MALANG, ITN- Ke Malang jangan lewatkan untuk mampir ke Desa Wisata Pujon Kidul. Desa yang Instagenik, sejuk, penuh keseruan, dan keramahan warganya.

Selepas kedatangan di Bandara Abdul Rahman Saleh Malang dengan Pesawat Garuda Indonesia GA-290, indonesiatripnews.com dan peserta Familiarization Trip (famtrip) langsung menuju Desa Wisata Pujon Kidul.

Baca: https://indonesiatripnews.com/akomodasi/transportasi/terbang-aman-dan-nyaman-bersama-garuda-indonesia-menuju-bts/

Menikmati Hidangan Kuliner Khas Desa Wisata Pujon Kidul di Tepi Sawah yang SejukDesa Wisata Pujon Kidul adalah salah satu Desa Wisata yang mendapatkan Anugerah Desa Wisata Mandiri Inspiratif pada tahun 2021, yang terletak di Kabupaten Malang.

Kurang lebih sekitar satu setengah jam dari Bandara Abdul Rahman Saleh, kami tiba di lokasi pukul 12.09 WIB, waktu yang tepat untuk menikmati hidangan kuliner khas Desa Wisata Pujon Kidul.

Kulineran Instagenik di Cafe Sawah yang dikelilingi lahan pertanian warga sekitar dan pemandangan Gunung Dorowati pastinya tidak mungkin dilewatkan begitu saja tanpa berswafoto sambil menunggu hidangan datang.

Nasi Jagung, Mie Sakerahh, Tahu Walik, Mendol atau Tempe Bacem yang dibentuk seperti perkedel merupakan menu wajib yang harus dicoba.

Harga makanan dan minuman yang ditawarkan tidak membuat kantong ‘jebol’, yakni mulai dari Rp8.000.

Untuk masuk ke Desa Wisata Pujon Kidul, pengunjung hanya dikenakan biaya tiket masuk sebesar Rp12.500. Setiap pembelian tiket pengunjung mendapatkan voucher senilai Rp5.000 dan bisa di tukar untuk diskon makan atau membeli hasil panen para petani yang berada di lokasi Desa Wisata Pujon Kidul tersebut.

Menikmati Hidangan Kuliner Khas Desa Wisata Pujon Kidul di Tepi Sawah yang SejukTidak hanya menyajikan kuliner Instagenik, Desa Wisata Pujon Kidul juga menawarkan beberapa kegiatan lain mulai dari Jeep Off-Road, Horse Riding, Hiking menuju air terjun (Coban Sumber Pitu), dan atraksi budaya lainnya.

Bagi Wisatawan yang ingin bermalam, Desa Wisata Pujon Kidul juga menyediakan homestay.

Selesai menikmati makan siang ditepi sawah yang sejuk kami beranjak ke salah satu sentra pembuatan Batik Ceprot dipandu oleh Rasyid Briowaspodo dan Jumiatin.

Tarian Bapang khas Desa Wisata Pujon Kidul menyambut para peserta Famtrip.

Batik Khas Desa Wisata Pujon Kidul ini tidak menggunakan alat canting seperti batik tulis, pembuatannya sangat sederhana, cepat, dan menggunakan bahan pewarna ramah anak.

Menikmati Hidangan Kuliner Khas Desa Wisata Pujon Kidul di Tepi Sawah yang SejukIndonesiatripnews.com tidak mau ketinggalan mencoba cara unik pembuatan Batik Ceprot.

“Cukup mencelupkan alat ceprot yang terbuat dari ikatan beberapa lidi yang dibuat motif ke dalam cairan batik atau malem”, ujar Jumiatin.

Lalu lidi tersebut ditorehkan ke bahan katun yang sudah disiapkan untuk di ceprot sehingga menjadi motif yang sangat unik dan cantik tinggal di keringkan atau di jemur sekitar 2-3 jam saja.

Sambil menunggu batik ceprot kering kami pun bergeser untuk explore dan menikmati alam Desa Wisata Pujon Kidul.

Menikmati Hidangan Kuliner Khas Desa Wisata Pujon Kidul di Tepi Sawah yang SejukAdventure Trail dan ATV Experience menjadi pilihan peserta famtrip. Berkendara memasuki hutan dan persawahan penduduk menjadi pengalaman yang sangat seru dan memacu adrenalin.

#DiIndonesiaAja #ayoliburan #pesonaindonesia #wonderfullindonesia #BecauseYouMatter#DesaWisata #indonesiatrip@kemenparekraf.ri@wonderfullindonesia @pesona.indonesia@garuda.indonesia (Aldi Prihardi)