LOMBOK,  ITN– Satu lagi pantai yang cukup unik dan indah di Lombok, yakni Pantai Semeti. Pantai yang tepatnya terletak di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, ini juga bertetangga dengan Pantai Telawas, Pantai Kuta, dan Pantai Mawun yang menjadi spot favorit para peselancar baik lokal maupun peselancar mancanegara.

Pantai ini pernah disejajarkan dengan pantai-pantai lain di Kepulauan Bahama, Hawaii, dan Karibia. Hal ini sangatlah mungkin jika Lombok masuk dalam lima pulau terbaik sebagai destinasi wisata di Asia.

Pukul 10.00 WITA, dengan cuaca yang terlihat mendung, dari pusat Kota Mataram saya bersama keluarga dan beberapa teman berangkat menuju Pantai Semeti. Perjalanan menuju Pantai Semeti memakan waktu kurang lebih dua jam dengan melewati seperempat jalur yang cukup sulit, harus melewati jalanan tanah yang masih belum layak tempuh, yakni mendaki bahkan jalan yang berlumpur karena musim hujan.

Namun kami masih dapat menikmati perjalanan dengan melihat banyak kebun kedelai dan tembakau di sepanjang jalan.

Tiba di Pantai Semeti, hujan menyambut kedatangan kami, dan waktu menunggu hujan kami gunakan untuk makan siang dengan bekal makanan yang telah dipersiapkan dari rumah. Membawa bekal makanan dan minuman saat menuju Pantai Semeti sangatlah penting karena saat itu kami tidak melihat satu pun penjual makanan atau pun minuman.

Pantai ini terbilang masih baru dan belum banyak dikunjungi wisatawan, sehingga fasilitas yang ada masih sangat minim.

Suasana pantainya begitu sepi dan tidak ada penduduk yang tinggal di tepi pantai. Satu-satunya bangunan yang terlihat di area pantai, yakni sebuah pondok atau gazebo beratap daun pandan atau nipah.

Melihat bentangan pasir putih yang begitu bersih, air laut yang terlihat biru kehijauan bergelombang membasuh pasir pantai dan sesekali menghantam batu karang di tepi pantai menjadikan perjalanan yang tidak sia-sia ketika tiba di pantai ini.

Setelah hujan berhenti dan perut sudah terisi, kami mulai menjelajahi Pantai Semeti yang buka 24 jam sehari untuk dikunjungi, meski tak disarankan untuk datang berkunjung pada malam hari, mengingat belum tersedia penerangan yang menyeluruh dan kondisi pantai yang berbatu karang sangat berisiko bagi pengunjung.

Keheningan dan suasana alami seakan menyambut kedatangan kami, bagaikan berada di balik surga tersembunyi yang jauh dari keramaian kehidupan kota dengan segala kesibukannya.

Penjelajahan pertama, kami melihat begitu banyak batu karang kecil bertaburan di perairan sekitar pantai, bahkan ada karang berwarna ungu. Batu karangnya memiliki struktur yang berlapis dan meruncing.

Kami mencoba naik ke batu karang, menanjak lebih berbatu yang agak licin dengan kemiringan 60 derajat, dan terkejut karena ada satu teluk yang terlihat sangat indah dengan beberapa karang yang besar mengingatkan pada pantai Gigi Hiu di Lampung. Perlu ekstra hati-hati mencari tumpuan kaki untuk turun dari tebing karang ini.

Untuk bermain dan naik ke batu karang di sekitar pantai ini, pengunjung perlu memperhatikan warna batu karang dan batas air laut. Batu karang berwarna kecoklatan menunjukkan batas deburan ombak.

Lanjut setelah menjelajahi karang, kami melihat ada banyak cekungan karang-karang pantai pada bebatuan yang terlihat unik dan akan terisi air laut ketika ombak besar menghantam yang kemudian buih-buih putih air laut tersebut menghilang.

Setelah menikmati keindahan batu karang, kami pun menikmati  keindahan Pantai Semeti dengan pasirnya yang halus. Saat air laut surut, pengunjung akan melihat bebatuan berserakan yang lumayan besar menghadap ke arah laut, terlebih lagi jika naik ke beberapa bukit yang ada di sekitar Pantai Semeti. Selain menikmati panorama alam dan keindahan pantainya yang mempesona pengunjung dapat memancing di pinggir pantai sambil menikmati suasana pantai.

Puas menjelajahi dan menikmat Pantai Semeti, kami melanjutkan perjalanan ke Pantai Telawas yang terletak 200 meter dari Pantai Semeti. Pantai ini memiliki fasilitas toilet dan musolah di area parkiran kendaraan.

Pantai Telawas dikelilingi bebatuan yang tampak seperti terukir, bertumpuk membentuk pola-pola cantik di sepanjang pantai. Beberapa batu karang yang menjulang tinggi banyak dijadikan obyek foto yang menarik (instagramable) oleh pengunjung, namun tetap berhati-hati.

Berbeda dengan Pantai Semeti, di Pantai Telawas tampak lebih ramai pengunjung, dan terlihat empat turis mancanegara yang membawa papan selancar mengingat pantai ini memiliki gelombang yang lebih besar sangat pas untuk berselancar, namun kurang aman untuk anak-anak yang ingin berenang di pantai.

Dua pantai telah kami jelajahi seharian, rencananya kami akan melanjutkan perjalanan menuju Batu Rudal, karang yang paling ekstrim di Lombok, namun tidak bisa mengingat air laut sedang pasang dan harus menunggu air surut. Untuk sampai ke lokasi tersebut harus melewati tepian karang-karang besar dan terlebih lagi kami membawa anak kecil. Akhirnya kami memutuskan untuk kembali pulang pukul 16.00 WITA.

Selama perjalanan pulang, kami pun masih menikmati sensasi perjalanan,  mobil yang berkali-kali terjebak lumpur dan akhirnya harus di dorong dengan dibantu warga sekitar. Tapi semua itu terbayarkan dengan keindahan Pantai Semeti dan Pantai Telawas.

Buat yang ingin berkunjung ke Pantai Semeti, berikut saya berikan tips:

  1. Persiapkan pelindung, seperti topi, kacamata, dan sunblock untuk melindungi dari panas matahari.
  2. Pakai pakaian dan sepatu yang nyaman, mengingat akan menaiki batu karang.
  3. Bawa kotak P3K
  4. Persiapkan bekal makanan dan minuman dari rumah mengingat belum adanya pedagang di sekitar pantai dengan tetap menjaga kebersihan pantai.
  5. Bawa baju ganti jika ingin bermain air di pantai.
  6. Persiapkan alat-alat dokumentasi foto mulai dari kamera, hp, power bank, dan cadangan baterai.
  7. Singgahi satu destinasi wisata setelah dari Pantai Semeti. Bisa ke Pantai Telawas, Pantai Mawun, Pantai Kuta, atau singgah ke Desa Sade melihat kehidupan Suku Sasak. (Erna-KITers Lombok)