JAKARTA, ITN- Di masa pandemi yang kini mulai melonjak cukup tajam di beberapa daerah, masyarakat diimbau untuk kembali berdiam diri di rumah guna
menerapkan social distancing. Hal ini membuat beberapa masyarakat tergerak untuk melakukan sesuatu yang kreatif di rumah, salah satunya mendekorasi ulang rumah.

Tren mendekorasi kamar atau rumah cukup marak dilakukan oleh masyarakat Indonesia dalam beberapa waktu terakhir ini, mulai dari tipe dekorasi modern, minimalis, hingga yang terkesan menyatu dengan alam, dengan banyaknya tanaman yang diletakkan di luar
maupun di dalam ruangan, serta penggunaan barang-barang yang juga terkesan alami.

Penggunaan kerajinan bambu kini mulai digemari sebagai salah satu bahan dekorasi rumah. Kerajinan bambu banyak menarik perhatian karena memiliki berbagai keunggulan seperti ringan, mudah dirawat, dan dapat berfungsi selayaknya produk dari bahan dasar kayu namun ramah lingkungan. Selain itu, kreativitas pengrajin bambu juga semakin meningkat, kini kerajinan bambu semakin beragam bentuknya dan memiliki gaya serta keanggunannya sendiri. Berikut beberapa tips untuk mendekorasi rumah dengan menggunakan kerajinan dari bambu.

1. Penggunaan partisi bambu sebagai pembatas ruangan

Rumah saat ini bukan hanya sekedar menjadi tempat tinggal, tetapi berubah menjadi kantor, gym, atau bahkan tempat bermain bagi anak selama masa pandemi ini yang kembali mengharuskan masyarakat berkegiatan di dalam rumah saja. Hal ini membuat kebanyakan orang mulai mendekorasi ulang rumahnya untuk menyesuaikan kebutuhan fungsi rumahnya. Sejak bertambahnya fungsi rumah selama masa pandemi Covid-19, tentu dibutuhkan juga ruang tambahan untuk melakukan aktivitas pribadi dan keluarga.

Tanpa biaya dan usaha yang besar, memiliki space baru dapat dibuat dengan menggunakan partisi bambu untuk menjadi batas atau ruang tertentu di rumah. Selain tidak butuh biaya yang besar, partisi bambu juga dapat menambah nilai estetika rumah.

2. Pemasangan hiasan bambu untuk memberi kesan asri

Menambahkan hiasan dari bambu dapat menambah kesan asri seperti yang biasa dilihat ketika sedang liburan di daerah-daerah di Indonesia. Selain mempercantik rumah, menggunakan hiasan dari bambu juga dapat membantu pengrajin lokal dengan membeli karya-karya buatan tangan mereka, sekaligus membantu menggerakkan perekonomian nasional.

Kerajinan bambu selama ini dipandang sebelah mata karena biasanya dibuat dengan
tergesa-gesa dan berkualitas rendah. Mayoritas dari masyarakat beranggapan bahwa kerajinan bambu berusia singkat, bahkan hanya sekali pakai. Berangkat dari hal ini, Studio Dapur hadir sebagai wirausaha sosial yang bekerja sama dengan pengrajin bambu di Desa Padakembang, Tasikmalaya. Kerjasama ini dibentuk salah satunya untuk memotong siklus dengan berkolaborasi dengan pengrajin dalam memproduksi kerajinan bambu menjadi barang yang berkualitas tinggi yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi, sehingga para pengrajin mendapatkan penghasilan yang layak dan meningkatkan kualitas hidup para pengrajin.

3. Pemakaian alat-alat makan dari bambu

Tidak hanya digunakan untuk mempercantik dekorasi di ruang makan, pemakaian alat makan dari bambu merupakan salah satu bagian dalam kampanye mengurangi penggunaan plastik.

Kampanye menggunakan peralatan makan dari bambu yang sedang ramai digalakkan kini juga diikuti oleh Bank DBS Indonesia dan Studio Dapur yang berkolaborasi dengan menghasilkan produk bambu artisanal yang berkualitas tinggi melalui program “Pay It Forward”. Melalui program ini, masyarakat diajak untuk ikut berkontribusi membantu para pengrajin bambu. Pembelian produk Studio Dapur minimum Rp500.000 menggunakan kode voucher “StudioDapurDBS5” akan mendapatkan diskon sebesar 5%, di mana 5% dari keuntungan akan disumbangkan kepada para pengrajin bambu. Kemudian pembelian Rp1.000.000 dengan kode voucher “StudioDapurDBS10” akan mendapatkan diskon 10%, di mana 10% dari keuntungan juga akan disumbangkan kepada para pengrajin bambu.

