JAKARTA, ITN– Danone Indonesia menggelar program bertajuk ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy, berkolaborasi dengan komunitas Stellar Women yang berfokus terhadap pemberdayaan perempuan Indonesia dan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE).

Dalam suasana perayaan Hari Perempuan Sedunia, program kolaborasi ini diharapkan dapat membantu memberikan dukungan terhadap perempuan pelaku usaha kecil dan menengah (UKM), serta meningkatkan kemampuan perempuan dalam berbisnis yang ramah lingkungan dan menjadi pemimpin di lingkungannya.

Saat ini, terdapat sekitar 22 juta dari total 85 juta perempuan Indonesia yang aktif dalam berbagai kegiatan wirausaha. Selain itu, sebuah studi menunjukkan bahwa terjadi peningkatan terhadap peran pemimpin perempuan dalam bisnis. Namun, masih banyak perempuan yang membutuhkan dukungan agar dapat memulai bisnis, menjadi pemimpin, serta membangun dampak sosial dan lingkungan positif melalui usaha mereka. Terlebih, penurunan kondisi ekonomi dapat mempengaruhi bisnis dan UKM, termasuk yang dikelola perempuan.

Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto.

“Melalui visi One Planet, One Health, Danone Indonesia berkomitmen untuk membawa kesehatan ke sebanyak mungkin masyarakat, termasuk melalui pengembangan sumber daya manusia dan pemberdayaan perempuan. Untuk itu, dibutuhkan program pemberdayaan perempuan yang dapat membantu mereka untuk beradaptasi hingga mampu menjadi pemimpin dan pembawa perubahan bagi lingkungannya.” ujar Vice President General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto pada acara Virtual Media Gathering Stellar Women Entrepreneurship Academy yang diselenggarakan Danone Indonesia, Jumat (12/3/21).

Menurut Vera Galuh Sugijanto, perempuan memiliki peranan besar di masyarakat, mulai dari menjaga kesehatan anak dan keluarga, hingga berkarya melalui pekerjaan atau usahanya, serta Komitmen Danone Indonesia yang salah satunya adalah mendukung dan menginisiasi program pemberdayaan perempuan.

“Danone Indonesia berkomitmen untuk terus berupaya mendukung dan menginisiasi program-program pemberdayaan perempuan, salah satunya dengan kerja sama melalui Stellar Women Entrepreneurship Academy. Inisiatif tersebut juga merupakan perwujudan dari salah satu visi Sustainable Development Goals pada sektor Kesetaraan Gender yang dicanangkan oleh pemerintah,” jelasnya lebih lanjut.

Sementara Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati Faiz menjelaskan peran perempuan sangat penting bagi pemulihan perekonomian yang saat ini terpuruk akibat pandemi Covid19, terutama di bidang usaha.

Head of Programmes UN Women Indonesia, Dwi Yuliawati Faiz.

“Akan tetapi harus diakui bahwa kepemimpinan perempuan di dunia usaha, bahkan sebelum pandemi, masih memiliki tantangan, oleh karena itu kami menyambut baik
inisiatif dari Danone di Indonesia ini yang memfasilitasi lahirnya perempuan-perempuan pemimpin di dunia usaha,” jelasnya.

Lebih jauh Dwi Yuliawati Faiz mengatakan hasil kajian dari UN Secretary General’s High Level Panel dalam Women’s Economic Empowerment menunjukkan bahwa memposisikan perempuan dalam posisi pemimpin dapat memberikan kontribusi yang positif bagi dunia usaha.

Program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’ akan dimulai pada Maret 2021, seiring dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 8 Maret. Dirancang untuk 50 perempuan Indonesia pelaku UKM terpilih, program “Stellar Women Entrepreneurship Academy” berusaha untuk melahirkan kaum perempuan dengan kepemimpinan yang mumpuni dan mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sosialnya.

Founder Stellar Women, Samira Shihab.

