CIREBON, ITN – Empal gentong jadi kuliner khas Cirebon. Menu yang terdiri dari daging sapi dengan kuah santan kuning sudah tidak asing lagi bagi Kota Cirebon yang mendapat julukan Kota Udang.

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih empat jam dari Jakarta, Indonesiatripnews.com bersama rombongan “Forum Wartawan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Forwaparekraf) Press Tour & Seminar Series 2020” singgah di Rumah Makan legendari H Apud yang menyajikan sajian khas kuliner tersebut, Kamis siang (27/8/20).

Mengingat protokol kesehatan saat pandemi Covid-19, terlihat sebuah banner besar berwarna hijau terbentang di depan pintu masuk agar pengunjung dapat langsung mencuci tangan, jaga jarak, dan memakai masker.

Penikmat Empal Gentong RM H Apud bukan hanya warga Cirebon saja tetapi juga dari Jakarta, Bogor, Bekas,i dan dari daerah lainnya.

Sepiring nasi dengan empal gentong yang terdiri dari irisan daging sapi yang juga ditambah jeroan, taburan kucai dan bawang goreng, serta seporsi sate kambing muda menjadi  menu makan siang yang disajikan RM H Apud yang terletak di salah satu cabangnya Jalan Tuparev Kota Cirebon.

Empal Gentong berkuah santan, namun bagi  yang tak menyukai santan, bisa memilih menu Empal Asem.

Bumbu Empal Asem dan Empal Gentong masih sama, hanya saja Empal Asem mengganti santan dengan belimbing wuluh.

Untuk mendapat cita rasa empal yang lezat, irisan daging dan bumbu Empal Gentong RM H Apud dimasak secara bersamaan dalam sebuah gentong, dengan kayu akar sebagai bahan bakarnya.

Empal gentong berbahan dasar kaldu sapi, santan, kunyit, lada, jintan dan bumbu rahasia lain yang dimasak dalam gentong tanah liat.

Tidak hanya makan ditempat, Rumah Makan H Apud yang memiliki nama asli Mahfudz ini juga menyajikan empal gentong dalam kemasan kaleng yang bisa dijadikan oleh-oleh. Bisa dinikmati di rumah.

Empal gentong kemasan kaleng ini bisa bertahan selama satu tahun. Walau menggunakan bahan baku santan, tetapi tidak basi mengingat empal gentong kemasan ini sudah diolah dengan mesin canggih.

Empal Gentong kemasan yang praktis ini ditawarkan dengan harga Rp35.000 per kaleng. Tinggal membuka kemasan kaleng empal gentong lalu menghangatkannya. Ada  beberapa varian rasa yang ditawarkan dengan melihat warna kalengnya, yakni warna cokelat adalah Empal Gentong Ori dan pedas, kaleng merah jambu (pink) Empal Asem Pedas, kaleng warna hijau Bumbu Empal Gentong, dan kaleng biru Bumbu Empal Asem.

Sebagai minumannya RM H Apud menyajikan pilihan Es Tawuran yang dibandrol Rp15.000.

Es Tawuran yang menggunakan wadah batok kelapa ini terdiri dari potongan melon, timun suri, alpukat, nata de coco, jelly, nangka, durian, dengan kuah susu.

“Saat pandemi Covid-19 ini sempat empat bulan berhenti, dua cabang kami tutup tapi di Jl Juanda, kedai pertama tetap buka. Setelah buka kembali bulan Juli lalu per hari terjual 100 mangkok dan saat week end bisa menjual 500 mangkok,” ujar Ade Fitria, adik ipar H Apud yang mengelola kedai EmpaL Genton cabang keduanya ini.

Selesai makan siang, perjalanan indonesiatripnews selanjutnya, yakni mengunjungi Keraton Kasepuhan yang telah buka untuk wisatawan dengan tentunya menerapkan protokol kesehatan yang ketat. https://indonesiatripnews.com/berita/kota-cirebon-terapkan-3m-di-setiap-destinasi-wisata/(Sishi)