JAKARTA, ITN- STRAPS Indonesia berkolaborasi dengan tiga mitra bisnis, yakni Harley Davidson Club Indonesia (HDCI), Ciayo Corp, dan Wecare.id.

STRAPS Indonesia merupakan produk gelang buatan tangan (handmade), tali jam dan aksesoris terlengkap di seluruh dunia sebagai karya anak bangsa yang diperkenalkan sejak tahun 2013 lalu.

Kolaborasi STRAPS Indonesia dengan HDCI telah dimulai sejak 2015 dimana STRAPS dipercaya untuk memproduksi beberaa varian aksesoris Harley Davidson, sementara Bersama Ciayo Corp yang merupakan provider games dalam bentuk menempatkan karikatur gelang dalam games produksi Ciayo Corp dan juga channel comic.

“Sementra wecare.id bentuk kolaborasinya mendukung program SEHATI yang merupakan program penggalangan dari wecare.id dimana kami akan memberikan sebuah gelang sebagai bentuk token of appeciation bagi para penyumbang program SEHATI dari wecare.id,” ujar General Manager sekaligus Founder STRAPS Indonesia, Yanto Chou pada jumpa pers STRAPS Indonesia dan Kolaborasi dengan tiga Mitra Bisnis belum lama ini di Jakarta.

Menurut Yanto, asal usul STRAP tal lepas dari Dutemps, sebuah toko yang dikreasikan olehnya pada tahun 2011 di karenakan pengalamannya sejak 2002 bekerja di sebuah perusahaan jam yang berkembang pesat saat ini. “Para distributor jam mewah di Jakarta atau di Indonesia umumnya tidak peduliakan layanan after service dai jam-jam tersebut, salah satu utamanya, yakni tali jam dimana para distributor tersebut tidak menyediakan ready stock dari tali-tali jam pengganti,” ungkapnya.

Yanto Chou (kiri) dengan tali jam STRAPS pada jumpa pers STRAPS Indonesia dan Kolaborasi dengan tiga Mitra Bisnis di Jakarta.

Berbekal adanya peluang bisnis tersebut maka pada tahun 2011, Dutemps berdiri di Bengkel Fairground SCBD yang menawarkan tali jam tangan branded, pemutar jam dan trading jam. Seiring waktu, semakin banyak koleksi yang dimiliki Dutemps dan tidak berujung hanya pada original branded saja tetapi semua tali jam berkualitas diminta untuk diproduksi, sehingga koleksi semakin banyak, maka dari sananya tercetus sebuah konsep STRAPS.

Di tahun 2013, Yanto mengembangkan STRAPS dengan konsep kestablilan dan fengshui. “Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli fengshui, bahwa kita perlu sebuah kestabilan di manapun kita berada, termasuk pada saat kita menggunakan aksesori. Seperti pada menggunakan jam di tangan kanan atau kiri, maka perlu mem-balance atau menstabilkan dengan gelang yang memiliki unsur yang sama di tangan satunya lagi, sehingga terjadi balance,” jelas Yanto.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, “Awal STRAPS dibentuk dengan slogan ‘Design Your Watch’, dimana merupakan semua hal yang dapat mempercantik jam tangan konsumen, tanpa merusaknya, meliputi tali jam, buckle pin, gelang steel ataupun leather”.

Koleksi gelang STRAPS. (foto. evi)

“Kiprah STRAPS hingga saat ini telah diakui sebagai penyedia tali jam dan leather bracelet terlengkap yang ada di pasar Indonesia, dimana STRAPS menyediakan tali jam berbahan besi, nylon, leather, perlon, jeans, batik, stingray, phyton hingga crocodile dengan ukuran mulai dari 14mm sampai dengan 28mm,” ungkapnya.

Tak hanya tali jam, menurut Yanto STRAPS juga menghadirkan deretan koleksi gelang handmade (buatan tangan manusia) diantaranya Western Horoscope, Chinese Horoscope, Leopard Edition, Skull Edition, HDCI Edition dan bayak model lainnya yang dibuat dengan design in house.

