JAKARTA, ITN- Sektor pariwisata merupakan sektor yang paling berdampak saat pandemi Covid-19. Saat ini wisatawan mancanegara berlum berdatangan. Di era adaptasi kebiasaan baru atau new normal seperti saat ini, destinasi wisata di Tanah Air butuh promosi dan harus terus dipromosikan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ni Wayan Giri Adnyani dalam sambutannya di acara diskusi bertajuk “Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal” di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

“Tentu promotion content-nya berbeda dibanding era sebelum Covid-19. Saat ini harus disesuaikan dengan new normal. Mengapa destinasi wisata Indonesia  harus terus dipromosikan?,” ungkap Giri.

Menurutnya, supaya informasi mengenai daya tarik destinasi-destinasi tersebut tetap diketahui publik baik di dalam maupun luar negeri dan tidak tenggelam dengan promosi pariwisata yang gencar dilakukan sejumlah negara lain.

Sekretaris Kementerian Pariwisata & Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Ni Wayan Giri Adnyani dalam sambutannya di acara diskusi bertajuk “Jurnalisme Pariwisata di Era New Normal” di Hotel Millennium, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020). Foto. evi

“Karena negara-negara pesaing pariwisata kita, mereka tetap melakukan promosi di era new normal ini,” ungkap Giri yang sekaligus membuka secara resmi diskusi perdana yang digelar Biro Komunikasi/Humas Kemenparekraf dan dihadiri 41 pewarta, termasuk Indonesiatripnews.com.

Lebih lanjut, Giri imenyampaikan terima kasih atas dukungan yang selama ini diberikan media, khususnya Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) sebagai salah satu unsur dalam pentahelix untuk berkolaborasi dengan pemerintah.

“Kemenparekraf/Baparekraf sudah mengeluarkan panduan kesehatan berbasis CHSE. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas dukungan media selama ini dan tentunya berharap dukungan ini dapat terus berlanjut ke depan. Tentunya tanpa mengurangi peran media menjalankan fungsinya sebagai alat kontrol sosial,” kata Ni Wayan Giri Adnyani.

Sementara pada kesempatan yang sama Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu dalam sambutannya mengatakan, ruang gerak masyarakat yang terbatas akibat pandemi Covid-19 memberikan tantangan besar bagi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam memberikan pelayanan dan penyampaian informasi terhadap publik. Sehingga diperlukan penyesuaian pola ataupun medium komunikasi agar informasi dan layanan publik tetap berjalan dengan baik.

“Saya apes setelah dilantik jadi Kabiro langsung dihantam pandemi Covid-19, bikin sulit bertemu langsung dengan para pewarta. Tapi kendati begitu publikasi dan promosi kegiatan Kemenparekraf tetap berjalan sesuai era new normal,” ujarnya.

Menurut Ayu saapan akrab Agustini Rahayu, Biro Komunikasi sebagai satuan kerja di Kemenparekraf/Baparekraf selalu berupaya memberikan pelayanan publik yang prima bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang kepariwisataan dan ekonomi kreatif. Termasuk dalam situasi pandemi Covid-19 yang membuat pergerakan masyarakat jadi terbatas.

Kepala Biro Komunikasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Agustini Rahayu.

“Karenanya kami menyikapi dengan melakukan penyesuaian pola komunikasi terhadap masyarakat dan tidak terkecuali media sebagai salah satu mitra penting Biro Komunikasi dalam menyampaikan kebijakan dan program kementerian dalam upaya membangkitkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ungkapnya.

Di saat awal terjadinya krisis akibat pandemi Covid-19, menurut Ayu pihaknya dengan segera memaksimalkan fungsi crisis center untuk memberikan informasi bagi seluruh pemangku kepentingan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Termasuk membentuk satuan tugas (task force) sebagai jembatan komunikasi bagi media untuk mendapatkan informasi tentang program ataupun kebijakan yang dijalankan Kemenparekraf/Baparekraf. Juga memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dengan menghadirkan chatbot yang dapat memberikan layanan informasi dan pengaduan publik selama 24 jam dan terintegrasi dengan sistem lain yang ada di biro komunikasi.

“Sehingga memudahkan masyarakat untuk permohonan informasi dan memudahkan biro komunikasi untuk menyampaikan informasi ke masyarakat,” kata Ayu.

Ayu menegaskan pentingnya peran media dalam membantu menyebarluaskan informasi dan pemahaman tentang tantangan yang harus dihadapi bersama seluruh pemangku kepentingan di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Karenanya ia membuka jalinan kerja sama dengan media untuk bersama meningkatkan kembali sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kemenparekraf/Baparekraf, Prabu Revolusi.

“Kita perlu meyakinkan konsumen, gaining confidence. Mengembalikan kepercayaan pasar atau masyarakat luas, kepercayaan wisatawan, itu paling penting untuk terjadi sekarang ini,” tambah Ayu.

Hal senada dikatakan Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kemenparekraf/Baparekraf, Prabu Revolusi. Menurutnya, saat ini terdapat dua tantangan yang dihadapi media, yakni era media baru dan new normal.

Desakan teknologi digital memberikan dorongan perubahan pada konsep ruang berita yang lebih tech savvy dan inklusif. Sementara new normal akibat pandemi Covid-19 memaksa terjadinya disrupsi jurnalistik lebih cepat.

“Ruang kolaborasi yang lebih kuat inilah yang nantinya akan kita terus bangun dengan media sehingga perspektif publik terhadap policy (kebijakan) pemerintah jadi semakin terbuka,” ujar Prabu. (evi)