JAKARTA, ITN- JIKA menyebut nama Wakatobi yang terbayang di benak masyarakat, yakni keindahan bawah lautnya yang sangat indah. Namun bukan saja keindahan daya tarik wisata alam bawah lautnya, tapi juga sajian kulinernya seperti yang di hadirkan pada acara Promosi Kuliner Wakatobi Lewat Demo dan Lomba Masak Kuliner Wakatobi di Gedung Sapta Pesona, Kementerian Pariwsata (Kemenpar), Rabu (29/3/17).

Pada kegiatan tersebut SMK Paskita Global, SMK Paramitha, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Trisakti, dan STP Sahid Jakarta mengikuti Lomba Masak Kuliner Wakatobi untuk memperebutkan juara 1,2, dan 3 melalui penjurian dengan tim juri terdiri dari chef Marco Lim, Eddrian Tjihia, dan Sisca Soewitomo.

Kemenpar Promosikan Makanan Khas Wakatobi
Salah satu juri Lomba Kuliner Wakatobi, Sisca Soewitomo. Foto. evi

“Masakan yang dilombakan dari Wakatobi, selain mudah dalam pencarian bahannya diharapkan dapat membantu mempromosikan agar lebih dikenal wisatawan baik dalam dan luar negeri,” ujar Sisca Soewitomo kepada IndonesiaTripNews.com.

Makanan yang dilombakan yakni Parende, Kasoami, dan Karasi. Nama menu itu memang kurang akrab di telinga. Parende dan Karasi hanya disajikan di acara-acara khusus, atau di akhir pekan kala keluarga berkumpul bersama.

Parende, sejenis sop ikan laut yang bercita rasa asin, asam, pedas, dan gurih. Bahan yang dipilih bisa ikan laut jenis apa saja yang dipotong-potong lalu dicampurkan garam dan air jeruk agar tidak amis.

Untuk bumbu-bumbunya, yang digunakan antara lain cabe, bawang merah, serai, kemangi, jeruk nipis, kunyit, tomat, dan garam. Cara memasaknya pun sederhana, dengan mendidihkan bumbu-bumbu lalu masukkan ikan yang sebelumnya sudah dicampur dengan garam dan air jeruk. Setelah ikan setengah matang, masukkan potongan tomat, cabe, kemangi, dan jeruk nipis.

Parende ini enak disantap panas-panas karena akan terasa lebih segar dan menghangatkan perut. Di Wakatobi Parende ini dinikmati dengan Kasoami. Apakah Kasoami itu?. Kasoami merupakan makanan pokok tradisional yang paling populer di Wakatobi, Sulawesi tenggara. Terbuat dari ubi jalar dan bentuknya beragam. Ada yang kerucut, ada juga yang gepeng.

Kemenpar Promosikan Makanan Khas Wakatobi
Parende dengan Kasoami yang dimodif berbentuk kotak. Foto. evi

Kasoami ibarat nasi bagi masyarakat Wakatobi. Saat IndonesiaTripNews.com pernah berkunjung ke Wakatobi melihat masyarakat Wakatobi jarang makan nasi, mereka lebih suka meyantap Kasoami.

Kasoami berupa singkong yang diparut/digiling dan disaring sehingga tinggallah ampasnya. Ampasnya ini pun masih lagi diperas dengan cara dipukul pukul hingga tidak ada airnya lalu dibentuk menjadi segitiga dengan menggunakan cetakan yang terbuat dari daun kelapa yang sudah kering dan dikukus.

Ada satu lagi jenis Kasoami berbentuk oval/persegi panjang yang dilumuri dengan minyak dan terdapat bawang goreng yang dinamakan Kasoami Pepe. Makanan ini dapat dibeli di hampir semua pelosok Wakatobi dengan kisaran harga Rp3.000-Rp5.000.

Kondisi tanah di Wakatobi yang berupa batu karanglah yang menyulitkan penduduk menanam beras sehingga mengalihkan mereka untuk mencari pengganti nasi. Tetapi ini justru membawa berkah karena Kasoami dikatakan dapat bertahan lama hingga satu minggu sehingga sangat cocok  dijadikan bekal untuk para masyarakat yang pergi melaut.

Proses memasaknya kira-kira 30 menit, sedangkanya penyajianya sangat cocok dinikmati  dalam keadaan panas-panas dan dihidangkan  dengan  ikan bakar, ikan parende, atau kerang-kerangan.

Kemenpar Promosikan Makanan Khas Wakatobi
Karasi, dapat dijadikan sebagai teman minum kopi atau teh. Foto. evi

Menu ketiga yang dilombakan selain Parende dan Kasoami, yakni Karasi. Menu ini merupakan makanan cemilan, yang bahan dasarnya dari tepung beras lalu dibikin adonan dan dicetak kemudian di goreng. Cara penyajianya,  sangat enak dinikmati sambil minum kopi  atau teh panas.

Selain Parende, Kasoami, dan Karasi, Wakatobi juga memiliki kuliner lainnya yang menggoda lidah, seperti Kukure (landak laut dikukus tanpa bumbu) yang cara pengolahannya seluruh isi atau daging landak laut dikumpulkan dalam cangkang yang telah dibersihkan kemudian dikukus ataupun dibakar dengan api kecil.

Lalu ada menu Kosea No-kaudafa atau sayur daun kelor, sambal dabu-dabu, dan kentanidole (nuggete ikan). (evi)