BALI, ITN- Menikmati destinasi wisata Bali di hari kedua Jumat (27/11/2020) dimulai dari Hotel Sthala Ubud Bali. Hotel yang memadukan eksotisme tradisional Bali dan moderen di tengah alam pegunungan dan aliran sungai yang asri ini memberikan aktivitas Yoga di pagi hari sebelum beraktivitas.https://indonesiatripnews.com/perjalanan-wisata/geliat-bali-membangun-pariwisata-menyambut-liburan-akhir-tahun/

Dengan dipandu instruktur Yoga, indonesiatripnews.com mengikuti aktivitas Yoga tersebut selama kurang lebih satu jam. Dilanjutkan dengan sarapan pagi.

Aktivitas Yoga di Hotel Sthala Ubud Bali (foto. Sishi)

Tepat pukul 09.00 WITA peserta famtrip berkemas untuk explore wisata. Dimulai dengan mengeksplore Hidden Canyon Trakking di pedesaan Guwang, Gianyar, Bali. Dimana trekking mulai digemari wisatawan domestik sebagai salah satu alternatif wisata di tengah pandemi Covid-19.

Hidden Canyon Beji Guwang merupakan ngarai cantik yang menyuguhkan keindahan tersembunyi dari sungai yang berpadu dengan keasrian alam pedesaan. Di Hidden Canyon Trakking, wisatawan  wajib manggunakan jasa pemandu local guide.

“Obyek wisata ini sebelum pandemi Covid-19 dikenakan biaya Rp200 ribu per orang dan buka pukul 09.00 -17.00 WITA. Namun ketika pandemi Covid-19 pengunjung hanya dikenakan biaya Rp75 ribu dan bukanya pukul 10.00 – 16.00 WITA,” ujar pemandu wisata, Wayan yang mengatakan sempat enam bulan destinasi wisata ini tutup karena pandemi.

Menurutnya Hidden Canyon lagi pasang sehingga airnya agak kotor, biasanya airnya jernih. Selesai menikmati wisata alam Hidden Canyon Trakking, tujuan berikutnya adalah D’ tukad River Club.

Terletak tepat di sebelah Air Terjun Blangsinga, D’tukad River club sangat cocok untuk para wisatawan yang ingin mencari suasana santai dan keramahan khas Bali. Terdapat kolam renang yang menghadap air tejun dan sungai yang lagnsung menghadap lembah.serta air terjun yang manambah kesejukan suasana. Untuk menguji adrenalin sekaligus mendapatkan foto ‘cantik’ wisatawan dapat mencoba berayun di bibir lembah.

D’tukad River club serta lounge menawarkan pilihan hidangan Asia dan Barat. untuk harga hidangan mulai dari Rp50 ribu – Rp200 ribu. D’tukad River Club juga mengadakan Waterfall Party yang diadakan setiap hari Sabtu mulai pukul 16.00 WITA, kegiatan Waterfall Party pun dibatasi yaitu anak dibawah usia 12 tahun tidak boleh masuk ke D’tukad River Club.

Jika menuju paling atas ada sebuah restoran dengan pemandangan yang menakjubkan, sedangkan dibagian bawah wisatawan dapat menikmati kesejukan air terjun Blasinga. Tak perlu khawatir untuk menuju air terjun tersebut, karena akses menuju air terjun tersebut sudah diaspal walah sedikit melelahkan mengingat banyak anak tangga yang harus dilewati.

Waktupun terus berjalan, tujuan perjalanan terakhir di hari kedua ini adalah Mongkey Forest dan Puri Saren, namun karena cuaca tidak mendukung, Serayu Pot & Terracota menjadi tempat persinggahan berikutnya.

Serayu Pot & Terracota yang terletak di Jalan Gn Sari, Peliatan, Ubud, Bali ini merupakan sebuah warung bernama “Serayu” yang menjajakan berbagai macam pot dari gerabah yang dilukis warna-warni. Berbagai pot gerabah yang ditata sedemikian rupa dengan perpaduan warna yang menarik di mata membuat para wisatawan berdatangan dan mengabadikan momen perjalanan mereka dengan latar belakang tumpukan pot tersebut. Selain menjadi tempat yang instagramable, di tempat ini kami belajar mewarnai sebuah pot. Taraaaa….inilah hasil mewarnai pot-pot kami!. (bersambung-Sishi)