- iklan -

JAKARTA, ITN- Choi Chung-hoon, desainer mode asal Korea Selatan dan pendiri merek DOUCAN. Ia menempuh pendidikan di Prancis di Studio Bercot dan memulai karirnya bekerja dengan merek-merek mewah seperti Chanel, Kenzo, dan Dior.

Setelah kembali ke Korea, ia meluncurkan DOUCAN pada tahun 2011, yang dikenal dengan warna-warna berani, motif grafis, dan desain terinspirasi alam yang memadukan fantasi Timur dengan gaya moderen.

-iklan-

Merek DOUCAN merupakan merek busana wanita Korea, dikenal dengan cetakan yang cerah dan terinspirasi alam serta siluet yang elegan. Merek ini memadukan estetika Timur tradisional dengan mode moderen.

Choi, yang menempuh pendidikan di Prancis dan bekerja dengan rumah mode seperti Kenzo dan Chanel, membawa visi artistik unik ke DOUCAN melalui grafis buatan tangan dan warna-warna berani. Merek ini secara rutin tampil di pekan mode internasional, dan desainnya telah dikenakan oleh bintang-bintang Korea. DOUCAN terus mendapatkan pengakuan global atas gaya yang halus namun ekspresif.

Baca juga: https://indonesiatripnews.com/perjalanan-wisata/kuliner/menteri-ekraf-buka-jakarta-fashion-food-festival-2025-dukung-industri-kreatif-sebagai-kekuatan-ekonomi-nasional/

Baca juga: https://indonesiatripnews.com/gaya-hidup/jf3-fashion-festival-2025-hadirkan-tiga-desainer-korea-selatan/

Tema yang diangkat DOUCAN, yakni “Rekontruksi Memori”, momen-momen direkontruksi secara tidak sadar. Memori-memori yang terakumulasi DOUCAN ditarik keluar.

Choi Chung-hoon Hadirkan Tema "Rekontruksi Memori" di Ajang JF3 Fashion Festival 2025
foto. ist

Memori-memori tersebut berevolusi menjadi bentuk lain, seperti organisme hidup dengan satu kekuatan hidup. Koleksi-koleksi yang direkonstruksi yang melacak kembali kenangan dari koleksi-koleksi yang telah dipamerkan sejak awal peluncuran hingga saat ini. ‘

“Kenangan-kenangan tersebut direkonstruksi secara tidak sadar, mengandung DNA saya. Ia mengandung semua kenangan yang saya sukai. Ini adalah koleksi yang menggambarkan diri saya dengan baik,” ujar  desainer Choi Chung-hoon dalam rangkaian acara JF3 di Gafoy, Summarecon Mall Kelapa Gading, Jakarta Utara, Sabtu (26/7/2025).

Motif cetak asli DOUCAN yang megah dan etnik dengan warna seperti emas dan merah menampilkan barang-barang unik DOUCAN dengan kombinasi detail berani dan siluet trendi. Megah dan halus dalam detailnya, cukup untuk menangkap sensitivitas unik DOUCAN.

“Saya tertarik pada motif karena saya menggambarnya sendiri. Ada motif batik di Indonesia. Sangat indah. Saya berencana untuk melihat banyak motif batik selama kunjungan ini,” ungkapnya.

https://indonesiatripnews.com/gaya-hidup/re-rheee-refleksi-filosofis-sifat-sementara-tren-mode/

Baca juga: https://indonesiatripnews.com/gaya-hidup/fesyen/desainer-korea-baek-juhee-angkat-elemen-hanbok-tradisional-dalam-gaya-kontemporer/

Menurutnya, setiap koleksi yang ditampilkan dibuat menggunakan wig bekas. Tassel yang terbuat dari wig tersebut direkonstruksi menjadi jaket cape, dan digunakan sebagai detail pada tas, jaket, sepatu bot, dan gaun satu potong untuk menciptakan koleksi yang mengesankan. Tassel rambut yang bergerak dinamis sesuai dengan langkah model membuat peragaan busana DOUCAN semakin megah dan dramatis.

“DOUCAN menampilkan 20 potongan, saya menyesal tidak dapat menampilkan lebih banyak potongan. Jika saya memiliki kesempatan seperti ini lagi, saya ingin menampilkan lebih banyak potongan,” ungkapnya.

Secara umum menurutnya, koleksi ini dibuat sesuai pesanan. Beberapa item tersedia untuk pesanan langsung. Beberapa item dalam koleksi ini akan segera dirilis.

Pada acara fashion show DOUCAN menampilkan Video avatar 3D yang mengandung identitas DOUCAN. Video ini dibuat bekerja sama dengan perusahaan yang memiliki teknologi simulasi kostum 3D terbaik di dunia.

“Musiknya diciptakan oleh komposer K-pop Korea terkenal yang menciptakan lagu-lagu idola K-pop seperti U-KISS dan Jay Park. Dia adalah teman berharga saya dan terus menciptakan musik untuk pertunjukan mode DOUCAN,” tutup Choi Chung-hoon. (evi)

- iklan -