Jakarta, 3 September 2026 – Fynd, perusahaan teknologi ritel berbasis AI yang didukung oleh Reliance Retail Ventures Limited, hari ini mengumumkan ketersediaan komersial GlamAR di Indonesia. GlamAR merupakan platform berbasis AI yang menghadirkan fitur virtual try-on, analisis kulit, dan visualisasi produk 3D untuk berbagai kategori, termasuk kecantikan, fashion dan gaya hidup, serta furnitur dan dekorasi rumah.
Peluncuran ini hadir di tengah pesatnya pertumbuhan video commerce di Indonesia. Pada 2025, konsumen Indonesia melakukan 2,6 miliar transaksi melalui video commerce, tertinggi di Asia Tenggara. Kategori kecantikan dan fashion menyumbang 48 persen dari GMV video commerce, terdiri dari 28 persen untuk fashion dan aksesori serta 20 persen untuk kecantikan dan perawatan diri. Jumlah penjual yang menggunakan video juga tumbuh 75 persen secara tahunan menjadi 800.000 penjual.
Di sisi konsumen, lebih dari 40 juta pengguna di Indonesia kini mencari dan berbelanja melalui YouTube, sementara waktu tonton konten belanja meningkat 400 persen dalam setahun. Pada saat yang sama, GMV e-commerce Indonesia mencapai sekitar US$71 miliar pada 2025. Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa perjalanan belanja konsumen semakin dipengaruhi oleh video dan berbagai format visual, sehingga merek membutuhkan cara baru untuk membantu konsumen mengevaluasi produk sebelum membeli.

Melihat produk dalam video atau foto saja terkadang belum cukup untuk memberikan keyakinan dalam membeli. Warna lipstik dapat terlihat berbeda pada setiap warna kulit, ukuran dan proporsi kacamata sulit dinilai hanya dari foto, sementara konsumen juga dapat kesulitan menentukan produk perawatan kulit yang sesuai dengan kebutuhan mereka. GlamAR dirancang untuk memberikan pengalaman yang lebih interaktif pada tahap pertimbangan produk tersebut.
GlamAR menghadirkan berbagai solusi virtual try-on dan teknologi kecantikan berbasis AI untuk beragam kategori produk. Pada kategori kacamata, teknologi pemetaan wajah secara real time membantu pengguna melihat bagaimana sebuah frame terlihat di wajah mereka, dengan pengukuran jarak pupil hingga ±1 mm. Untuk kosmetik warna, pengguna dapat mencoba lipstik, blush, dan eyeshadow secara virtual dalam waktu nyata pada berbagai warna kulit.
Untuk perhiasan dan aksesori, visualisasi 3D memungkinkan pengguna melihat produk dari berbagai sudut sebelum membeli. Sementara itu, teknologi analisis kulit GlamAR dapat mendeteksi lebih dari 14 kondisi kulit dalam sekitar 20 detik, dengan menganalisis lebih dari 15 metrik dan 150 biomarker wajah untuk memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi. Teknologi omnichannel GlamAR dapat digunakan melalui smartphone, tablet, desktop, smart mirror, maupun Magic Mirror di toko.
“Indonesia merupakan pasar yang sangat menarik bagi perkembangan ritel, dengan konsumen digital yang muda dan aktif, pertumbuhan pesat di sektor kecantikan, serta semakin kuatnya tren social commerce dan video commerce. Di saat yang sama, konsumen juga semakin mencari pengalaman belanja yang lebih interaktif,” kata Ronak Modi, Chief Business Officer – Global, Fynd.
“Melalui GlamAR, kami ingin membantu mereka menghadirkan pengalaman yang lebih menarik bagi konsumen, sehingga mereka dapat melihat, mencoba, dan memahami produk dengan lebih baik sebelum melakukan pembelian,” ujarnya.

GlamAR dirancang untuk melengkapi teknologi ritel yang sudah digunakan oleh bisnis. SDK yang dapat disematkan dapat diintegrasikan dengan platform seperti Shopify, WooCommerce, dan Magento, maupun dengan sistem commerce yang dikembangkan secara khusus untuk aplikasi web dan seluler. Pengalaman bermerek dasar dapat diaktifkan dalam waktu sekitar 30 menit, sementara implementasi yang lebih kompleks biasanya membutuhkan beberapa minggu, tergantung pada kebutuhan katalog dan tingkat integrasi.
Platform ini bersifat white-label, sehingga peritel dapat menyesuaikan pengalaman yang ditawarkan dengan merek dan gaya komunikasi mereka sendiri. Praktik keamanan platform juga mengikuti standar dan persyaratan yang relevan, termasuk SOC 2, ISO, dan GDPR.
Kini tersedia secara komersial di Indonesia, GlamAR memungkinkan Fynd bekerja sama dengan peritel mapan maupun merek yang sedang berkembang untuk menghadirkan pengalaman belanja yang lebih interaktif melalui kanal digital maupun di toko fisik. (*)











































