LOMBOK, ITN- Indonesia kaya akan keindahan alamnya, walaupun hujan mengguyur Kota Mataram namun tak menyurutkan saya bersama keluarga untuk melakukan perjalanan wisata tentunya dengan menjalankan protokol kesehatan.

Obyek wisata alam Air Terjun Benang Kelambu yang terletak di Kawasan Geopark Rinjani, Lombok Tengah menjadi pilihan kami. Bisa dipastikan walaupun musim hujan, wisatawan akan tetap dapat menikmati air terjun yang jernih dan aman karena air berasal dari mata air tanah pegunungan yang seakan tiada habis. Aliran airnya pun cukup aman untuk anak-anak yang ingin berenang.

Nama Air Terjun Benang Kelambu diambil dari penampakan air terjun yang terlihat seperti untaian benang kelambu.

Dengan dua kendaraan sepeda motor kami menuju kawasan wisata alam tersebut. Perjalanan cukup lancar melewati jalan pedesaan yang beraspal baik. Kurang lebih 1,5 jam dengan kecepatan rata-rata 50 km per jam dengan jarak sekitar 35 km kami pun sampai.

Fasilitas parkir di kawasan geopark ini cukup luas, namun sebelum masuk pengunjung harus membeli tiket masuk, yakni Rp5.000 untuk orang dewasa dan untuk anak-anak free. Pengunjung disiapkan fasilitas cuci tangan dan dihimbau agar tetap memakai masker sebagai tanda lokasi wisata tetap menjalankan protokol kesehatan di masa pandemi.

Ketika masuk gerbang ada dua pilihan untuk sampai ke lokasi Air Terjun Kelambu, yakni naik ojek motor dengan tarif Rp35.000 per motor (pp) atau jalan kaki menempuh jalur setapak hutan dengan peluang melewati Air Terjun Benang Stokel.

Dan kami memutuskan untuk memilih jalan kaki dengan memastikan kondisi badan fit. Ternyata perjalanan memasuki kawasan tersebut dengan berjalan kaki cukup mengejutkan, karena pengunjung akan disambut beberapa monyet yang berkeliaran. Tak perlu takut, karena monyet-monyet tersebut tidak akan menyerang manusia asalkan tidak menenteng makanan.

Perjalanan jalur setapak yang kami lewati cukup menguras tenaga, mengingat banyaknya jalan yang menanjak dan turunan. Ketika melewati Air Terjun Stokel, tampak terlihat arus air yang sangat deras dan kami pun tidak dapat mendekat ke area tersebut. Air menjadi keruh hanya jika di hulu sungai sedang hujan deras dan ada bagian sisi yang longsor.

Kami meneruskan perjalanan hingga kurang lebih satu jam, akhirnya mulai terdengar suara gemuruh air terjun yang membuat kami bersemangat untuk segera mendekat ke lokasi Air Terjun Benang Kelambu tersebut.

Perjuangan perjalanan kaki yang tidak sia-sia rasanya ketika sampai dan melihat air terjun tersebut. Air Terjun Benang Kelambu berbentuk bagai tirai dengan beberapa kolam dangkal berundak-undak di bawahnya. Terlihat sangat indah dan menarik.

Air terjun ini sebenarnya cukup tinggi, namun karena terbagi menjadi beberapa tingkat, membuat terlihat lebih pendek daripada yang sebenarnya. Ditingkat pertama, air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 30 meter. Ini adalah air yang langsung jatuh dari mata air. Sedangkan tingkat kedua yang berada di bagian lebih bawah memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Yang ketiga tingginya hanya 5 meter saja. Tanaman hijau diantara derasnya air terjun menghiasi tebing Air Terjun Benang Kelambu. Tampak terlihat semakin indah dan menarik.

Tak enak dan tak sempurna kalau sudah sampai di Air Terjun Benang Kelambu tidak mandi dan berbasah-basahan di bawah air terjun. Rasa capek seakan hilang setelah air yang cukup dingin tersebut mengguyur sekujur tubuh.

Tak perlu khawatir di area wisata ini terdapat tempat penitipan barang, kamar ganti pakaian, toilet, kamar mandi, musolah, penyewaan tikar, dan juga ban berenang.

Waktu pun menjelang sore, pukul 16.00 WITA setelah menikmati keindahan Air Terjun Benang Kelambu kami beranjak pulang dan memilih menyewa ojek motor Rp20.000 per motor untuk sampai ke pintu gerbang.

Tampak terlihat sepi di pintu gerbang tersebut. “Sebenarnya banyak sekali warung-warung di sekitar gerbang namun karena pandemi, wisatawan yang datang menurun sehingga warung-warung tersebut tutup,” ungkap ojek motor yang mengantar kami. (Erna- KITers Lombok)

Tips Berwisata ke Air Terjun Benang Kelambu:

  1. Pergi pada waktu pagi hari
  2. Perhatikan peraturan yang berlaku di kawasan air terjun
  3. Sesuaikan alas kaki (akan lebih baik memakai sandal gunung)
  4. Membawa pakaian ganti
  5. Membawa bekal makanan dan minuman dalam satu tas