JAKARTA, ITN – Memasuki Restoran Kembang Goeyang yang berada di Sarinah Thamrin, tepatnya di Ground Flour tampak terlihat nuansa Peranakan Indonesia.
Karakter Kembang Goeyang juga terlihat dari interiornya, membuat pengunjung dapat merasakan suasana yang ringan dan playful, dengan warna putih dan biru sebagai warna utama yang dipadukan dengan aksen merah muda, hijau, dan kuning.
Berbagai detail seperti piring, sumpit, buku menu, hingga elemen di meja makan turut memperkuat identitas restoran. Pengunjung dapat memilih area indoor maupun teras, dengan pilihan suasana untuk menikmati dinamika kawasan Sarinah dan Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Sajian Nasi Ungu Komplit menjadi menu utama yang disajikan saat Indonesiatripnews.com berkesempatan menghadiri undangan “Media Lunch Celebrating the Opening of Kembang Goeyang and the rich flavours of Peranakan Cuisine” di Kembang Goeyang Sarinah Thamrin, Jakata Pusat, Kamis (20/8/2026).
Menu Nasi Ungu Komplit yang masuk dalam kategori pilihan “Makanan Oetama” ini tediri dari nasi bewarna ungu yang bahan pewarna ungunya diambil dari bunga teleng. Nasi Ungu di sajikan dengan tambahan balado kentang, balado ikan teri dan kacang tanah, ayam goreng, irisan telor dadar, bakwan jagung, kerupuk, dan sambal. Rasanya gurih, ditambah semangkok sayur asam yang menyegarkan.
Selesai menikmati menu Nasi Ungu Komplit, Es Sirsak Kelapa yang masuk dalam salah satu menu penutup menjadi sajian yang menyegarkan. Tak hanya itu, berbagai jenis kudapan tradisional dan beberapa snack ‘jadul’ dalam toples tampak terlihat memanjakan lidah dan ingin mencobanya. Indonesiatripnews.com ikut merasakan nikmatnya Cempedak Goreng dengan topping keju parut.

Pilihan menu Kembang Goeyang disusun untuk berbagai waktu bersantap, dengan kategori seperti Tjemil-Tjemilan, Roti-Rotian, Kuah-Kuahan, Nasi-Nasian, Ulek-Ulekan, hingga Hidangan Penoetoep. Salah satu menu yang menjadi andalan adalah roti bakar, dibuat dengan gaya rumahan menggunakan bahan-bahan berkualitas.
Roti bakar tersedia dalam berbagai pilihan rasa, diantaranya Roti Bakar Keju Susu, Roti Bakar Cokelat, Roti Bakar Cokelat Keju, Roti Bakar Moka Nougat, Roti Bakar Srikaya, Roti Bakar Telur Keju, dan Roti Bakar Kelapa Gula Jawa.
Pilihan minuman turut melengkapi pengalaman bersantap, mulai dari kopi khas Kembang Goeyang dan teh tarik hingga minuman favorit seperti matcha dan es kopi susu gula aren.

Harga makanan di Kembang Goeyang dimulai dari Rp10 ribu – Rp155 ribu, sedangkan untuk minuman dimulai dari Rp20 ribu – Rp58 ribu.
Kembang Goeyang Sajikan Comfort Food Indonesia Peranakan Sepanjang Hari
Kembang Goeyang yang resmi dibuka pada 8 Agustus 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan kuliner keluarga Admodirdjo.
Setelah dikenal melalui Meradelima dan Kembang Goela, Kembang Goeyang hadir dengan konsep Peranakan Delight yang menyajikan comfort food Indonesia Peranakan dalam suasana yang lebih kasual dan fleksibel.
Kembang Goeyang menawarkan hidangan yang dapat dinikmati sepanjang hari, mulai dari sarapan, makan siang, hingga makan malam. Berbeda dari Meradelima yang dikenal dengan sajian Chinese Peranakan untuk dinikmati bersama, Kembang Goeyang menghadirkan menu yang lebih praktis untuk berbagai kesempatan bersantap dengan Gaya yang lebih santai.
Konsep Kembang Goeyang berangkat dari cita rasa dan pengalaman yang telah dibangun melalui Meradelima dan Kembang Goela, kemudian diterjemahkan ke dalam suasana yang lebih kasual dan sesuai dengan cara makan masa kini.

Nama Kembang Goeyang sendiri terinspirasi dari kudapan tradisional yang telah dikenal lintas generasi. Nama ini mencerminkan semangat restoran untuk menghadirkan kembali cita rasa yang familiar dengan cara yang tetap relevan bagi generasi sekarang.
“Kalau di Meradelima gaya makannya lebih untuk makan bersama karena porsinya besar dan family oriented. Di Kembang Goeyang, kita bisa menikmati hidangan per porsi sehingga lebih fleksibel untuk berbagai momen,” ujar Faizal Admodirdjo, Chairman of the Board.
Meneruskan Perjalanan Kuliner Keluarga Admodirdjo
Kembang Goeyang merupakan babak terbaru dalam perjalanan kuliner Lily Admodirdjo, yang selama puluhan tahun telah menghadirkan beragam restoran dan konsep kuliner, termasuk Waroeng Kita, Meradelima, Kembang Goela, Bunga Rampai, Suasana, Kiosk 5, Serasi, Seia, Snupen, dan Palalada.
Melalui berbagai konsep tersebut, Lily terus mengangkat kekayaan kuliner Indonesia, dengan latar budaya Indonesia, Tionghoa, dan Belanda yang turut membentuk karakter kulinernya dalam menghadirkan beragam pengalaman bersantap. Kini, perjalanan tersebut dilanjutkan oleh generasi kedua, Faizal Admodirdjo sebagai Chairman of the Board dan Carmelita Febiola M Admodirdjo sebagai Chief Executive Officer.

Melalui Kembang Goeyang, keduanya membawa pengalaman dan nilai-nilai kuliner keluarga ke dalam konsep yang lebih kasual, tanpa meninggalkan karakter rasa yang telah menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
“Gaya dan penyajiannya memang kami buat berbeda. Kami juga ingin menciptakan tempat yang dapat diterima berbagai generasi, tidak terlalu mengikuti tren sesaat, tetapi tetap terasa tepat untuk saat ini,” ujar Carmelita Febiola M Admodirdjo.
Kehadiran Kembang Goeyang di Sarinah membuka kesempatan lebih banyak pengunjung untuk menikmati sajian Indonesia Peranakan dalam suasana yang santai. Lokasinya di pusat Jakarta menjadikannya pilihan bagi masyarakat sekitar Menteng dan kawasan sekitarnya, para pekerja di pusat kota, maupun wisatawan domestik dan mancanegara.
Kembang Goeyang yang buka setiap hari pukul 10.00–22.00 WIB, dengan jam operasional 07.00–22.00 WIB setiap Minggu dapat diakses melalui area Mal Sarinah maupun pintu luar di sisi tangga ikonis yang menghadap Jalan M.H. Thamrin.Untuk informasi dan update terbaru, dapat mengunjungi Instagram @kembanggoeyang. (evi)











































