JAKARTA, ITN- DJARUM Foundation terus konsisten dalam mencetak lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang telah dirintis sejak tahun 2012 agar menjadi siswa yang terampil dan siap bekerja pada bidang pekerjaan berpenghasilan tinggi, khususnya di sektor industri kreatif.

Untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang animasi di Indonesia, Djarum Foundation melalui RUS Animation Studio menghadirkan talkshow dengan tiga pembicara yakni, animator Sony Pictures Image Work, Kevin Jackson yang mengerjakan sejumlah film animasi terkenal seperti Hotel Transylvania dan Alvin and The Chipmunks.

Talkshow "Membangun SDM Animasi di Indonesia" pada ajang Popcon 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (13/8/16). Foto. evi
Talkshow “Membangun SDM Animasi di Indonesia” pada ajang Popcon 2016 di JCC, Jakarta, Sabtu (13/8/16). Foto. evi

Lalu animator asal Indonesia, Chris Lie (Founder re:ON & Caravan Studio)  yang berkarir secara internasional dan menghasilkan sejumlah karya, seperti comic GI Joe, Return to Labyrinth, sejumlah action figures seperti Iron Man 3, dan  Amazing Spiderman.

Kevin dan Chris Lie berbagi pengalaman dan perspektif sebagai seorang animator yang telah malang melintang di industri animasi internasional.

Chris Lie (Foto. evi)
Chris Lie (Foto. evi)

Serta Daniel Harjanto yang merupakan salah satu pelopor industri animasi moderen Indonesia yang juga Technical Advisor di RUS Animation Studio serta pendiri dari Kinema di Batam yang merupakan studio terbesar di Batam.

Ketiganya membahas mengenai tantangan dalam membangun SDM animasi di Indonesia selama kurang lebih dua setengah jam.

Menurut Chris Lie, RUS Animation Studio merupakan sekolah idaman para animator selain bangunannya yang bagus, juga dilengkapi dengan sarana-sarana pendukung untuk menghasilkan karya-karya seni kreatif.

Lebih lanjut kepada ITN.Com, Chris Lie mengatakan, “Siswa-siswanya membuat saya kagum, karena mereka masih muda tapi di pola pikir mereka sudah ingin menjadi seorang animator. Apalagi mereka telah dipersiapkan dengan mata kuliah yang berbeda karena dilengkapi dengan barang-barang industrinya”.

“Saat ini para siswa RUS Animation Studio tengah merampungkan proses produksi film animasi 3D berjudul Pasoa dan Sang Pemberani. Film ini merupakan proses pembelajaran dimana siswa terlibat pembuatan film dari tahap awal hingga akhir. Mereka membuat film ini melalui setiap tahap proses secara benar, itulah yang menjadi tujuan kami membuat film ini,” ujar Daniel Harjanto pada acara talkshow “Membangun SDM Animasi Indonesia” di ajang Popcon 2016, JCC, Jakarta, Sabtu (13/8/16).

Daniel Hardijanto
Daniel Harjanto

Menurutnya film ini bukan sekedar ditayangkan di bioskop atau di televisi tetapi tujuannya bagaimana setiap siswa mengalami proses produksi pembuatan film tersebut.

“Indonesia dengan 267 juta jiwa penduduknya, kalau 1% saja kira-kira 2,6 juta orang memiliki daya kreatif yang tinggi dan baik, maka Indonesia bisa merajai dunia,” ungkapnya.

Yang perlu ditingkatkan dalam industri animasi menurutnya, yakni kesadaran industri kreatif atau industri animasi itu merupakan bagian dari industri yang berdasarkan pada kekayaan intelektual dari pengembangan intelektual properti indonesia atau kearifan lokal Indonesia.

Daniel mengatakan, “Saat ini RUS Animation Studio hanya berkonsentrasi di daerah Kudus, belum ada di daerah lain. Namun RUS Animation Studio dapat menjadi model, kami hanya berkonsentrasi di Kota Kudus dulu”.

Pasoa diharapkan dapat mengenalkan lebih dalam tentang nilai-nilai kearifan lokal dalam menjaga alam Indonesia, sekaligus menyebarkan kekayaan dongen tradisional yang berakar di masyarakat Indonesia,” Film Pasoa dan Sang Pemberani rencananya akan ditayangkan pada November 2016 mendatang. Film ini bercerita tentang seekor hewan mitologi bernama Pasoa, perwujudan dari perpaduan beberapa hewan di Indonesia. Ia hadir untuk melindungi kekayaan hayati negeri ini.

Tidak hanya kegiatan talkshow, pada ajang Popcon 2016 RUS Animation Studio juga berupa menghidupkan antusiasme dari para penggemar animasi dan animator-animator muda dengan mengadakan sejumlah kegiatan menarik, seperti lomba membuat karakter film “Pasoa dan Sang Pemberani” menggunakan gaya doodle art, ilustrasi, hingga komik dan Live Drawing Competition-Combat Battle. (evi)