- iklan -

JAKARTA, ITN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) meraih penghargaan sebagai kementerian/lembaga dengan belanja produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terbesar pada Tahun Anggaran 2025, dengan realisasi belanja dalam negeri mencapai 80 persen dalam ajang Inabuyer Award 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza kepada Sekretaris Kementerian Pariwisata RI Bayu Aji di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (5/5/2026). Pencapaian ini mengukuhkan komitmen Kemenpar dalam memperkuat ekosistem UMK serta mendorong keberlanjutan usaha lokal melalui optimalisasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

-iklan-
Kemenpar Raih Penghargaan Belanja UMK Terbesar di Inabuyer Award 2026
Kementerian Pariwisata meraih penghargaan sebagai kementerian/lembaga dengan belanja produk Usaha Mikro dan Kecil (UMK) terbesar pada Tahun Anggaran 2025, dengan realisasi belanja dalam negeri mencapai 80 persen dalam ajang Inabuyer Award 2026, Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Senin (5/5/2026)

Sekretaris Kementerian Pariwisata Bayu Aji menyampaikan capaian ini merupakan hasil konsistensi Kemenpar dalam menjalankan arahan Presiden terkait Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengalokasikan anggaran belanja kementerian guna memberdayakan produk-produk karya anak bangsa, khususnya di sektor pariwisata,” kata Bayu Aji.

Bayu Aji menambahkan, alokasi 80 persen belanja kementerian untuk produk lokal diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi pengusaha UMK, terutama yang bergerak di sektor pariwisata.

Sementara itu, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza memberikan apresiasi atas langkah konkret Kemenpar dalam memperkuat peran UMK. Ia berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi kementerian dan lembaga lainnya untuk terus meningkatkan serapan belanja produk UMK, sehingga mampu mempercepat perputaran ekonomi domestik.

Melalui Inabuyer Award 2026, Kemenpar kembali menegaskan posisinya sebagai instansi yang tidak hanya berfokus pada promosi destinasi, tetapi juga aktif memperkuat struktur ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan pengusaha UMK di seluruh Indonesia.

- iklan -