Yanto mengatakan, “Kami melihat peluang yang masih besar di pasar aksesoris jam tangan dan gelang di Indonesia. Berkembangnya gaya hidup masyarakat moderen yang ikut menumbuhkan peluang bisnis di pasar aksesoris jam tangan dimana masyarakat tak lagi sekedar menilai bahwa sebuah jam tangan hanya sebagai alat penunjuk waktu semata tetapi telah menjadi bagian dari gaya hidup yang mencitrakan personal masing-masing pemakainya”.

“Dan aksesoris jam ini pun sedikit banyak dapat menandakan jati diri sang pemilik, yang juga dapat disesuaikan dengan occassion yang berbeda. Dengan kebutuhan tersebut maka saat ini, masyarakat moderen Indonesia pun tak hanya memiliki satu buah jam tangan saja, tetapi bahkan hingga beberapa buah yang model atau desainnya disesuaikan dengan kebutuhan,” tambahnya.

Melihat adanya perkembangan gaya hidup masyarakat moderen tersebut, Yanto optimis STRAPS dapat menjadi pilihan chic untuk segala kebutuhan aksesoris jam dan gelang konsumen Tanah Air.

“Untuk harga tali gelang dibandrol mulai Rp300 ribu – Rp2,5 juta, sedangkan tali jam mulai dari Rp280 ribu hingga Rp2,5 juta,” ujar Yanto kepada Indonesiatripnews.com belum lama ini di Jakarta.

Menurutnya di STRAPS sendiri dapat dilakukan berbagai macam personalisasi baik secara major maupun minor. Untuk major seperti kerjasama dengan Harley Davidson dengan dibuat koleksi tersendiri didesin dari scratch, ataupun minor yang dapat dilakukan kapan saja, seperti ukuran gelang yang bisa dipersonalisasi, benang tali jam yang dikarenakan jahitan tangan dapat dipersonalisasi sesuai warna kesukaan, pemendekan tali jam tangan, gelang tangan dengan warna personalisasi, ataupun yang terbaru dapat menyematkan nama atau inisial di gelang dengan mesin laser engraving yang dimiliki oleh STRAPS.

Pengunjung Lippo Mal Kemnag saat mengunjugi store STRAPS. (foto. evi)

“Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan diri dengan metode-metode personalisasi yang terbaru,” ujar Yanto.

Yanto menyatakan, bahwa di tahun 2018 slogan ‘Design Your Watch’ berubah menjadi ‘Respect Your Hand’ dimana STRAPS ingin menyebarkan awareness kepada konsumen Indonesia, STRAPS hanya menggunakan kualitas bahan terbaik yang ada di pasaran dengan Lifetime Warranty Repair.

Menurutnya “Respect Your Hand” menyebarkan virus agar jangan pantang menyerah, menginat yang perah dialami Yanto saat membuat tali bisa sampai 40 kali revisi. “Jangan gunakan tangan kamu untuk sesuatu yang buruk, tetapi gunakan tanganmu untuk yang baik,” ungkapnya.

Dengan slogan baru ini menurut Yanto, STRAPS dapat memastikan bahwa STRAPS sangat menghargai tangan yang memakai aksesoris tali jam tangan dan gelang brand STRAPS. Secara tersembunyi, slogan ini juga ditujukan untuk merangkul kaum millenials yang dipercaya akan menduduki ekonomi dunia dimana mengandung  beberapa petuah penting diantaranya pantang menyerah dan hargai apa yang ada, karena anak muda adalah sebuah penggerak dan penggagas Bangsa yang harus tahan banting dan untuk selalu menghargai tangan mereka dengan perbuatan baik.

Yanti mengatakan, “Store STRAPS telah hadir di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Surabaya, Bali, Medan, Makassar, hingga di negara tetangga yaitu Vietnam dan Malaysia. Ke depannya, STRAPS juga telah memiliki strategi bisnis untuk bekerjasama dengan pengrajin lokal di Indonesia sehingga dapat membuka lapangan pekerjaan yang tak langsung turut mengurangi penggangguran di Indonesia”.

“Selain itu juga terus membantu menyumbang ke badan amal lainnya yang menjadi salah satu komitmen untuk berkontribusi nyata kepada lingkungan sekitar,” tutupnya. (evi)