JAKARTA, ITN– Gelang Harapan, PROMS dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, dan Raditha Onkora berkolaborasi dalam sebuah aksi sosial yang bertajuk ‘A Magic of Hope’.

Acara ini menjadi puncak acara dari program Future Warrior of HOPEyang di launching di tahun ke 7 anniversary gelang harapan. Gelang Harapan telah lama bekerja sama dengan Raditha Onkora dalam usaha membantu pasien-pasien kanker dalam menjalani pengobatannya di rumah sakit.

Tahun ini gelang harapan menggandeng beberapa universitas sebagai generasi penerus untuk melanjutkan aksi-aksi sosial salah satunya dengan PROMS (Project on the Moves) FEB Universitas Indonesia.

‘A Magic of Hope’ mempertemukan sebuah visi dan misi dari kedua organisasi sosial ini dan bersatu untuk memperbaiki kualitas hidup melalui empati dan kasih sayang melalui acara penggalangan dana.

Gelang Harapan dan PROMS berkomitmen penuh untuk mendukung mereka para pejuang kanker yang membutuhkan dengan melakukan tindakan sosial untuk mendorong ketulusan dan belas kasih dalam masyarakat dan komunitas lokal. Hal ini sesuai dengan tema “World Cancer Day” tahun ini yaitu “Close the Care Gap”.

“Dengan mengadakan program penggalangan dana untuk para pejuang kanker, kami dapat menunjukkan dukungan kami untuk semua pasien di acara puncak The 16th PROMS melalui ‘A Magic  of Hope’, pada 22 Januari 2022 di Soehanna Hall”, ujar Arthur Ferdinand, Project Officer The 16th PROMS.

Ia mengatakan, “Salah satu highlight acara ini adalah Auction Night, dimana dana yang terkumpul melalui acara ‘A Magic of Hope’ akan disumbangkan kepada Rumah Singgah Kawi Kawi Radhita Onkora yang didirikan dan dikelola oleh sekumpulan dokter-dokter ahli kanker di bidang onkologi radiasi yang bekerja di Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan juga didukung pengelolaannya oleh Gelang Harapan.

Hal ini menjadi salah satu faktor utama kenapa PROMS dari FEB UI ingin bekerja sama dengan Gelang Harapan dan Raditha Onkora.” lanjutnya.

Sebagai suatu tradisi dari Gelang Harapan yang selalu menerapkan care entertainment, dalam setiap aksinya, di acara ini kembali mengajak beberapa seniman untuk berkolaborasi.

Seniman-seniman yang karyanya akan hadir untuk lelang ini adalah Salvite De Corte, Angki Purbandono,  Erica Hestu Wahyuni, Nasirun, Naufal Abshar, Kristopher Wijaya, Samira L.J Rolloos, Iwan Effendi, Mutiara Riswari, Cinanti Astria Johansja, Ade Habibie dan sejumlah seniman yang diwakili oleh Art Dept ID.

Selain itu ditampilkan juga barang-barang custom made dan limited edition dari Tag Heuer dan juga Gino Mariani yang menjadi pilihan untuk dibeli melalui sistem lelang. Adapun acara penggalangan dana yang terdiri dari silent bidding dan live bidding Akan didukung penuh oleh Sidharta Auctioneer.

Malam “A Magic of Hope” juga akan didukung oleh beberapa artis ternama Ibukota yang akan menyumbangkan suara mereka, diantaranya mereka adalah Reza Artamevia dan putrinya Aaliyah Massaid, Melly Goeslaw yang akan menyampaikan dukungannya melalui video, bersama Adriana  seorang anak panti tuna netra.

Vidi Aldiano yang juga merupakan seorang cancer survivor tidak ketinggalan akan ikut menyumbangkan suara emasnya bagi issue yang dianggap dekat dihatinya ini.Kolaborasi amal ini memprioritaskan untuk memberikan bantuan kepada rumah singgah agar dapat meringankan beban dan biaya akomodasi serta makanan bergizi bagi pasien yang tengah melakukan perawatan kanker di rumah sakit dan pendampingnya, terutama untuk pasien onkologi rujukan BPJS dari luar kota yang kurang mampu.

Dimulai dari bekerja sama dengan Rumah Singgah Kawi-Kawi Radhita Onkora sebagai langkah awal yang merupakan cita-cita lama dari gelang harapan.

Gelang harapan sangat menyambut baik keterlibatan PROMS dalam mewujudkan cita-cita “Rumah Harapan” sebagai langkah lanjutan dari Journey of HOPE. Sebelumnya gelang harapan telah berhasil mewujudkan Room of HOPE dan juga Car of HOPE yang didedikasikan untuk para pejuang kanker BPJS dan keluarganya.

Hal ini berhasil terwujud atas kolaborasi gelang harapan dengan berbagai perusahaan dan juga donatur, yang kemudian dioperasikan berdampingan dengan Raditha Onkora.

“Adalah suatu kebanggaan tersendiri bagi kami bertiga untuk bisa bertemu dengan para mahasiswa yang bergabung dalam PROMS. Semangat mereka kembali mengingatkan kami pada awal movement Gelang Harapan kami berdiri tahun 2014. Regenerasi seperti ini adalah hal yang menjadi misi utama dari program Future Warrior of HOPE dari Gelang Harapan”, ujar Amanda Gratiana, salah satu Founder dari Gelang Harapan.

Bersama Janna Soekasah Joesoef dan Wulan Guritno yang juga adalah Founder dari Gelang Harapan, mereka menambahkan, “Tidak hanya kami memikirkan bahwa visi dan misi kami harus selalu beregenerasi dengan generasi muda yang produktif,agar gerakan kami tetap sustainable, namun teman-teman baru dari PROMS ini juga menjadi jembatan untuk Gelang Harapan dalam mencapai sebuah “target market” baru”.

Dana yang terkumpul pada acara “Magic of Hope” ini akan digunakan untuk melanjutkan kontinuitas pengelolaan Rumah Singgah Kawi-Kawi Radhita Onkora, yang mana telah dimulai dari sumbangan Bapak Sutadi Sukarya dan almarhumah Ibu Janna Jeltje Sukarya – Hornemann.

Dimasa depan Gelang harapan berkomitmen dapat terus membantu pengelolaan Rumah singgah dan juga menambah terus kapasitas para pejuang kanker di rumah singgah. Terima kasih telah menjadi bagian penting dari keajaiban harapan.