BALI, ITN- Hari ini Kamis (26/11/20) adalah hari pertama Indonesiatripnews.com berkesempatan untuk mengikuti Kegiatan Perjalanan Wisata Famtrip “Perjalanan Wisata Pengenalan untuk Pembuat Opini Pasar Malaysia, Brunei, dan Thailand”.

Kegiatan yang digelar Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan berlangsung empat hari (26-29 November 2020) ini bertujuan untuk meningkatkan awareness akan detinasi wisata dan ekonomi kreatif di Indonesia, terutama Bali dan Labuan Bajo yang telah siap untuk dikunjungi kembali. Apalagi Bali merupakan destinasi wisata yang telah siap menerapkan protokol kebersihan, kesehatan, keamanan, dan kelestarian lingkungan (Cleanliness–Health– Safety–Environment).

Garuda Indonesia menjadi sarana transportasi untuk sampai di kota yang mendapatkan julukan Pulau Dewata ini. Perjalanan di tengah era new normal pandemi Covid-19 tentu saja harus tetap melakukan protokol kesehatan 3M, yakni mencuci tangan, menjaga jarak, dan memakai masker.  Selain itu pengunjung diwajibkan membawa surat keterangan hasil swab/rapid test yang sudah di validasi di Bandara.

Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam indonesiatripnews.com bersama 9 peserta lainnya tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai pukul 13.00 WITA untuk selanjutnya makan siang di Makan Place yang terletak di Jalan Padma No 1 Legian, Bali.

Makan siang di tempat ini tempatnya bagus banget, selain makanannya yang bervariasi western dan asian food, pelayanan dan pelayannya pun sangat ramah. Tempatnya yang strategis dekat dengan Pantai Legian membuat suasana mejadi nyaman dan cocok untuk bersantai. Harga yang ditawarkan di Makan Place berkisar antara Rp50.000 hingga Rp200.000.

Makan Place

Makan siang yang memanjakan perut selesai, kami melanjutkan perjalanan menuju The Westin Resort, Nusa Dua Bali, untuk berjumpa dengan Direktur Pengembangan Pasar Wisata China dan Asia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Vincent Jemadu. “Sebagaimana kita ketahui Covid-19 telah berdampak kepada sektor pariwisata, dan lebih parah lagi kepada destinasi-destinasi yang menjadi andalannya pariwisata, seperti Bali. Pertumbuhan ekonomi di Bali sudah pada titik nadi. Ini menjadi dampak terparah dari krisis lainnya yang pernah kami alami,” ujar Vincent.

“Dan kita lihat dampak kepada tenaga kerja juga sangat luar biasa, selama delapan bulan karyawan yang bekerja di sektor pariwisata di rumahkan bahkan di PHK, tentu ini sangat memengaruhi urat nadi perekonomian di Bali dan destinasi pariwisata Indonesia lainnya,” tuturnya.

Pertanyaan indonesiatripnews.com kepada Vincent Jemadu, “Lalu apa yang dilakukan Kemenparekraf untuk bisa kembali menggairahkan ekonomi khususnya sektor pariwisata menjelang akhir tahun ini?” Vincent menjelasakan,  Kemenparekraf sejak bulan Juni 2020 sudah melakukan pendekatan mulai dari di Jakarta dan beberapa destinasi di Indonesia, tetapi khusus untuk Bali, kami dari Deputi khususnya pemasaran bidang domestik melakukan kerjasama dengan beberapa OTA, seperti Traveloka, Aladin, Blibli, dan juga dengan OTA lain untuk menjual paket-paket akhir tahun dengan memberikan diskon-diskon yang menarik, sehingga wisatawan itu benar-benar terangsang untuk datang ke Indonesia, Bali maupun destinasi lainnya”.

Direktur Pengembangan Pasar Wisata China dan Asia Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI, Vincent Jemadu.

