SUNGAILIAT BANGKA, ITN–  INDONESIA merupakan negara kepulauan, dan Bangka merupakan salah satu dari pulau yang ada di Indonesia. Pulau Bangka termasuk ke dalam wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tadinya saya berfikir Bangka itu sama saja dengan Belitung ternyata tidak walau keduanya satu provinsi.

Indonesiatripnews.com yang pada Senin (4/2/19) lalu menghadiri gelaran Festival Harmoni Imlek 2570 di Jalan Laut, Sungailiat Bangka setelah sampai di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang menyempatkan untuk singgah di beberapa tempat yang menarik di Bangka.

Kedai Tung Tau, kedai kopi yang legendaris di Sungailiat Bangka.

Perjalanan dimulai dengan makan siang di Restoran Aroma Laut, di tempat ini pengunjung makan di atas kapal yang berada di Kawasan Wisata Pantai Pasir Padi, Pangkal Pinang. Menu yang ditawarkan tentunya banyak berbahan seafood, namun Lempah Kuning yang mirip sop ikan atau seafood dengan kuah kuning kunyit tentu dapat menjadi pilihan yang utama karena masakan tersebut merupakan masakan yang khas, segar, dan harus dicoba jika berada di Bangka.

Karena bertepatan dengan perayaan Imlek, pihak restoran sedang membagikan Angpau, pengunjung yang makan dengan jumlah Rp300 ribu akan mendapatkan satu buah angpau yang bertuliskan gratis makanan, minuman, voucher makan, atau voucher diskon makan di Restoran Aroma Laut.

Otak-otak Ase, tak hanya otak-otak yang ditawarkan di toko Otak-otak Ase, ada banyak pilihan mulai dari kerupuk kemplang, lada, kopi, dsb.

Setelah makan siang sambil menunggu waktu gelaran festival yang berlangsung pada malam hari, sorenya Kedai Kopi Tung Tau yang legendaris di Jalan Muhidin No 87 Sungailiat menjadi tujuan untuk minum kopi. “Nama Tung Tau itu nama orang, nama pemilik kedai ini. Kedai ini sudah tiga generasi,” ujar Eka perempuan asal Kalianda, Lampung yang telah dua tahun bekerja di kedai kopi tersebut.

Kedai kopi yang buka sejak 1938 ini tak hanya menawarkan berbagai pilihan menu mulai dari minuman, makanan, juice, dan aneka jenis roti panggang.

Kopi O, Kopi Tarik, Wedang Jahe Merah, Roti Panggang Tung Tau isi Keju Telur, dan Pisang Cokelat Keju menjadi pilihan untuk disajikan. Harga minuman yang ditawarkan kedai yang memiliki empat cabang ini standar mulai dari Rp10.000 – Rp30.000. Buat yang ingin membeli kopi bubuk Tung Tau di kedai ini juga dijual dengan harga Rp40.000.

Salah satu Villa Istana menjadi tempat bermalam di Bangka.

Perjalanan pun dilanjutkan untuk istirahat sekaligus bermalam di Istana Pool, Villas & Spa Paray, Bangka yang berlokasi di Kawasan wisata terpadu Pantai Parai Tenggiri.  Sebanyak kurang lebih 36 villa  dibangun diatas lahan seluas 8,7 hektar. Kamar nomor pintu 5 yang dilengkapi dengan private pool menjadi tempat bermalam Indonesiatripnews.com.

Villa ini menarik, selain luas dilengkapi dengan berbagai fasilitas mulai dari private pool, kolam renang dekat pantai, meeting room, Marina Café Club (MCC), spa, Golden Palace Restaurant, dan keindahan pantai.

Puri Tri Agung Sungailiat Bangka menjadi salah satu destinasi wisata yang dikunjungi.

Setelah menyaksikan malam Festival Harmoni Imlek 2570 yang digelar di Jalan Laut Sungailiat Bangka,  Selasa (5/2/19), Toko Otak-otak Ase menjadi tujuan untuk membeli oleh-oleh.  Tidak hanya otak-otak sebagai oleh-oleh yang dapat dibawa pulang, tentunya kerupuk kemplang, lada putih, terasi Bangka, Kopi Sedan, Kue Nanas, Rintak, Kricu, dll dapat menjadi pilihan oleh-oleh khas Bangka.

Mengingat waktu masih panjang untuk ke Bandara Depati Amir dengan pesawat Garuda pukul 17.00 WIB, tiga destinasi wisata menarik, yakni De Locomotief, Jembatan Emas, Puri Tri Agung, dan Museum Timah Indonesia menjadi pilihan untuk dikunjungi.

De Locomotief menjadi destinasi wisata yang instagramable dengan dipenuhi hiasan lampion dan payung hias.

Setelah berkeliling wisata, rasanya belum lengkap jika tidak makan Mie Koba yang terletak di Jalan KH Hasan Basri Sulaiman, Tamansari, Pangkal Pinang tepatnya di depan Rumah Sakit Ibu & Anak Rona. Rasa Mie Koba ini sangat segar karena menggunakan perasan jeruk kunci.

Waktupun mendekati Djuhur, sebelum makan siang Masjid Jami Pangkal Pinang menjadi persinggahan untuk melakukan solat Djuhur walau akhirnya hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Masjid Jami Pangkal Pinang

Mengingat masih hari libur (hari besar Imlek), sepanjang jalan masih banyak terlihat toko atau restoran yang tutup. Warjo akhirnya menjadi pilihan untuk santap siang sebelum akhirnya kembali ke Jakarta. Konsep rumah makan yang didominasi warna hijau inilah yang menjadikan rumah makan ini dinamakan Warjo (Warung Ijo).

Ada tulisan yang unik yang terlihat oleh pengunjung dan akhirnya membaca tulisan tersebut, yakni Mohon maaf apabila pelayanan kami mengecewakan Anda semoga keikhlasan memaafkan menjadikan Anda makin gagah, makin cantik, makin sehat, makin makmur, dan…Makin sering ke Warjo. “Wuah..kalau begitu tulisannya lebih baik Warjo mengecewakan saya biar saya didoakan makin cantik,” ujar Jaquin berbisik kepada IndonesiaTripNews.com.

Mie Koba

Ada juga tulisan yang bikin senyam senyum, yakni Warjo Masakannya Mantabb!! (Katanya Sih…Katanya..!!).

Ya memang masakannya mantap, mulai dari menu Tongseng Ayam, Lele Bakar, Garang Asam, Ayam Geprek, Botok, dan lain-lain rasanya tak mengecewakan, mengenyangkan hingga akhirnya sampai di Jakarta sore hari. (evi)