Seluruh dana bantuan yang terkumpul akan dialokasikan untuk membangun koperasi bagi pengrajin lokal yang memungkinkan mereka untuk berkembang menjadi pengrajin profesional secara tim atau pun keluarga. Selain itu, program ini turut membangun sistem dan peralatan produksi yang efisien dan berskala lebih tinggi. Selanjutnya dapat memberikan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan finansial dan kreatif. Terakhir, memberikan dukungan finansial bagi anggota koperasi dalam upaya memenuhi kebutuhan dasar mereka: kesehatan, pendidikan, dan gizi.

Studio Dapur sebagai salah satu wirausaha sosial binaan Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation, telah berhasil mendapatkan hadiah Social Impact Prize sebesar 10.000 dolar Singapura melalui program “DBS Foundation Social Impact Prize” tahun 2020, setelah sebelumnya menjadi salah satu finalis dari “DBS Foundation Social Enterprise Grant Programme 2019”. Studio Dapur terpilih berkat solusi bisnis yang dinilai berkelanjutan, terukur, dan kreatif, serta dapat membantu menjadikan kota masa depan lebih sehat, lebih hijau, dan lebih terbuka.

Tidak hanya dana hibah, Bank DBS Indonesia melalui DBS Foundation juga mendukung tumbuh kembang Studio Dapur dengan mengikutsertakan Studio Dapur dalam berbagai program mentoring dan pelatihan. Mulai dari menemukan solusi atas permasalahan bisnis bersama karyawan DBS melalui program “SE Done in A Day” dan “SE-Cangkir KOPI”, mendiskusikan perkembangan bisnis dengan wirausaha sosial lainnya melalui program “SE local gathering”, hingga mempromosikan produk pada Bank DBS Indonesia seperti “DBS Indonesia Learning Week and Staff Expo Online Bazaar”.

Selaku Executive Director, Head of Group Strategic Marketing & Communications PT Bank DBS Indonesia, Mona Monika mengatakan melalui DBS Foundation pihaknya berkomitmen untuk tetap menghubungkan masyarakat dengan wirausaha sosial yang hadir sebagai pemecah masalah sosial dan lingkungan guna ciptakan dampat positif pada suatu bidang usaha.

“Bank DBS Indonesia senantiasa mendukung tumbuh kembang wirausaha sosial di Indonesia melalui berbagai kegiatan dan program dukungan, dimulai dari sesi mentoring hingga dana hibah. Kami juga mengajak masyarakat untuk ikut serta berpartisipasi dalam mendukung kesuksesan para wirausaha sosial, termasuk di antaranya Studio Dapur,” ujar Mona Monika.

Adapun Mega Puspita sebagai Co-Founder Studio Dapur menjelaskan mengenai tren dekorasi rumah dengan kerajinan bambu dapat membawa dampak positif terhadap pengrajin bambu di Indonesia, sebab material bambu yang dipilih oleh Studio Dapur merupakan salah satu material unggulan dalam penerapan eco sociopreneur, yaitu kewirausahaan sosial yang berpotensi menciptakan dampak sosial yang positif, terukur dan
berkesinambungan.

Dalam mempertahankan kualitas anyaman bambu yang baik, Studio Dapur senantiasa memberikan pelatihan dan workshop kepada nilai dan masyarakat sekitar. Sebagai wirausaha sosial, Studio Dapur menyalurkan 10% keuntungan perusahaan yang diakumulasikan untuk memberikan dukungan finansial, peningkatan kualitas hidup, penelitian dan pengembangan, serta peningkatan produktivitas para pengrajin bambu.

“Dengan adanya kerja sama dengan Bank DBS Indonesia, kami percaya akan lebih banyak lagi masyarakat yang ikut berpartisipasi dan berdonasi dalam upaya kami untuk meningkatkan kesejahteraan bagi para pengrajin bambu di Tasikmalaya,” ujar Mega.

Sebagai bank yang digerakkan oleh tujuan yang berkesinambungan, hal ini merupakan DNA dari Bank DBS Indonesia. Oleh karena itu, Bank DBS terus berinovasi untuk menjadi bank yang mengedepankan keseimbangan antara ekonomi, sosial serta lingkungan (Economy, Social, Governance-ESG). Upaya tersebut dilakukan Bank DBS Indonesia atas kesadaran akan perannya sebagai lembaga keuangan yang menjalankan bisnis yang berkelanjutan bagi generasi masa depan dan lingkungan hidup. Hal tersebut juga diimplementasikan melalui layanan perbankan yang terdepan dan terpercaya, serta dikurasi sesuai dengan kebutuhan nasabah yang seiring dengan perkembangan teknologi.

Bank DBS Indonesia juga menginisiasi gerakan “Towards Zero Food Waste” dalam kampanye #MakanTanpaSisa guna mengedukasi serta meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi dan mengelola sampah makanan. Melalui upaya tersebut, Bank DBS Indonesia berharap dapat menciptakan dunia yang lebih baik.