JAKARTA, ITN- Pandemi di Indonesia sudah berjalan satu tahun lebih. Beberapa usaha banyak yang mulai terganggu operasionalnya. Juga untuk usaha menengah atau pun organisasi nirlaba yang mempunya program, terpaksa berhenti karena ketiadaan dana.

Namun bila ada kesempatan untuk memeroleh dana pengembangan program, bila ada kemauan tentu ada jalannya, yakni melalui Zayed Sustainability Prize Edisi 2022 yang sedang membuka pendaftaran untuk proyek-proyek keberlanjutan yang inovatif dan berdampak positif. Tidak tanggung-tanggung, pemenangnya akan mendapatkan hadiah total 3 juta Dollar Amerika.

“Zayed Sustainability Prize adalah perintis penghargaan dunia dari Uni Emirat Arab, dan memberikan penghargaan terhadap dampak, inovasi dan inspirasi. Dan tahun ini telah membuka Edisi yang ke-2022,” ujar Outreach Partner  Zayed Sustainability Prize (ZSP),  Kamal Fitrianto di acara Live instagram @asahkebaikan bertema “Inovasi Berkelanjutan Menuju Masa Depan Lebih Baik” dengan host  Yeffi  Rahmawati, Kamis malam (18/3/21).

Kepada Yeffi  yang juga founder dari Indonesiatripnews.com, Kamal mengatakan, “Untuk sahabat  Asah Kebaikan yang merupakan Usaha Kecil, Organisasi Nirlaba dan atau pun pelajar Sekolah Menengah dapat berpartisipasi.  Caranya mudah, yakni tinggal masuk ke websitenya di (https://zayedsustainabilityprize.com/).  Tinggal klik Apply Now, membuat account baru, dan tinggal ikuti petunjuknya. Ada 5 kategori, yang bisa sahabat pilih, yaitu  Kategori Air, Kesehatan, Pangan, Energi, dan Global High School”.

Baca: https://indonesiatripnews.com/ulasan-menarik/indonesia-pernah-menjadi-pemenang-zayed-sustainability-prize-edisi-2016/

Menurutnya ZSP ini program keberlanjutan untuk proyek-proyek keberlanjutan. Proyek yang menjadi pemenang nantinya akan mendapatkan hadiah berupa pendanaan  untuk proyek sejumlah 600.000 Dollar Amerika (untuk kategori Air, Kesehatan, Pangan, dan Energi}. Dan 600.000 Dollar Amerika untuk 6 global high school, jadi masing-masing mendapatkan 100.000 Dollar Amerika.

Untuk kategori Global High Scool (Sekolah Menengah Dunia)  akan dipilih enam pemenang dari enam wilayah dunia, yaitu Amerika, Afrika Sub-Sahara, Timur Tengah dan Afrika Utara, Eropa dan Asia Tengah, Asia Selatan dan Asia Pasifik Timur. “Kami yakin, banyak sekali anak-anak muda yang punya potensi yang bisa bersaing dengan anak-anak di luar sana. Jadi kami yakinkan untuk mengajak para pelajar yang punya ide keberlanjutan untuk, ide-ide inovatif, penemuan-penemuan yang ingin dilanjutkan ke tahap berikutnya,” jelas Kamal.

Lebih lanjut Kamal mengatakan, “Untuk kategori Global High School ini juga berlaku untuk anak-anak SMP lho. Sekecil apapun penemuannya, jangan minder, bisa konsultasi ke kita dulu. Nanti kita akan arahkan. Mau penemuannya, atau usaha di mata rantainya, atau jasa layanannya, semua bisa saja eligible untuk partisipasi. Yang penting bisa dijelaskan, apa yang berbeda dari kondisi sebelumnya (apa progress nya) – point ini yang nilai nya tinggi di mata juri”.

ZSP diselenggarakan setiap tahun, sejak tahun 2008. Tapi khusus tahun kemarin (2020), menurut Kamal ditiadakan karena pandemi Covid-19. Tapi jangan khawati untuk peserta yang sudah mendaftar tahun lalu, otomatis akan dimasukkan dalam 2021, untuk edisi ke-2022.

Untuk persayaratan, Kamal menjelakan setiap kategorinya, diantaranya:

  • Ketegori Kesehatan terbuka untuk organisasi yang memberdayakan orang dengan menyediakan akses ke perawatan kesehatan yang terjangkau, seperti  memastikan akses ke perawatan kesehatan esensial dan terjangkau, meningkatkan kesehatan ibu dan bayi baru lahir, mencegah dan mengobati penyakit yang ditularkan melalui air, dan menangani epidemi dan penyakit akibat polusi dan bahan kimia berbahaya.
  • Kategori Pangan, terbuka untuk organisasi yang memberdayakan masyarakat dengan menyediakan akses ke makanan yang aman dan terjangkau, seperti mengurangi kelaparan dan mal nutrisi, menjamin keberlanjutan pertanian, produktivitas dan sistim distribusi, dan meningkatkan produksi pangan berkelanjutan.
  • Untuk organisasi yang memberdayakan masyarakat dengan menyediakan akses ke solusi hemat energi, bisa mendaftarkan proyeknya di kategori Energi. Syaratnya proyek tersebut harus memastikan keamanan energi, meningkatkan efisiensi energi dan infrastuktur, dan meningkatkan produksi energi bersih dan mendorong inovasi teknologi.
  • Kategori Air, terbuka bagi organisasi yang memberdayakan masyarakat dengan menyediakan akses ke air minum yang aman dan terjangkau, contohnya memastikan akses ke air bersih, sanitasi dan higienis, dan meningkatkan kualitas air, efisiensi penggunaan air, serta melindungi ekosistim terkait air.
  • Kategori Global High School, kategori ini terbuka untuk proyek-proyek yang dijalankan oleh pelajar sekolah dengan ide proyek dalam satu atau kombinasi bidang kesehatan, pangan, energi, dan air. Proyek perlu dirancang untuk memberikan manfaat pendidikan dengan: meningkatkan akses ke pendidikan berkualitas, membantu siswa memperoleh pengetahuan keberlanjutan dan mengembangkan keterampilan teknis dan kejuruan.

