JAKARTA, ITN – Pariwisata Indonesia terkena dampak isu virus corona, hal ini tidak membuat Astindo patah arang untuk mengadakan Astindo Travel Fair 2020. Bahkan, salah satu industri pariwisata terbesar di Indonesia ini optimis bisa mendapat torehan target yang diinginkan.

Pameran pariwisata terbesar di Indonesia yakni Astindo Travel Fair 2020 digelar di Assembly Hall, Jakarta Convention Center Senayan, Jakarta, Jumat (21/2/2020) memiliki inisiatif tinggi dalam membantu Indonesia guna menghasilkan devisa negara.

“Meskipun pariwisata Indonesia sedang mengalami dampak virus corona, kami tetap ini  menggerakkan roda perekonomian,” ujar Ketua Umum Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Elly Hutabarat.

Elly Hutabarat melihat Astindo Travel Fair menjadi salah satu travel fair terbesar dan terlengkap di Indonesia. Bahkan, pihaknya mengklaim Astindo Travel Fair sebagai referensi terbaik bagi masyarakat dalam merencanakan perjalanan wisatanya baik domestik maupun internasional.

Seperti diketahui,  Astindo Travel Fair juga berlangsung di empat kota besar lainnya di Indonesia. Elly Hutabarat menuturkan Astindo Travel Fair selalu dinantikan orang-orang yang berburu tempat liburan. “Trend pertumbuhan perjalanan wisata masyarakat Indonesia setiap tahun memicu untuk memberikan penawaran harga menarik setiap tahunnya serta diskon spesial untuk harga tiket dan paket tur wisata dalam dan luar negeri,” ungkapnya.

Sementara Deputi Bidang Pemasaran Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Nia Niscaya mengatakan ini adalah saat yang tepat untuk melakukan perjalanan domestik dan membangunn citra bahwa Indonesia aman akan ada value ketika pencitraan di bangun.

“Kami akan menggaet negara-negara yang tidak terkena dampak virus corona selain menghidupkan pasar wisatawan domestik yang fungsinya adalah memberikan kepercayaan kepada negara-negara lain bahwa Indonesia aman dari virus corona,” tambahnya. (evi)