BANDA ACEH, ITN– PEMERINTAH Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh menggelar Festival Kuliner atau Aceh Culinary Festival (ACF) di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh selama tiga hari (5-7 Juli) 2019. Even ini diikuti ratusan pelaku industri kuliner dari seluruh Aceh.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Helvizar Ibrahim, secara resmi membuka acara Aceh Culinary Festival 2019, di Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (5/7/19).

Berbagai makanan khas daerah Aceh tampak ditampilkan di anjungan masing-masing saat festival berlangsung.

Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Helvizar Ibrahim, secara resmi membuka acara Aceh Culinary Festival 2019, di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Jumat (5/7/19). Helvizar menyambut gembira pencapaian Aceh Culinary Festival sebagai salah satu event kuliner terbesar Aceh yang kembali berhasil masuk dalam Top100 Event Nasional pilihan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia tahun 2019.

“Aceh Culinary Festival sudah berada pada tahun keenam pelaksanaannya dan sudah tiga tahun berturut-turut masuk agenda CoE (Calender of Events) Kementerian Pariwisata RI, diharapkan di tahun 2020 nanti, kegiatan ini tetap menjadi top event Wonderful Indonesia,” ungkap Helvizar dalam sambutannya.

Menurutnya sektor kuliner menjadi salah satu potensi yang menjanjikan bagi pariwisata Aceh. Pengaruhnya juga besar, misalnya Mie Aceh, Kopi Gayo, Ayam Tangkap, dan berbagai jenis makanan Aceh lainnya yang memengaruhi kuliner di luar Aceh.

“Bahkan hingga di Indonesia bagian timur pun, Mie Aceh disukai masyarakat luas. Kopi Gayo yang telah mendunia. Itu semua menjadi bagian budaya dan tradisi Aceh. Sebuah identitas yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pariwisata,” ujar Helvizar.

Lebih lanjut ia menyatakan, “Saat ini perputaran uang sudah mencapai Rp4,1 miliar dengan penjualan tertinggi tenant Rp70 juta dan penjualan terendah tenan Rp3,5 juta selama pelaksanaan acara”.

Pembukaan dimeriahkan oleh penampilan sejumlah penari tradisional Aceh, seperti tari Guel dan Aceh Traditional Dance Teatrikal, serta lantunan tembang oleh Faul Lida yang memanjakan telinga para tamu, tenan, dan masyarakat yang hadir.

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Staff ahli Menteri dari Kementerian Pariwisata, Esthy Riko Astuti, serta sejumlah pejabat daerah lainnya. Dalam sambutannya Esthy mengatakan, “Kuliner Aceh merupakan suatu proses rangkaian proses dari proses hulu ke hilir. Sebab komersialnya bisa dimulai dari wisata agrikultur, wisata organik, wisata pendidikan, wisata sejarah, sampai wisata membuat makan”.

Dalam portofolio pariwisata selama ini, sektor kuliner menyumbang sekitar 30-40 persen pendapatan pariwisata. Ekonomi kreatif berkontribusi sebesar 7,38 persen terhadap perekonomian nasional dengan total PDB sekitar Rp852,24 triliun, dari total kontribusi tersebut sektor kuliner menyumbang 41,69 persen.

“Kalau kuliner dibina dengan baik, semua aspek akan tersentuh. UMKM tersentuh, pariwisata, budaya juga tersentuh. Sangat luas pengaruhnya. Apalagi sektor perekonomian,” ujar Esthy.

Aceh Culinary Festival menjadi salah satu ajang atraksi wisatawan yang telah melewati serangkaian penilaian kriteria dan memiliki nilai komersial sehingga layak masuk agenda event CoE Nasional”.

“Diharapkan ke depan acara ini tidak cuma dilaksanakan tiga hari, namun lebih panjang lagi. Sehingga Aceh Culinary Festival dapat memperkuat program destinasi halal Aceh. Semoga tetap profesional dan menjadi event unggulan yang mampu menarik lebih banyak wisatawan,” ujarnya.

Sementara pakar kuliner Chef William Wongso yang juga hadir dan mengisir dalam salah satu kegiatan ACF 2019, mengatakan, “Membicarakan kuliner Aceh itu selalu menyenangkan. Karena sangat kuat cita rasa yang dihadirkannya. Ada asam, gurih, dan pedas. Belum lagi kekuatan rempahnya yang sangat luar biasa. Ragam olahannya banyak. Ini menjadi keunggulan tersendiri dari kuliner Aceh”. 

Acara ini, tampak terlihat memanjakan para pengunjung dengan 1.000 macam aneka kuliner khas dari 23 Kabupaten/Kota di Aceh, dan menurut Helvizar gelaran AC tercata selama tiga hari pelaksanaan dikunjungi lebih dari 62.000 orang. (aldi)