“Stellar Women Entrepreneurship Academy akan terdiri dari beragam sesi kelas online yang akan berisi materi tentang product development, sales, branding, marketing, leadership, dan self-confidence. Sesi kelas online tersebut akan menyajikan beragam contoh kasus yang meliputi permasalahan, solusi, impact, dan takeaways-nya,” ujar Founder Stellar Women, Samira Shihab.

Lebih lanjut Samira mengatakan, “Alasan utama mengadakan program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’ merupakan bentuk misi kami dalam empowering women to be the next generation of leaders. Salah satu caranya yaitu dengan memberikan akses untuk menambah entrepreneurial skills mereka, dan juga menyediakan platform untuk knowledge sharing dan networking”.

Beberapa tokoh perempuan yang akan dilibatkan dalam program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’ ini antara lain, yakni pendiri Narasi TV Najwa Shihab, CEO Burgreens Helga Angelina, Founder, CEO Sayurbox Amanda Cole, Co Founder Wecare.id Mesty Ariotedjo, CEO Sintesa Group Shinta Kamdani, VP Marketing Danone SN Indonesia Sri Widowati dan masih banyak sosok-sosok perempuan sukses di bidangnya masing-masing yang akan berlaku sebagai pembicara.

Berdasarkan riset yang dilakukan IBCWE bersama dengan UN Women dan IGCN pada tahun 2018, dari 50 perusahaan top Indonesia hanya 28 persen perusahaan yang memiliki perempuan di jajaran direksi. Hal ini menjadi salah satu alasan IBCWE untuk terlibat dalam program ini.

Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment, Maya Juwita.

“Kami melihat porsi peran pemimpin perempuan dalam bisnis masih terbilang stagnan dalam beberapa tahun terakhir. Pentingnya kesadaran akan potensi perempuan secara utuh dan penuh, yang dapat digunakan untuk memimpin dan menjalankan bisnis sangatlah penting,” ujar Executive Director Indonesia Business Coalition for Women Empowerment, Maya Juwita.

Tentunya hal ini menurut Maya tidak dapat dilakukan sendiri. “Kami turut senang dapat berpartisipasi dalam program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’, di mana kegiatan ini merupakan salah satu langkah efektif dalam mendukung perempuan untuk mewujudkan potensi mereka sehingga dapat menjadi pemimpin dalam bisnis yang memberikan dampak sosial untuk lingkungan sekitar”.

“Kami sangat mengapresiasi perusahaan, institusi, organisasi yang memberikan perempuan kesempatan yang setara untuk menduduki jabatan-jabatan penting, contohnya seperti Danone Indonesia yang bahkan memiliki sekitar 50% perempuan yang menduduki jajaran direksi pada tahun 2019,” ungkap Maya Juwita.

Ketahanan ekonomi negara tidak lepas dari pertumbuhan UKM yang termasuk di dalamnya adalah pelaku usaha perempuan.

Asdep Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Eni Widiyanti.

“Secara umum, pandemi Covid-19 mengguncang industri UKM yang mana banyak digeluti oleh perempuan. Kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan peluang dalam kondisi seperti ini merupakan sebuah keharusan. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, dan organisasi sangat dibutuhkan untuk memberikan akses lebih banyak kepada para perempuan Indonesia, untuk meraih potensinya secara penuh sehingga dapat menjadi pemimpin dalam bisnis yang tidak hanya memajukan industri tetapi juga memberikan dampak sosial terhadap lingkungan,” jelas Asdep Pengarusutamaan Gender Bidang Ekonomi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA), Eni Widiyanti.

Pada penghujung program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’, Danone Indonesia dan Stellar Women akan memilih lima ide bisnis terbaik dan satu peserta terbaik yang akan diberikan dukungan pendanaan untuk menjalankan bisnisnya serta diberikan kesempatan untuk mendapatkan one on one mentoring session.

Perempuan pelaku UKM di Indonesia yang berminat untuk mengikuti program ‘Stellar Women Entrepreneurship Academy’ ini dapat mengajukan pendaftaran di bit.ly/stellar-academy yang nantinya ditunggu paling lambat hingga 18 Maret 2021. (evi)