JAKARTA, ITN– Suasana hangat serta semangat tinggi dalam berkreativitas mewarnai Virtual Kopdar Komunitas yang digelar Kemparekraf(Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) Jumat, 28 Mei 2020 dengan beberapa komunitas.

Canda, tawa, serta bangga akan kekayaan seni dan budaya Indonesia turut hadir memenuhi ruang Virtual Kopdar Komunitas yang berlangsung selama 120 menit bersama Tiga Komunitas. Ketiga komunitas tersebut adalah Komunitas Regu Kerja Didi Petet (RKDP) dari Jakarta, Komunitas Oi dari Kutai Kartanegara dan Komunitas Pondok Kreatif Prapat dari Danau Toba.

“Komunitas merupakan bagian penting dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif. Karena itu penting untuk kita dapat terus saling mendukung terutama di masa-masa sulit pandemi COVID-19 seperti sekarang ini,” ujar Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Agustini Rahayu.

Menurut Agustini Rahayu, kegiatan “Virtual Kopdar Komunitas” dapat menjadi ruang kreatif bagi anggota komunitas, serta menjadi ruang menebar semangat untuk masyarakat pada umumnya ditengah pandemi.

Dalam kegiatan Virtual Kopdar Komunitas dapat sekaligus menggali kekuatan seni dan budaya tanah air sebagai daya tarik pariwisata dan ekonomi kreatif .
Penampilan Komunitas RKDP (Regu Kerja Didi Petet) memvisualkan lagu “Wajah Rinduku” dan “Sejenak Untuk Peduli” dalam seni pantomim menjadi pembuka yang apik dalam acara “Virtual Kopdar Komunitas”.

Selanjutnya, RKDP menghadirkan suguhan yang lebih menarik dengan memparodikan sejumlah adegan dalam film-film kenamaan. Mulai dari Warkop DKI, Dilan, Si Doel Anak Sekolahan, dan lainnya.

Dalam tiga sesi keseluruhan acara, Komunitas Oi membawakan lagu-lagu milik Iwan Fals. Menariknya, penampilan Komunitas Oi diiringi dengan magisnya bunyi dari alat musik khas Dayak yaitu Sape’ Dayak yang mengiringi lantunan lagu – lagu milik Iwan Fals mulai dari “Wakil Rakyat”, “Bongkar” serta “Bento”.
Tak kalah menarik adalah suguhan dari Komunitas Pondok Kreatif Parapat yang memainkan lagu-lagu dengan iringan khas musik Batak. Latar belakang Danau Toba benar-benar menjadikan penampilan mereka sangat indah dilihat.

Sementara Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf, Djoko Waluyo menambahkan bahwa dengan beragam penampilan yang disajikan para komunitas dalam acara Virtual Kopdar Komunitas merupakan sebagian kecil dari kekayaan khazanah seni dan budaya tanah air yang begitu besar.

“Tidak ada kekuatan sedahsyat kolaborasi. Bersama kita akan bisa terus menggali potensi yang kita miliki di masing-masing daerah,” ujar Djoko Waluyo.

Kemenparekraf/Baparekraf akan terus memotivasi komunitas dan para kreator untuk terus berkarya.
Acara “Virtual Kopdar Komunitas” dapat disaksikan ulang dalam tayangan pada laman YouTube Kemenparekraf. (*/sasha)