JAKARTA, ITN – ShopeePay bersama ukmindonesia.id, hadirkan seri terakhir pelatihan virtual sebagai kelanjutan dari peluncuran buku panduan UMKM “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay”.

Mengusung topik “Strategi Kolaborasi untuk Tingkatkan Penjualan pada Kanal Digital”, pelatihan UMKM turut dihadiri oleh pembicara dari berbagai bidang, yakni dr. Shirley Oslan, Founder Mad For Makeup; Raldiano Fawzi, Social Media Consultant, dan Eka Nilam Dari, Head of Business and Partnerships ShopeePay.

Dalam menutup rangkaian program pelatihan yang diadakan oleh ShopeePay bersama UKMIndonesia.id., Head of Business and Partnerships ShopeePay, Eka Nilam Dari mengatakan apresiasinya akan antusiasme peserta dan harapannya pada sesi akhir kali ini.

” Kami sangat mengapresiasi antusiasme para peserta pada sesi kali ini yang membahas lebih lanjut mengenai potensi dan strategi kolaborasi pada kanal digital untuk meningkatkan penjualan. Kami harap pembahasan ini dapat menginspirasi serta menambah wawasan bagi para peserta untuk mengoptimalkan bisnis mereka sesuai dengan perkembangan pasar,” ujar Eka Nilam Dari.

Lebih lanjut, Eka Nilam Dari menambahkan bagi para pelaku usaha yang ingin mendalami strategi bersaing dapat mengakses buku panduan ShopeePay tersebut.

” Pelaku usaha yang sedang mendigitalisasi bisnis atau ingin mendalami strategi bersaing di tengah kompetisi pasar juga dapat mengakses buku panduan Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay yang merangkum seluruh materi yang telah dibawakan pada sesi pelatihan ShopeePay bersama ukmIndonesia.id”, tambahnya.

Selain menghadirkan buku Tiga Langkah Menginisiasi Kolaborasi Bisnis , Raldiano Fawzi salah satu Social Media Consultant ukmindonesia.id mengatakan kolaborasi yang dijalankan dengan strategi, tujuan, dan partner yang tepat, dapat melambungkan produk UMKM.

” Sangat penting bagi pelaku UMKM untuk terus mengeksplorasi ide kreatif yang bisa disinergikan dengan mitra kolaborasi yang nantinya dapat menambah pasar baru dan menjaga loyalitas konsumen. Saya harap, peserta pelatihan semakin percaya diri untuk menjajaki kolaborasi sebagai salah satu strategi untuk mengembangkan bisnis mereka,” ujar Raldiano Fawzi.

Dalam sesi pelatihan di akhir sesi tersebut, terdapat 3 langkah utama yang harus diimplementasikan oleh para pelaku usaha saat menjalankan kolaborasi bisnis, yaitu diantarnya.

  • Dalami Profil Calon Mitra

Dalam proses memperluas pasar serta meningkatkan daya saing, kolaborasi membuka potensi bagi pelaku bisnis untuk menjangkau konsumen dalam skala yang lebih besar.

Saat menginisiasi calon mitra, Founder Mad For Makeup, dr. Shirley Oslan menjelaskan penting untuk melakukan background check agar terlihat profil mitra bisnis yang sehat.

“Saat menginisiasi calon mitra kolaborasi, penting untuk melakukan “background check” dan menyeleksi profil mitra yang memiliki profil bisnis yang sehat, serta memiliki target audiens yang serupa. Selain itu, melakukan riset citra dan persepsi konsumen terhadap calon mitra juga dapat dilakukan untuk memastikan kolaborasi tetap relevan dan dapat diterima dengan baik oleh target audiens kita nantinya,” jelasnya.

Menjadi salah satu brand favorit yang dikenal dengan inovasi dan kolaborasi produk yang kerap menarik perhatian, Mad for Makeup pernah mengeluarkan produk make up unik bersama pemain dari industri lain, seperti perusahaan consumer goods Orang Tua.

  • Pelajari Kolaborasi Sebelumnya

Mengetahui rekam jejak calon mitra, khususnya terkait kolaborasi yang pernah dilakukan, sangat penting untuk memastikan rencana kolaborasi mendatang serta dapat membantu mencapai tujuan yang diinginkan.

Pelajari studi kasus kolaborasi sebelumnya, apa yang berjalan dengan baik, perbaikan yang perlu dilakukan, serta potensi apa yang dapat dijadikan inovasi dalam kolaborasi selanjutnya.

Dalam tahap ini, pelaku bisnis dapat meminta umpan balik kepada organisasi atau bisnis yang pernah berkolaborasi dengan calon mitra.

  • Petakan Potensi Kolaborasi

Saat merencanakan kolaborasi dengan calon mitra, ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan oleh kedua belah pihak sejak awal.

Adapun aspek yang harus diperhatikan yaitu, tujuan kolaborasi, kebutuhan konsumen/solusi yang ingin dijawab, signifikansi kolaborasi, serta inovasi yang dapat dilakukan melalui kolaborasi.

Selain kedua aspek tersebut, tak lupa untuk tentukan jenis kolaborasi yang akan dilakukan. Apakah dengan co-branding yang memasarkan produk baru, atau co-marketing yang memasarkan produk masing-masing.

Yang tak kalah penting, pastikan periode setiap tahapan kolaborasi, mulai dari persiapan hingga penjualan agar momentum dapat dimanfaatkan dengan maksimal.

Materi kolaborasi ini serta berbagai topik lainnya mengenai strategi bisnis untuk UMKM turut diulas secara mendetail dalam buku panduan UMKM ShopeePay yang dapat diunduh secara gratis via laman situs ShopeePay.

Buku panduan “Bisnis Bangkit Bersama ShopeePay” hadir sebagai dukungan bagi pelaku UMKM di Indonesia, berisikan pedoman yang dapat membantu pelaku UMKM untuk mengembangkan bisnisnya dan bangkit dari iklim bisnis pasca pandemi melalui teknologi.

Guna mendukung UMKM dari sektor mikro agar semakin bertumbuh dan berdaya di era digital, ShopeePay juga menghadirkan fitur Transfer ShopeePay yang dapat dimanfaatkan pelaku usaha yang mengandalkan metode transfer untuk kebutuhan transaksi pelanggannya.

Fitur tersebut memberikan keuntungan yaitu layanan transfer ke berbagai bank tanpa biaya admin, bebas kuota transfer harian, dan langsung sampai (real time transfer).

Pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan fitur Registrasi Mandiri di aplikasi Shopee Partner untuk bergabung dalam ekosistem ShopeePay dan ShopeeFood.

Fitur Registrasi Mandiri di aplikasi Shopee Partner akan mempersingkat waktu pendaftaran merchant ShopeePay dan ShopeeFood menjadi hanya satu hingga lima hari kerja, terhitung dari proses submisi data oleh pelaku usaha, verifikasi data, hingga aktivasi merchant.
Unduh aplikasi Shopee Partner melalui App Store atau Google Play.

Melalui aplikasi Shopee Partner, pelaku usaha dapat mengakses berbagai fitur untuk mendukung operasional harian, seperti pembaruan daftar pesanan dan jumlah transaksi secara real-time, pengaturan jam operasional, serta mengubah dan menambah menu.