PONTIANAK, ITN- PANCASILA sebagai ideologi, pedoman, way of life, dan dasar negara merupakan pemersatu bangsa.  Dengan demikian Pancasila akan selalu membentengi masyarakat Indonesia dari pengaruh budaya negara-negara lain. Hal itu dikatakan Susi Damayanti dan Memey, dua pelajar Kelas 11/II SMAN 1 Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, ketika ditanya wartawan, Senin (28/1/19).

Mereka merupakan dua dari puluhan kaum milineal yang mengikuti workshop Merajut Keberagaman dalam Kebhinnekaan “Menggali Mutiara Pancasila dalam Keberagaman”, di Aula Utama Kantor Bupati Landak, di Ngabang, Kalbar.

Kegiatan yang berlangsung satu hari itu dibuka Sekda Kabupaten Landak Vinsensius mewakili Bupati Landak dan dihadiri Staf Khusus Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Dr Lia Kian, SE, MM; Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga, MPd; Martha Maya MS., MSi; dan Puji Nur Firman, MH.

Menurut Susi dan Memey, kegiatan workshop itu sangat penting artinya bagi kaum milenial Indonesia, karena mereka bisa lebih mengetahui dan mendalami Pancasila sebagai pemersatu bangsa.

Pada kegiatan yang dihadiri tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, OKP, dan ormas; Dr Lia Kian menegaskan mengenai pentingnya merajut kebersamaan dan mengawal Pancasila dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. “Pancasila sila-silanya memiliki banyak aspek dan nilai-nilai spiritual, tapi pasca reformasi mulai hilang,” katanya. Tapi ia merasa bersyukur bahwa di Kabupaten Landak yang sarat keberagaman, nilai-nilai dan sila-sila Pancasila telah dijaga dan diaplikasikan terutama oleh kaum milenial, sehingga tidak ada tawuran remaja dan tidak ada penyalahgunaan narkoba. Karena itu ia berharap Kabupaten Landak menjadi ikon Kalbar sebagai daerah yang selalu menjaga sebagai kabupaten yang selalu menjaga nilai-nilai Pancasila.

Pada kesempatan yang sama, Irene Camelyn Sinaga menyatakan bahwa selama ini Pancasila hanya dikenal di lima jari dan ucapan saja. Karena itu ia berharap di Kabupaten Landak terbentuk beragam komunitas, misalnya komunitas dalam bermedia sosial yang menyebarluaskan ajaran dan nilai-nilai Pancasila.

Dalam sesi tanya jawab, Irene merasa kagum dan bangganya melihat antusias dan kekritisan kaum milenial Kabupaten Landak dalam menyampaikan pendapat, pertanyaan, dan saran mengenai Pancasila.

Mereka tanpa ragu menyampaikan hal-hal itu yang dijawab tuntas oleh Puji Nur Firman yang menyampaikan paparan dengan judul “Pancasila Energi Pemuda”.

Secara rinci, Nur Firman mengulas sila demi sila Pancasila yang sangat tepat diaplikasikan dalam kehidupan masyarakat Indonesia.

Menanggapi kegiatan yang diselenggarakan BPIP, Pemda Kabupaten Landak, dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Landak; Bupati Landak dr Karolin Margret Natasa sangat menyambut positif kegiatan workshop tersebut.

Ia mengemukakan Pancasila digali dari Budaya asli Indonesia dan falsafah hidup orang Dayak menjadi salah satu sumber inspirasi Pancasila. Karena itu tidak ada orang Kalimantan yang mengingkari Pancasila.

Kaum milenial, terutama di Landak, kata Karolin menghadapi tantangan jauh lebih berat dari tantangan sekarang. Mereka harus memiliki kecerdasan menghadapi dunia maya, misalkan postingan-postingan hoax. “Kaum milenial agar menjadi motor penyebaran berita-berita positif,” pintanya seraya meminta pembinaan kepada generasi muda ditingkatkan.

Workshop itu merupakan kegiatan pertama yang dilakukan BPIP. Dipilihnya Kabupaten Landak, karena keberagamannya dan geografinya sangat berdekatan dengan daerah perbatasan. Dr Lia Kian menyampaikan ungkapan terima kasih atas kerjasama Pemerintah Kabupaten Landak serta Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kab Landak yang telah mendukung kegiatan itu sehingga dapat berjalan dengan sukses.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Landak, Kalimantan Barat Heri Saman, S.H, M.H secara tegas mengatakan bahwa pasca-reformasi  pemahaman masyarakat terutama kaum muda terhadap Pancasila agak pudar.

Hal itu dikatakan Heri Saman menjawab pertanyaan wartawan, ketika menerima kunjungan silaturahmi Direktur Pembudayaan BPIP Irene Camelyn Sinaga yang didampingi Martha Maya, di Kantor DPRD Kabupaten Landak, di Ngabang, Selasa (29/1/2019).

Karena itu pejabat yang merupakan Ketua Dewan Adat Dayak itu menyambut baik kehadiran Tim BPIP yang dipimpin Staf Khusus Dewan Pangarah BPIP Dr Lia Kian ke Kabupaten Landak.

“Saya sangat menyambut hangat kehadiran Tim BPIP ke Kabupaten Landak dan menyambut baik kegiatan workshop itu. Kalau perlu agendakan kegiatan seperti itu hingga ke tingkat kecamatan,” kata Heri Saman.

Dengan hadirnya Tim BPIP ke lapangan dan menjelaskan mengenai mutiara Pancasila akan besar manfaatnya bagi kehidupan berbangsa dan bernegara bagi masyarakat, terutama kalangan milenial. Karena Kabupaten Landak yang sangat beragam harus dikelola dengan baik agar menjadi satu kesatuan yang kokoh.

Ia merasa bangga dengan kehadiran Tim BPIP ke wilayahnya, karena memang ideologi Pancasila memang sudah tidak bisa ditawar-tawar lagi sebagai dasar negara dan merupakan segala sumber tertib hukum di Indonesia.

Ketua Dewan Adat Dayak itu berharap BPIP tidak hanya berada di tingkat pusat, tapi juga ada di daerah; karena keberadaan BPIP sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai arti penting mutiara Pancasila. (ori)