MAGELANG, ITN- Dusun Butuh  kini semakin viral dan dikenal. Wisatawan yang datang tidak hanya dari dalam kota, melainkan dari berbagai daerah. Terletak di lereng gunung Sumbing, Dusun Butuh, Kaliangkrik, memiliki kontur dan posisi pemukiman unik yang sedikit vertikal. Tak ayal banyak orang yang menyamakannya dengan daerah yang ada di Pegunungan Himalaya, yakni Nepal.

Karena itulah, desa yang masuk dalam kawasan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini mendapat predikat sebagai Nepal van Java. Pemukiman apik dengan pemandangan pegunungan, perkebunan, dan persawahan yang membentang ini, akan terlihat dramatis saat fajar menyingsing yang berselimut awan kabut sejauh mata memandang.

Jalan di sepanjang menuju Dusun Nepal van Java yang penuh dengan kendaraan yang parkir (foto: imam)

Tak heran keberadaan Dusun Butuh ini juga menjadi incaran para pecinta alam dan penggila swafoto berlatar pegunungan. Karena letaknya yang berada pada ketinggian 1.600 mdpl di kaki Gunung Sumbing, pengunjung akan memerlukan ekstra tenaga untuk bisa ke lokasi ini. Selain itu, Dusun Butuh juga menjadi salah satu jalur pendakian menuju puncak Gunung Sumbing.

Perjalanan saya ke Nepal van Java pada Minggu (11/10/2020) dimulai dari Kota Solo pukul 06.00 WIB untuk mengejar cuaca yang masih cerah. Setelah menempuh perjalanan dua jam, saya sampai di Pasar Kaliangkrik Magelang. Tak hanya saya yang datang dari Solo, beberapa teman yang berangkat dari Kendal dan Purbalingga sudah datang lebih awal. Setelah berkumpul saya dan peserta lainnya melakukan perjalanan menuju dusun yang viral itu.

Pesona Dusun Butuh Kaliangkrik Magelang dengan salah satu spot foto. (Imam)

Warga memasang tarif Rp2.000 setiap wisatawan yang datang. Uang tersebut digunakan untuk kebersihan lingkungan saja selebihnya menjadi kas dusun. Selain itu, pengunjung juga dibebani biaya parkir kendaraan Rp5.000 untuk roda empat dan Rp2.000 untuk roda dua.

Dalam perjalanan tepat di pertigaan SD Negeri Temanggung, Kaliangkrik jalan mulai menanjak dan kondisi jalan agak sempit. Disarankan bagi yang membawa mobil harus eksta hati-hati apabila bersimpangan dengan mobil di depannya dan  juga disarankan tidak memakai motor matic karena jalan menuju Dusun Butuh begitu extreme dan sudah begitu banyak korban pemakai motor matic yang melalui jalan ini terutama pas turunnya. Kondisi jalan yang menanjak sudah pasti akan berubah menjadi turunan saat perjalanan pulang dari Dusun Butuh. Selain cukup curam di beberapa titik, turunan juga cukup panjang. Ini harus diwaspadai pemilik kendaraan matic.

Nepal van Java sudah terlihat di depan mata, memang indah dan sangat memanjakan mata Dusun Butuh ini. Dimulai dari rumah penduduk yang terlihat bertumpuk-tumpuk mirip di negara Nepal di kaki Mount Everest. Setibanya saya dan peserta lainnya tiba di gerbang Dusun Butuh ‘disuguhi’ pemandangan yang unik, yakni pelataran rumah yang dijadikan jalan, dan mobil tidak bisa masuk ke Dusun Butuh ini, hanya bisa dilanjutkan dengan berjalan kaki atau jasa ojek motor.

Ada baiknya apabila ingin mengunjungi tempat ini lebih baik di hari kerja, karena saat hari libur (weekend) jalan begitu macet jika berkunjung di hari libur dan kurang asyik dalam perjalanan.

Di sini wisatawan bisa berkeliling Dusun Butuh yang unik dengan berbagai spot foto  yang menarik. Sangat disayangkan tidak ada tempat nongkrong untuk ngopi yang bagus dan nyaman. Hanya ada warung-warung sederhana milik warga setempat. Begitu juga dengan penginapan/hotel belum ada, yang ada hanya rumah warga yang disewakan.

Rasanya kurang sempurna jika mengunjungi Dusun Butuh ini tidak mengikuti jalur pendakian Gunung Sumbing, karena pemandangan terindah justru tersaji di jalur pendakian. Namun buat yang tidak kuat mendaki tak perlu khawatir, karena ada jasa ojek yang siap mengantar sampai bawah Pos 1 meski harus siap-siap memacu adrenalin mengingat penumpang yang naik ojek duduknya bukan di belakang pengemudi tetapi di depan pengemudi. Dengan jalan yang menanjak extreme dan jalannya hanya berupa tanah berbatuan. Di Pos 1 sudah terlihat jelas keindahan alam sekitar Dusun Butuh dengan sawah yang membentang dan tertata rapih serta keindahan Kota Magelang.

Pesona Dusun Butuh Kaliangkrik Magelang. (foto. imam)

Bagi yang ingin mengunjungi Dusun Butuh “Nepal van Java”, berikut ada beberapa tips dari saya, yakni:

  1. Berkunjunglah pada hari biasa (week day)
  2. Jangan pakai motor matic
  3. Pastikan kendaraan baik mobil atau motor yang benar-benar ‘sehat’ dan kuat menanjak, mengingat jalan sangat extrem
  4. Membawa drone jika ingin mendapatkan gambar yang maksimal
  5. Jangan hanya berkunjung ke dusunnya saja, tetapi naiklah ke jalur pendakian karena spot foto begitu indah
  6. Datang ketika cuaca cerah jika ingin maksimal menikmati pemandangan. Di sarankan datang pada pagi hari.  https://indonesiatripnews.com/berita/tiga-tantangan-pariwisata-jateng-di-era-adaptasi-kebiasaan-baru/
  7. Di saat pandemi ini, agar mematuhi protokol kesehatan. Semua pengunjung Dusun Butuh wajib mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker, rajin cuci tangan, dan jaga jarak. (Imam Mushanif Hidayat – KIT Solo)