MAGELANG, ITN – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, turut berpartisipasi di ajang sport tourism “MesaStila 100” yang berlangsung di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Menparekraf Sandiaga turun di kategori 5, yakni lomba lari lintas alam dengan jarak tempuh sejauh 12 kilometer.

Melihat kesuksesan acara yang dibungkus dalam penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin, Menparekraf Sandiaga optimistis sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dapat segera bangkit yang salah satunya dapat ditunjang lewat penyelenggaraan event wisata olahraga seperti MesaStila 100.

MesaStila 100 menawarkan pengalaman lebih bagi wisatawan untuk berolahraga melintasi keindahan potensi alam yang unik, juga kaya akan budaya serta tradisi. Dengan adanya kearifan lokal, akan menjadi pembeda bagi destinasi yang mampu menjadi pengalaman yang otentik dan unik untuk menarik para wisatawan.

“Saya mengapresiasi bahwa MesaStila 100 penyelenggaraannya di tahun ini dilaksanakan di tengah-tengah penanganan pandemi Covid-19 dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin. Kepatuhan kita terhadap protokol kesehatan sangat kita perlukan agar kita dapat segera mengakhiri pandemi ini,” ujar Sandiaga Uno usai tiba di garis finish MesaStila 100, Minggu (10/10/2021).

Optimisme terlihat dari antusiasme peserta yang ikut di MesaStila 100. Tercatat lebih dari 400 peserta mengikuti 5 nomor lomba. Selain 12 kilometer, MesaStila 100 juga menghadirkan kategori lomba untuk 25k, 50k, 75k, dan 100k.

“Setelah tahun lalu (MesaStila 100) absen, tahun ini merupakan tahun yang sudah ditunggu-tunggu. Dan slot peserta semuanya sold out hanya dalam waktu 2 minggu merupakan rekor dari masa-masa penyelenggaraan MesaStila 100 sebelumnya,” tambah Sandiaga.

Menparekraf berharap kegiatan ini dapat memberi inspirasi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah untuk dapat bangkit dengan mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga pariwisata bangkit, ekonomi bangkit dan membuka lapangan kerja.

Kemenparekraf dikatakannya akan terus mendukung seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif untuk dapat bangkit dengan berbagai program dan dukungan. Dalam waktu dekat, Kemenparekraf juga akan mendukung penyelenggaraan Jakarta Marathon dan Borobudur Marathon.

“Kita akan terus tingkatkan seiring dengan pariwisata era baru, yakni salah satunya pariwisata berbasis olahraga untuk dapat bisa menggerakkan ekonomi dan membuka lapangan kerja,” ungkapnya.

Salah seorang peserta MesaStila 100, Gido, merasa bahagia dapat kembali berpartisipasi di event seperti ini. Ia tidak merasa khawatir meski kegiatan dilakukan di tengah pandemi karena penerapan protokol kesehatan yang ketat. Terlebih acara juga berlangsung di alam terbuka.

“Saya datang dari Bandung dengan mengendarai mobil, jadi sangat menyenangkan bisa ikut di MesaStila 100,” ungkap Gido pria asal Belanda yang telah menetap di Bandung.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Direktur Event Nasional dan Internasional Kemenparekraf/Baparekraf, Dessy Ruhati.