bayu.

Bayu mengatakan, “Selain untuk mengenal lebih dalam sejarah, kami juga ingin mengangkat wisata di Morotai. Wisata di sini kelas internasional, sebab ada keunikan tersendiri, ada spot wisata dan sejarahnya”.

Tempat wisata yang layak untuk dikunjungi di Pulau Morotai, mulai wisata alam,  wisata pantai, snorkeling, hingga diving. “Target kedatangan kami ke Morotai, salah satunya adalah untuk mempromosikan wisata Morotai hingga ke kanca internasional. Dengan target wisatawan, Amerika, Australia, dan Jepang,” ungkapnya.

Diharapkan, Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat saling mendukung dan berkolaborasi supaya Morotai menjadi destinasi wisata terbaik, baik itu nasional maupun internasional. (*/ap)