“Kita fokus ke Bali karena Bali paling terdampak, disamping kerjasama dengan travel online agent (OTA). Belum lama baru saja kerjasama dengan Big Promo untuk memberikan diskon hingga Rp400 ribu untuk akomodasi, untuk pembelian sovenir (kreatif lokal). Juga diskon hingga Rp200 ribu untuk makan di restoran, berlaku hingga akhir Desember 2020. Ada sekitar 40.000 voucher disiapkan untuk menggerakan perekonomian nasional, khususnya di Bali,” ujarnya.

Vincent menambahkan, “Kedepannya, di bulan Januari 2021 kami akan mengeluarkan program stimulus  yang secara nasional dan secara masif. Sebagai kick off nya kami dari Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf berusaha mencoba Big Promo dulu. Kita tes dulu animo masyarakat seperti apa, dan ternyata sudah 30.000 voucer sudah di beli masyarakat untuk liburan di bulan Desember ini”.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir Putu Astawa

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Ir Putu Astawa  yang mendampingi Vincent, mengatakan, Bali sangat tergantung pada sektor pariwisata. Covid-19 sangat berdampak pada pariwisata di Bali. Perekonomian di Bali mengalami kontraksi minus 11 persen. Tenaga kerja di sektor pariwisata ada 73.000 yang PHK

Pemerintah Provinsi Bali melakukan upaya membangkitkan kembali pariwisata Bali dengan memberikan sertifikasi CHSE secara gratis.

Di provinsi Bali sudah ada 200 hotel bintang tiga, empat dan lima serta 800 industri pariwisata yang sudah memperoleh sertifikasi dengan menerapkan protokol kesehatan atau CHSE.

“Kita ingin mencepat Covid-19 dengan menekan penularan, disiplinkan masyarakat termasuk denda bagi masyarakat yang tidak menjalankan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Bincang-bincang dengan Vincent Jemadu  dan Putu Asatawa pun selesai, Hotel Sthala Ubud Bali yang berlokasi di Jalan  AA Gede Rai, Ubud menjadi tempat menginap indonesiatripnews.com di hari pertama. Terletak sekitar delapan kilometer dari pusat keramaian Ubud. Sthala Ubud Bali merupakan salah satu destinasi menginap yang mewah dan strategis karena dengan dekat berbagai gerai kuliner, kesenian, dan museum tanpa menghilangkan kesan tenang dan asri.

Pemandangan dari balcon Hotel Sthala Ubud Bali yang berlokasi di Jalan  AA Gede Rai, Ubud. (foto. sishi)

Hotel yang nyaman ini menawarkan tempat bermalam dengan desain menggunakan warna-warni natural memadukan eksotisme tradisional Bali dan moderen di tengah alam pegunungan dan aliran sungai yang asri.

Hotel yang sangat memanjakan mata ini menawarkan 117 kamar dengan empat tipe kamar, yakni Deluxe Room, Deluxe Pool View, Deluxe River View, dan Jungle Suite Room, sangat cocok untuk liburan keluarga. Kamar hotel juga memiliki ruang tamu yang luas dan terdapat balcon yang sebagian menampilkan pemandangan Sungai Wos dan sekitarnya yang menawan.

Fasilitas yang ditawarkan sangat lengkap dan berstandar internasional, diantaranya ada Sungai Restoran dengan hidangan Asia yang lezat. Lalu ada Panorama Pool, dan Sundeck Lounge. Hotel ini juga dilengkapi dengan fasilitas fitnes hingga spa berkelas internasional.  Tak hanya itu kehadiran para staf yang profesional dan ramah membuat hotel ini tampak profesional dan tamu hotel dijamin nyaman selama menginap. Harga kamar per malam yang ditawarkan mulai dari Rp900 ribu hingga Rp2 jutaan.

Dari pantauan yang terlihat indonesiatripnews.com, hotel ini cocok bagi yang melakukan perjalanan bisnis atau yang sedang mencari destinasi untuk merayakan berbagai momen spesial, seperti pesta pernikahan, dll.  (Bersambung- Sishi)