JAKARTA, ITN– TAZA IMPACT, inisiatif sosial dari TAZA sebagai brand modest Indonesia, menghadirkan “Becoming Muslim in Borderless World”, sebuah forum yang mempertemukan akademisi, praktisi, komunitas, dan masyarakat untuk mendiskusikan dinamika kehidupan Muslim di era global.
Dalam kesempatan tersebut, TAZA Impact mewadahi Fitya Center Indonesia secara resmi meluncurkan buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas karya Ustadz Abdurrahman Zahier, sebuah panduan fikih dan spiritualitas bagi Muslim Indonesia yang tinggal, belajar, bekerja, maupun bepergian ke negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.
Selain peluncuran buku, acara juga menghadirkan sesi diskusi bersama Budhi Dharma, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, serta Vikra Ijas, CEO KitaBisa, yang dimoderatori oleh Reda Samudera. Bagaimana Muslim Indonesia dapat menjaga identitas keislamannya sekaligus berkontribusi sebagai bagian dari masyarakat global yang beragam.

“Di TAZA, kami percaya bahwa sebuah dampak tidak selalu dimulai dari langkah yang besar, tetapi dari ruang-ruang yang mempertemukan orang, ilmu, dan nilai. Melalui TAZA IMPACT, kami ingin menghadirkan ruang kolaborasi yang relevan dengan tantangan umat hari ini,” ujar Founder TAZA, Ashila Ramadhani pada acara peluncuran buku ‘Kompas Muslim di Negeri Minoritas’ di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).
Menurut Ashila, ‘Becoming Muslim in Borderless World’ menjadi salah satu ikhtiar TAZA untuk mendukung lahirnya lebih banyak karya yang membekali Muslim Indonesia agar tetap percaya diri menjalankan nilai-nilai Islam, di mana pun mereka berada.
Mengangkat isu kehidupan Muslim di negara minoritas, TAZA IMPACT memfasilitasi peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas
Mobilitas masyarakat Indonesia yang terus meningkat membuat semakin banyak warga negara Indonesia menjalani kehidupan di berbagai belahan dunia dengan latar belakang budaya dan agama yang beragam. Di tengah terbukanya peluang untuk menempuh pendidikan, membangun karier, maupun mengembangkan jejaring global, banyak Muslim Indonesia juga dihadapkan pada tantangan baru dalam menjalankan kehidupan beragama.
Bagaimana menemukan masjid ketika adzan tidak terdengar? Bagaimana memastikan makanan halal di lingkungan yang belum familiar dengan kebutuhan Muslim? Hingga bagaimana menjaga identitas keislaman sekaligus membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat setempat? Berbagai pertanyaan tersebut menjadi bagian dari realitas yang dihadapi Muslim Indonesia di negara-negara dengan populasi Muslim minoritas.
Berangkat dari kebutuhan tersebut, buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas hadir sebagai panduan praktis yang menggabungkan perspektif fikih dan spiritualitas untuk membantu Muslim Indonesia menjalani kehidupan di lingkungan multikultural.
Tidak hanya membahas aspek ibadah, buku ini juga mengajak pembaca untuk memahami bagaimana tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Islam, sekaligus menjadi pribadi yang adaptif, terbuka, dan mampu memberikan kontribusi positif di mana pun berada.

Menjadi Muslim di negeri minoritas bukan berarti menjadi Muslim yang lebih sedikit, melainkan belajar menghadirkan Islam dengan hikmah, akhlak, dan kebijaksanaan. “Saya berharap buku ini dapat menjadi teman perjalanan yang membantu setiap Muslim tetap menjaga prinsip agamanya, sekaligus mampu hidup berdampingan, memberi manfaat, dan menjadi representasi Islam yang membawa rahmat bagi siapa pun di sekitarnya,” ungkap Ustadz Abdurrahman Zahier, penulis Kompas Muslim di Negeri Minoritas.
Sebagai inisiatif sosial dari TAZA, TAZA IMPACT hadir dengan keyakinan bahwa setiap langkah yang dilakukan hari ini dapat menciptakan dampak yang bermakna bagi masa depan. Melalui empat pilar utama, yaitu Spiritual, Educational, Social, dan Environmental, TAZA IMPACT secara konsisten menghadirkan berbagai program yang mendorong pembelajaran, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pemberdayaan masyarakat.
Acara “Becoming Muslim in Borderless World” menjadi salah satu implementasi dari pilar Spiritual, dengan menghadirkan ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk berbagi wawasan dan pengalaman mengenai kehidupan Muslim di dunia yang semakin terhubung.
Melalui kolaborasi bersama Fitya Center Indonesia, TAZA IMPACT berharap peluncuran buku Kompas Muslim di Negeri Minoritas dapat menjadi bekal yang relevan bagi semakin banyak Muslim Indonesia yang menjalani kehidupan lintas negara.
Lebih dari sekadar panduan praktis, buku ini diharapkan mampu menjadi kompas yang menguatkan keyakinan, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya Muslim yang tidak hanya mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, tetapi juga terus membawa nilai-nilai Islam sebagai rahmat bagi lingkungan sekitarnya.











































