BALI, ITN- Bali sebagai destinasi wisata popular di Indonesia memiliki banyak daya tarik  yang membuat wisatawan selalu ingin liburan ke Bali. Salah satunya, yakni Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati yang menjadi destinasi wisata menarik di Bali.

Ngarai tersebut terletak tersembunyi sehingga tak heran jika wisatawan asing menyebutnya Hidden Canyon alias ngarai tersembunyi. Ngarai ini terbentuk dari kikisan air sungai, berupa lembah yang dalam dan sempit.

Mencuci tangan, salah satu tindakan protokol kesehatan di area wisata.

Terletak di Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Gianyar, destinasi wisata ini sangat cocok untuk wisatawan yang senang berpetualangan di sungai atau yang ingin menikmati suasana alam pedesaan. Sesuai dengan konsep yang diusung destinasi wisata ini, yakni “Natural, Different, dan  Amazing”.

https://indonesiatripnews.com/berita/kemenparekraf-ajak-pelaku-usaha-pariwisata-daftar-sertifikasi-chse-gratis/

Indonesiatripnews.com pekan lalu berkesempatan mengikuti Familiarization Trip (Famtrip) dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan ikut merasakan serunya berpetualangan di Hidden Canyon Beji Guwang yang telah memiliki sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment (CHSE) dari Kemenparekraf.

Berhubung saat ini masih di era new normal, pengunjung saat tiba di lokasi diwajibkan mengikuti protokol CHSE, yakni wajib menggunakan masker. Setelah itu, petugas mengecek suhu tubuh untuk selanjutnya memulai petualangan susur sungai.

Ditemani pemandu wisata, petualangan dimulai dengan menuruni puluhan anak tangga. Ada pura yang berdiri persis di pinggir sungai. Kami menyusuri Beji Guwang, awal penyusuran medannya masih landai. Namun beberapa meter berikutnya, barulah adrenalin diuji. Mulai menginjak batu-batu yang licin, menyebrang menggunakan tambang, berpindah tempat dengan berpegang pada dinding-dinding batu dimana arus sungai cukup deras. Namun semua itu akan merasa nyaman bila tetap mengikuti arahan pemandu, seperti mengikuti instruksi pijakan yang aman dan mana tempat yang dalam.

Selama berpetualang menyusuri sungai, kami juga mengambil spot-spot foto yang menarik sesuai arahan pemandu.

“Sebelum pandemi Covid-19, banyak wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke tempat ini. Lebih banyak wisman yang berkunjung, seperti wisman dari Rusia, Jerman, Belanda, Australia, dan India. Bahkan wisman dari Malaysia dan Korea melakukan foto prewedding di sini,” ujar Manager Hidden Canyon Beji Guwang, I Ketut Muda kepada indonesiatripnews.com.

Menurutnya sebelum pandemi, tempat ini dikunjungi 3.000 wisatawan per bulannya. Namun, saat pandemi, hanya 300 wisatawan per bulan yang berkunjung ke Hidden Canyon.

“Untuk membangkitkan kembali kunjungan wisatawan ke Hidden Canyon, pengelola melakukan set up harga. Kami berusaha untuk membidik wisatawan nusantara (wisnus) untuk membangkitkan kembali pariwisata Bali,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Kami melakukan set up harga. Harga awal sebesar Rp200.000 per orang, kami set up menjadi Rp75.000. Harga tersebut sudah termasuk asuransi, welcome drink, pemandu wisata, dan mandi”.

Obyek wisata ini menurutnya sebelum pandemi Covid-19 buka pukul 09.00 -17.00 WITA. Namun ketika pandemi Covid-19 buka pukul 10.00 – 16.00 WITA.

Buat yang ingin berkunjung ke Hidden Canyon Beji Guwang, berikut tips dari indonesiatripnews.com:

  1. Berkunjunga ke Hidden Canyon Beji Guwang sebaiknya pada saat cuaca cerah, karena akan terlihat air sungai yang jernih dan bersih.
  2. Simpan barang-barang bawaan di loker yang sudah tersedia.
  3. Saat menyusuri sungai, sebaiknya memakai sandal gunung, menginat medannya cukup licin.
  4. Jangan panik, buat perjalanan menjadi menyenangkan, dan selalu ikuti instruksi atau arahan dari pemandu wisata.
  5. Jangan lupa mengambil foto dan minta pemandu wisata mengarahkan spot-spot foto yang menarik selama menyusuri sungai. (Sishi)