- iklan -

JAKARTA, ITN- Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) dan Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), bekerja sama dengan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pariwisata, Kementerian UMKM, serta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Belanja di Indonesia Aja (BINA) Lebaran 2026.

BINA Lebaran 2026 merupakan bagian dari program Belanja di Indonesia Aja. Kegiatan yang menjadi momentum strategis dalam memperkuat konsumsi domestik menjelang Hari Raya Idul Fitri ini akan berlangsung pada 6–30 Maret 2026 di lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia, termasuk gerai di stasiun dan bandara.

-iklan-

Sebelumnya, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Ekonomi Kreatif, HIPPINDO, dan APPBI telah menggelar kegiatan Bangga Berwisata di Indonesia (BBWI) Travel Fair 2026 sebagai ajang promosi paket wisata domestik sekaligus aktivasi kampanye Belanja di Indonesia Aja. BBWI Travel Fair menjadi bagian dari sinergi nasional antara kampanye wisata dan gerakan belanja dalam negeri menjelang puncak musim Lebaran 2026. Mengusung tema “Meraya Bersama”, kegiatan ini diikuti oleh 28 seller dari industri pariwisata, UMKM, dan ritel Indonesia.

Mewakili Kementerian Pariwisata, Staf Ahli Bidang Transformasi Digital dan Inovasi Pariwisata Kementerian Pariwisata, Masruroh menyampaikan bahwa momentum Lebaran merupakan periode pergerakan wisatawan nusantara yang sangat signifikan. “Periode Lebaran selalu menjadi pendorong utama pergerakan wisata domestik. Sinergi antara BBWI dan BINA akan memperkuat dampak ekonomi di berbagai daerah. Ketika wisatawan bergerak, sektor perhotelan, transportasi, kuliner hingga ritel akan ikut terdorong. Integrasi wisata dan belanja menjadi strategi efektif untuk memperpanjang lama tinggal dan meningkatkan belanja wisatawan,” ujar Masyuroh saat Konferensi pers BINA Lebaran 2026 yang bertepatan dengan rangkaian kegiatan BBWI Travel Fair yang digelar pada 13–15 Februari 2026 di Mosaic Walk, Kota Kasablanka Mall, Jakarta.

HIPPINDO Optimis BINA Lebaran 2026 dan BBWI Tingkatkan Pergerakan WisatawanSementara Wakil Ketua Umum HIPPINDO, Fetty Kwartati, menegaskan bahwa momentum Lebaran merupakan periode paling penting bagi industri ritel nasional. “Pesta diskon ini merupakan bagian dari kampanye Belanja di Indonesia Aja untuk meningkatkan perputaran ekonomi nasional,” ungkapnya.

Ia juga menekankan bahwa sektor ritel dan pariwisata tidak dapat dipisahkan. “Wisata dan belanja itu satu kesatuan. Sinergi BBWI dan BINA sangat relevan untuk meningkatkan traffic kunjungan sekaligus mendorong transaksi domestik. Ketika wisatawan bergerak, hotel bergerak, transportasi bergerak, UMKM bergerak, dan retail tenant mall ikut bergerak,” ujar Fetty.

Ia mengatakan, “BINA Lebaran tahun ini targetnya Rp50 trioliun lebih, pesertanya 800 brand kurang lebih 80 gerai dan juga diikuti lebih dari 400 anggota mal di seluruh Indoneakan berpartisipasi dengan potongan harga hingga 70%, termasuk brand global yang turut serta. Fokus kami adalah mendorong belanja domestik dan meningkatkan perputaran uang selama Lebaran”.

Mengenai target transaksi tersebut diproyeksikan meningkat sekitar 10%-15% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurutnya, ia optimis pertumbuhan itu seriring dengan kolaborasi lintas kementerian, asosiasi, dan pelaku usaha yang dilakukan secara serentak melalui berbagai program dan kampanye.

Fetty turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui instalasi dekoratif bernuansa Imlek dan Lebaran di pedestrian sepanjang Jalan MH Thamrin–Sudirman. “Anggota HIPPINDO berpartisipasi aktif melalui alignment dekoratif, aktivasi brand, serta penyampaian berbagai promo kepada masyarakat. Koridor Sudirman–Thamrin kini menjadi etalase kreativitas ritel Indonesia yang terintegrasi dengan promosi wisata dan belanja. Inilah integrasi nyata BBWI dan BINA dalam memperkuat daya tarik Indonesia sebagai destinasi berwisata dan berbelanja,” ujarnya.

Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Darwin Tonggotua Siahaan, menegaskan bahwa Program “BINA” adalah strategi pemerintah untuk mendorong konsumsi domestik sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional. “Program ‘BINA’ dirancang untuk menciptakan efek positif bagi perekonomian, terutama melalui peningkatan pendapatan domestik. Dengan mempromosikan belanja di dalam negeri, baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara, Indonesia dapat meningkatkan sektor belanja dan kuliner. Ini tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata tetapi juga menciptakan pasar yang lebih kuat untuk produk lokal dan UMKM,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan Kementerian Perdagangan, Bambang Wisnubroto, menambahkan bahwa penguatan konsumsi domestik menjadi prioritas pemerintah. “Program BINA Lebaran 2026 diharapkan mampu meningkatkan transaksi ritel secara signifikan serta menjaga peredaran uang tetap berputar di dalam negeri. Kolaborasi lintas kementerian dan asosiasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam menggerakkan ekonomi nasional,” ujarnya.

“Lebih dari 400 pusat perbelanjaan anggota APPBI siap menghadirkan program promosi terpadu, event tematik Ramadan, dan Lebaran, serta berbagai aktivasi untuk meningkatkan traffic kunjungan. Kami optimistis momentum ini akan menjadi salah satu periode terbaik bagi industri pusat perbelanjaan tahun ini,” ujar Wisnubroto.

Dengan sinergi antara program BBWI dan BINA Lebaran 2026, pemerintah dan pelaku usaha optimistis momentum Lebaran tahun ini akan menjadi pengungkit utama peningkatan perjalanan wisatawan nusantara sekaligus penguatan konsumsi domestik secara berkelanjutan.

Turut hadir dalam kesempatan konferensi pers tersebut, antara lain Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Erwita Dianti; Direktur Kuliner Kementerian Ekonomi Kreatif, Andy Ruswar dan Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), yang diwakili oleh Ketua Bidang Program Promosi DPP APPBI sekaligus General Manager Kota Kasablanka, Bapak Agung Gunawan. (evi)

- iklan -