JAKARTA, ITN- Dalam rangka memasuki decade ketiga, JF3 Fasion Festival terus melakukan inovasi mengembangkan dunia fesyen di Indonesia. Tahun ini untuk pertama kalinya JF3 memperluas ruang kolaborasi internasional.
Salah satunya dengan menghadirkan desainer Korea Selatan yang mewakili inovasi industri mode Asia yang terus berkembang. Mereka yakni, Choi Chung -hoon dengan brand DOUCAN, Junebok Rhee dengan brand RE RHEE, dan Baek Juhee dengan brand REONVE.
Ketiganya menghadirkan koleksi penuh makna yang mencerminkan kekuatan narasi personal, budaya, serta keberlanjuta.
Sebelum panggung dibuka, momen penting dilakukan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Busan Fashion Week (Korea Selatan) dan JF3 Fashion Festival (Indonesia), yang menandai komitmen bersama untuk mempererat kolaborasi industri fashion kedua negara.

Dalam MoU ini disepakati bahwa tiga desainer terbaik dari masing-masing negara akan mendapatkan akses eksklusif untuk tampil di panggung fashion negara mitra setiap tahunnya, menjadi jembatan lintas budaya yang berkelanjutan di kancah mode Asia.
“Kolaborasi ini tidak hanya sebatas professional, tetapi juga bertujuan sebagai wadah pertukaran keberagaman budaya antar dua negara. Kami berharap juga bisa mempererat hubungan para desainer, brand, dan institusi fesyen Indonesia dan Busan untuk berkomitmen membangun dampak yang positif,” ujar Chairman JF3, Soegianto Nagaria saat jumpa pers JF3 di Gafoy, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/7/2025).
Dengan kesempatan ini, desainer Indonesia bisa belajar tentang kemampuan dan budaya dari para desainer dari Korea Selatan, begitu pula sebaliknya.
“Kemungkinan bersar ada kesempatan untuk membawa desainer lokal ke Korea. Tapi untuk kungjungan pertama, kami akan mempelajari dan mengamati dulu situasi di sana,” ujarnya. (evi)











































