JAKARTA, ITN- Festival Bahari Raja Ampat kembali hadir pada 20-21 November 2020. Namun, dikarenakan situasi pandemi Covid-19, kegiatan pariwisata ini dilakukan secara virtual. Sesuai dengan program yang telah dibuat, festival ini masuk ke dalam kalender event dari Raja Ampat.

Yusdi Lamatenggo, Kepala Dinas Pariwisata Raja Ampat, mengatakan, pandemi Covid-19 membuat festival bahari ini hanya dapat digelar secara virtual. Meski demikian, penyelenggaraan acara ini tetap dipusatkan di kota Waisai, Kabupaten Raja Ampat, dengan menerapkan protokol kesehatan yang berlaku.

“Setiap tahunnya, kami selalu mencoba sesuatu yang berbeda dan kebetulan tahun ini dunia, termasuk Indonesia sedang mengalami pandemi, maka kami gelar secara virtual. Jadi, masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi ke sini karena acara ini dapat disaksikan di mana saja secara virtual,” ungkap Yusdi saat konferensi pers secara virtual.

Acara ini menurutnya memiliki tujuan utama untuk membantu mempromosikan pariwisata Raja Ampat yang sempat vakum selama pandemi Covid-19. Raja Ampat yang mengandalkan industri pariwisata merasakan dampak yang sangat signifikan dengan adanya pandemi ini. Bahkan, menurutnya, sejak Maret 2020 banyak usaha pariwisata yang terhenti dan membuat lesu perekonomian di sana.

“Acara ini juga sebagai salah satu cara untuk mengobati rasa rindu masyarakat terhadap pariwisata di Raja Ampat. Saat ini, kita semua berdoa agar pandemi ini segera berakhir dan pariwisata kembali menggeliat,” ungkapnya.

Beragam promosi virtual telah disiapkan Dispar Raja Ampat untuk memeriahkan Festival Bahari ini. Di sini, pihaknya telah menyiapkan berbagai program yang di dalamnya terdapat empat kluster berbeda untuk diangkat dan dipromosikan kepada khalayak luas.

Kluster pertama berisikan promosi untuk 10 daya tarik wisata di Raja Ampat yang terdiri dari wisata alam, wisata laut, dan juga pesona geowisata. Masyarakat dapat menikmati pesona obyek wisata di Raja Ampat melalui video yang telah dikemas secara menarik.

Kluster kedua akan diisi oleh dua macam kuliner khas masyarakat Raja Ampat. Beragam makanan olahan sagu akan ditampilkan dalam festival ini dengan cita rasa pedas dan juga manis di dalamnya.

Yusdi mengatakan, “Makanan favorit di sini itu terbuat dari sagu, misalnya saja papeda dengan kuah ikan di dalamnya. Makanan ini akan ditampilkan dengan format berbeda karena langsung dibuat oleh mama dari Raja Ampat”.

Kluster ketiga diisi dari sisi budaya dengan menampilkan berbagai macam tarian di dalamnya. Terdapat 10 sanggar tari yang akan tampil dalam acara tersebut, mulai dari tarian anak-anak hingga tarian dewasa. Sementara, kluster keempat berupa handicraft atau kerajinan tangan khas masyarakat Raja Ampat.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Hasil handicraft yang akan ditampilkan berupa anyaman tas, pernak-pernik dari bahan yang tidak terpakai, dan ada juga perhiasan yang dibuat dari cangkang hewan laut kecil yang sudah tidak terpakai, seperti kerang dan lainnya”.

Festival Bahari Raja Ampat didukung penuh oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Papua Barat, pemerintah daerah, Telkom Indonesia, dan juga PLN. Untuk menyaksikan acara ini, masyarakat dapat mengakses beberapa kanal yang telah disediakan pihak penyelenggara, berupa Zoom, YouTube, Facebook, dan juga Instagram. Acara ini akan tayang setiap harinya sejak pukul 11.00 hingga 19.00 WIT.

“Selama dua hari ini kami akan terus menyampaikan konten-konten terbaik yang sudah kami siapkan, mulai dari promosi di setiap kluster hingga memberikan informasi terkait apa saja yang telah kita lakukan untuk membangkitkan pariwisata Raja Ampat selama pandemi. Semoga teman-teman pelaku usaha di sini akan merasakan semangat yang sama dan terus survive di kondisi saat ini,” tutur Yusdi. (*/sasha)