- iklan -

CIREBON, Indonesiatripnews.com: MAKAN Empal Gentong, Nasi Jamblang, ataupun Nasi Lengko sudah menjadi hal yang biasa di Kota Cirebon. Tapi makan dengan suasana outdoor dibawah sinar bulan menambah pengalaman baru kulineran di kota yang mendapat julukan Kota Udang ini.

Pawon Bogana, namanya. Restoran yang berlokasi di dalam Keraton Kacirebonan atau di Taman Semirang ini menjadi pilihan untuk santap malam. Pawon Bogana yang digagas Sultan Kacirebonan P Abdulgani Natadiningrat,SE ini menawarkan makanan khas keraton.

Gagasan serta ide ini muncul seiring dengan pembangunan infrastruktur transportasi (tol Cipali) yang memudahkan aksesbilitas wisatawan untuk datang ke Kota Cirebon.

“Denyut wisata di Kota Cirebon sebenarnya sudah terasa. Hal ini bisa dilihat jika di malam hari masih banyak warga yang berlalu lalang. Untuk itulah, ini menjadi inisiatif Sultan Keraton Kacirebonan dalam rangka memajukan pariwisata di Kota Cirebon,” ujar Keluarga Kesultanan Cirebon, Prabu Diaz saat Indonesiatripnews berkunjung ke Pawon Bogana, belum lama ini.

Bersama Pangeran Bugon Natadiningrat (kiri) dan Pra Diaz saat menikmati menu di Restoran Pawon Bogana.
Bersama Pangeran Bugon Natadiningrat (kiri) dan Pra Diaz saat menikmati menu di Restoran Pawon Bogana.

Nasi Bogana yang pada awalnya memiliki arti nasi seadanya merupakan nasi syukuran khas Cirebon, Jawa Barat. Bogana berasal dari bahasa Sunda saboga-bogana, yang berarti seadanya atau semampunya.

Nasi Bogana di Keraton Kacirebonan sendiri menjadi makanan khas Keraton yang biasa disajikan pada saat upacara-upacara tradisi.

Nasi syukuran berupa tumpeng nasi kuning dengan pelengkap lauk pauk seadanya, biasanya tahu tempe, telur ayam, dan ayam semuanya dimasak dengan bumbu kuning. Tumpeng melambangkan kesatuan dengan Tuhan. Warna kuning melambangkan keagungan. Lebih condong seperti nasi kuning tapi dengan bubuk kelapa.

Menurutnya, Nasi Bogana yang ditawarkan Restoran Pawon Bogana ini dibangun Sultan dengan tujuan untuk menarik wisatawan Keraton Kacirebonan dan memadukannya dengan wisata kuliner.

“Pawon Bogana baru dibangun pada Agustus 2015 dengan jam buka pukul 18.00-22.00 WIB. Dibuka sore agar pengunjung dapat menikmati keraton pada malam hari sebagai tempat nongkrong sekaligus mengenal cagar budaya,” jelas Diaz.

Nasi Bogana ditawarkan dengan harga yang relatif murah, yakni Rp18.000 untuk Paket Nasi Bogana dan Rp25.000 untuk Paket Nasi Bogana Raja.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Nasi Bogana sebagai menu utama di istana, sudah mulai langka dan tidak dijual di restoran manapun hanya ada di keraton”.

Selain Nasi Bogana, menu Paket Pusaka, Nasi Goreng, Mie Goreng, dan Roti Bakar dengan pilihan rasa dapat menjadi pilihan. Memang belum banyak menu yang ditawarkan tetapi setidaknya pengunjung yang datang mendapatkan pengalaman tersendiri dengan menikmati menu Nasi Bogana ala Keraton Kacirebon yang hanya ada di keraton ini.

Selain menu Nasi Bogana, juga ada menu tradisional Cirebon lainnya, seperti Kopi Raja, Empal Gentong, Tahu Gejrot, Sega Bancakan dan lainnya.

Selain Nasi Bogana, jangan lupa pesan Teh Poci. Rasa tehnya sangat menggoda serta wangi. Teh yang disajikan dengan wadah teko dari gerabah ini diminum dengan tambahan gula batu.

Untuk yang ingin menghangatkan badan, segelas Wedang Jahe Susu dapat menjadi pilihan, pengunjung akan dapat merasakan aroma jahe yang dibakar. (evi)

- iklan -