KLATEN, ITN – BANYAK masyarakat yang terkadang bingung terutama pada hari-hari libur untuk mencari rumah makan yang enak, higienis,  dan nyaman. Sebab, ada rumah makan, tapi tidak ada tempat rekreasinya. Ada tempat rekreasi, tapi rumah makannya kurang representatif. Tapi buat masyarakat Klaten, Jawa Tengah maupun  yang berasal dari kota-kota lain tidak usah bingung untuk menemukan rumah makan yang enak, higienis, murah, dan nyaman sekaligus bisa rekreasi bersama keluarga. Rumah makan dan sekaligus tempat rekreasi itu adalah “Griyo Dahar Semego” yang berlokasi di Desa Wunut, Tulung, Klaten, Jawa Tengah.

Di area 7.400 m2 itu, Ibu Endah membangun rumah makan yang representatif sekaligus sebagai tempat rekreasi yang sangat cocok untuk keluarga. Yang membedakan rumah makan lain dengan “Griyo Dahar Semego” adalah suasananya, karena seluruh bangunannya berdiri di atas kolam  yang  banyak ikannya. Sehingga masyarakat yang mengunjungi tempat itu akan dapat dipastikan merasa rileks melihat ikan-ikan berenang kian kemari. Tidak itu saja, ada sebuah “kapal” yang bisa dinaiki oleh pengunjung. Dijamin, anak-anak pasti senang dengan pengalaman barunya bisa menaiki “kapal”. Bangunan berbentuk kapal itu menjadi sarana edukasi bahari bagi anak-anak.

“Griyo Dahar Semego” Klaten, Rumah Makan Enak dan Sekaligus Tempat Rekreasi yang NyamanManajer/Pengelola “Griyo Dahar Semego”, Ryan ketika ditanya IndonesiaTripNews.Com menjelaskan bahwa rumah makan dan tempat rekreasi itu dibuka satu tahun yang lalu. Rumah makan itu sudah beken, meski belum dibuka; karena sudah disosialisasikan via medsos sebelumnya. “Jadi, ketika secara resmi dibuka pada tanggal 28 November 2020; pengunjung rela antre,” katanya.

Banyak menu makanan yang memiliki ciri khas kearifan lokal bisa dipesan di rumah makan itu, seperti ikan bakar dan lain-lain. Yang paling favorit dan best seller adalah nila asam pedas dan nila asam manis. Seluruh bahan olahan di rumah makan itu sudah menganut sistem integrated farm. Seluruh kebutuhan rumah makan seperti beras, sayur-mayur, ikan, dan bumbu-bumbu disiapkan oleh keluarga besar Ibu Endah, sehingga kualitasnya benar-benar terjamin. Bagaimana soal harga makanan dan minumannya? Tidak akan menguras dompet dan isi kantong. Makan enak, higienis,  dan murah, tapi dijamin tidak murahan.

“Griyo Dahar Semego” yang setiap hari buka pukul 09.00-17.00 WIB dan weekend pukul 08.00-17.00 WIB ramai pengunjung. Bahkan pada akhir pekan, pengunjung bisa mencapai 800 orang. Sedangkan setiap hari Senin, tutup. “Banyak fisolofi yang terkandung di area ‘Griyo Dahar Semego’,” ucap Ryan ramah. Tentang arti semego, menurut Ryan bisa diartikan rasa ingin makan terus menerus. “Lupakan dietmu,” katanya sembari tertawa. “Griyo Dahar Semego” Klaten, Rumah Makan Enak dan Sekaligus Tempat Rekreasi yang Nyaman

Banyak Filosofi

“Griyo Dahar Semego” yang didukung oleh 28 karyawan itu  banyak mengandung filosofi pada bangunan-bangunannya. Menurut Ryan, ketika pengunjung datang mereka akan memasuki ruang Ranjana yang artinya gembira atau bahagia. “Ranjana merupakan ruang resepsionis dan kasir. Sesuai dengan artinya bahwa kami menerima tamu dengan rasa gembira dan sukacita,” jelasnya.

Kemudian Pendopo Cokro. Cokro artinya adalah roda pelindung. Setting ruangan ini bernuansa Jawa klasik yang mampu menampung 80 orang pengunjung. Di area itu tersedia alat musik berupa gamelan  seperti gong, kenong, dan kempul. Irama musik yang dialunkan gamelan itu cenderung lembut dan mencerminkan hidup yang selaras dengan budaya serta prinsip hidup masyarakat Jawa. Model bangunannya berbentuk pendopo dengan interior nuansa tradisi Jawa Tengah dan penataan tempat duduk dengan kursi dan meja makan kayu jati. Pendopo ini juga dapat dipakai untuk menyelenggarakan acara resepsi pernikahan, ulang tahun, reuni, dan lain-lain. Yang unik terdapat “Eyang Corner” dimana pihak pemilik “Griyo Dahar Semego” mengabadikan foto-foto, kursi,  dan  lemari peninggalan Eyangnya.

Terdapat lima gazebo yang diberi nama “Mada”, artinya kegembiraan;  “Damar”, artinya penerang; “Ranu”, artinya kolam; “Kyati”, artinya harum; dan “Tyaga”, artinya pemberian Tuhan. Masing-masing gazebo, jelas Ryan; bisa memuat kurang lebih 8-10 orang. Gazebo itu unik karena di bawahnya ada kolam ikan, sehingga pengunjung  bisa melihat langsung “kapal” dan ikan-ikan yang berenang.

“Griyo Dahar Semego” Klaten, Rumah Makan Enak dan Sekaligus Tempat Rekreasi yang NyamanDi bagian belakang terdapat “Kapal Cayapata” yang artinya Gugusan Bintang yang terdiri tiga lantai, yaitu lantai satu area  food court dan spot selfie mural, lantai dua area coffee shop, area butik produk lokal, dan sovenir hasil UMKM warga sekitar, dan area karaoke keluarga.  Untuk bernyanyi di karaoke keluarga, pengunjung dikenakan biaya Rp30.000/jam.

Di lantai tiga, area anjungan kapal merupakan ilustrasi sistem kemudi kapal dengan pemandangan Gunung Merapi dan hijaunya sawah dilengkapi dengan area rainbow pillows. Pada anjungan kapal terdapat ruang pertemuan untuk keperluan rapat dengan kapasitas 10 orang.

Ryan menambahkan, terdapat pula Kolam Renang “Niti Tirto” yang artinya air pilihan atau air terbaik. Air berasal dari mata air pilihan, sehingga pengunjung setelah berenang dapat merasakan kesegaran jasmani. Kolam renang itu untuk orang dewasa dan anak-anak. Tiket masuknya Rp3.000/orang. Di tepi kolam renang, disediakan meja, kursi, dan payung peneduh sehingga pengunjung  bisa makan dan minum di tempat itu. “Air di sini semuanya berasal dari sumber mata air. Jadi tidak mengandung kaporit dan zat kimia lainnya,” jelasnya.

“Griyo Dahar Semego” dilengkapi sarana dan fasilitas, berupa kamar ganti dan bilas, musholla, toilet bersih, dapur umum, area parkir, ruang sekuriti, kantor manajemen, dan ruang membuat minuman. (ori)