“Meskipun formulir pendaftaran beragam pada setiap kategori, elemen inti dari setiap peserta ada pada cara inovatif di mana teknologinya, penerapannya dan solusinya mendorong perubahan positif di kehidupan masyarakat. Untuk kategori Kesehatan, Pangan, Energi dan Air, organisasi peserta harus menunjukkan bahwa mereka sedang memperbaiki akses ke produk dan layanan penting dan mempunyai visi jangka panjang untuk kondisi kehidupan dan pekerjaan masyarakat yang lebih baik,” ungkap Kamal.

Kalam menambahkan, “Untuk kategori Sekolah Menengah Dunia, proyeknya harus dipimpin oleh pelajar, dengan penekanan pada para pelajar terlibat aktif dalam proses perencanaan, penerapan dan pengawasan”.

Untuk pengisian formulir  menurut Kalam dilakukan secara online, dan jangan khawatir karena Kamal juga akan membantu memberikan  formulirnya dalam bentuk word, yang bisa diisi secara offline. Dan jika sudah diisi semua, peserta bisa log in lagi, dan meng copy paste jawabannya di form online.

Disela perbincangan ada pertanyaan dari beberapa peserta live IG Asahkebaikan yang bertanya, yakni dari pelajar SMA yang tinggal di Sukabumi dengan instagram @lathifa6879. “Apakah semua pertanyaan dan jawaban harus dalam Bahasa Inggris?, dan jika ada peserta yang proyeknya bagus banget, dari pelosok Indonesia misalnya, dan beliau tidak bisa Bahasa Inggris, bagaimana? Apakah akan dibantu?

“Tenang saja mba, in sya Allah kita akan bantu untuk menerjemahkan. Tapi untuk yang benar-benar terkendala dalam hal Bahasa ya. Karena kami juga ada informasi dari salah satu calon peserta, beliau berusaha dulu untuk membuat jawaban dalam Bahasa Inggris dengan cara beliau minta tolong kepada keponakannya yang  pintar bahasa Inggrisnya  untuk menerjemahkan,” ujar Kamal.

Baca: https://indonesiatripnews.com/gaya-hidup/teknologi/inisiatif-20by2020-memperluas-solusi-berkelanjutan-di-pulau-laut-selatan/

Pada kesempatan tersebut kepada host, Kamal memberikan beberapa kisi-kisi  pertanyaan  yang  terdapat pada formulir pendaftaran ZSP, diantaranya yakni  nama proyek, dan tergolong kategori apa. Sudah berjalan berapa lama. Bermanfaat untuk lingkungan. Serta menyebutkan kelebihannya. Juga rencana proyek ke depannya bagaimana, serta mencantukan video perjalanan proyek, dsb.

Pemenang dari Indonesia di ZSP edisi 2016 melalui Kopernik. Kopernik menghadirkan teknologi energi berkelanjutan kepada masyarakat terpencill untuk mengurangi kemiskinan.

Lalu bagaimana dengan proses penilaian proyek para peserta?. “The Zayed Sustainability Prize mempunyai tiga tahapan proses evaluasi, dimulai dengan uji kelayakan yang dilakukan oleh konsultan riset dan analisa independen. Tahap ini akan mengidentifikasi peserta yang layak dan hasilnya menjadi peserta terpilih. Dilanjutkan dengan penilaian yang dilakukan oleh satu Komite Pemilihan yang terdiri dari sebuah panel ahli-ahli internasional yang independen khusus pada masing-masing kategori. Dari peserta yang sudah terpilih, para finalis kemudian ditentukan dan datanya akan dikirim kepada Juri Penghargaan yang akan memilih pemenang, di ke-lima kategori. Para pemenang akan diumumkan pada tahun 2022 dalam sebuah Upacara Penghargaan sebagai bagian dari Abu Dhabi Sustainability Week (ADSW),” terangnya.

Menurutnya Indonesia pernah menjadi pemenang di tahun 2016 melalui Kopernik (kategori Energi), dan 2017 ada Green School Bali (kategori Global High School).

“Saya melihat potensi di Indonesia banyak sekali proyek  yang bisa diikut sertakan, mereka bagus-bagus, cuma kadang yang terjadi di lapangan adalah mereka sudah ‘minder’ duluan karena bersaingnya dengan luar negeri, seluruh dunia, dan terkendala bahasa juga. Jadi kami, perwakilan di Indonesia berusaha untuk meminimalisir kendala-kendala yang ada, kami akan membantu semampu kami untuk mendapingi para calon peserta, sampai pengisian formulirnya itu ‘submitted’. Saya yakin dari Indonesia akan ada yang keluar menjadi pemenangnya,” ujar Kamal Fitrianto di akhir acara Live IG Asahkebaikan. (sha)