JAKARTA,  ITN- BATIK telah ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya Indonesia, dan tanggal 2 Oktober Indonesia telah menetapkannya sebagai Hari Batik Nasional.

Pigeon sebagai brand produk perlengkapan bayi terus berinovasi untuk memberikan produk terbaik bagi konsumen setianya dengan memperkenalkan inovasi botol susu motif Batik untuk pertama kali di tahun 2014 lalu.

Sejak tahun 2014, Pigeon telah  mulai memperkenalkan deretan koleksi botol motif batik dengan karakter yang unik dan memiliki filosofi serta makna yang menarik untuk dipahami dan setiap tahunnya menampilkan inovasi motif yang berbeda-beda.

Pigeon Persembahkan Motif Batik Kupu-kupu dan Capung pada Botol SusuSetelah memiliki 10 koleksi botol desain batik, di tahun 2017 ini, Pigeon kembali memperkenalkan inovasi botol motif batik dengan karakter Kupu-Kupu dan Capung sekaligus memperkenalkan koleksi kain Batik tulis untuk pertama kalinya.

Kehadiran koleksi botol motif batik sejak tahun 2014 serta kain Batik Cap sejak tahun 2016 ini merupakan sebuah bukti nyata komitmen berkelanjutan Pigeon untuk senantiasa mendukung pemberian ASI eksklusif kepada buah hati serta turut melestarikan salah satu warisan budaya kebanggaan Bangsa yaitu Batik.

“Karena Pigeon sudah lebih dari 60 tahun menemani dan mengerti kebutuhan Ibu dan buah hati, maka kami senantiasa melakukan inovasi untuk mempersembahkan produk yang berkualitas dan terbaik. Dengan mengusung prinsip dukungan terhadap pemberian ASI eksklusif, maka untuk produk dot dan botol susu pun kami kembangkan berdasarkan hasil penelitian tentang Proses Bayi Menyusu ASI secara Alami agar bayi seperti layaknya meminum secara alami, sehingga produk-produk Pigeon akan semakin merekatkan cinta Ibu kepada sang buah hatinya”, ujar General Manager Marketing Division, Anis Dwinastiti.

Pigeon Persembahkan Motif Batik Kupu-kupu dan Capung pada Botol Susu
Kiri ke kanan, ​Iwet Ramadhan dan ​Anis Dwinastiti saat Press Launch Botol Motif Batik Terbaru dan Kain Batik Tulis sebagai Bukti Nyata Komitmen Berkelanjutan Pigeon untuk Senantiasa Dukung Pemberian ASI di Jakarta belum lama ini.

Anis mengatakan, “Dengan kembali memperkenalkan botol desain batik di tahun ke-4 ini, merupakan bentuk komitmen kami dalam melestarikan salah satu budaya lokal kebanggaan Bangsa yaitu Batik”.

“Sementara untuk kain Batik yang di tahun ini kami hadirkan untuk pertama kali dalam bentuk Batik tulis, kami pun ingin memperlihatkan langkah bertahap kami untuk terus melestarikan Batik dalam wujud yang berbeda tiap tahunnya. Dan Batik tulis merupakan karya seni sesungguhnya dari Batik, sehingga dengan diperkenalkannya koleksi terbatas kain Batik tulis ini, kami ingin mempersembahkan karya terbaik kami kepada masyarakat luas,” ujarnya lebih lanjut.

Kesungguhan Pigeon dalam melestarikan Batik pun tak tanggung-tanggung diperlihatkan dengan mempersembahkan kain Batik dengan kembali menggandeng Entrepreneur dan Pelestari Batik berbakat Iwet Ramadhan.

Menurutnya, Batik bukan hanya kain bercorak tetapi juga merupakan penggambaran filosofi kebudayaan dan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga. Filosofi dibalik Batik ini lah yang kami rasa sejalan dengan misi dan visi Pigeon untuk mempersembahkan produk kebutuhan Ibu dan Buah Hati yang berkualitas sebagai wujud kecintaan Pigeon untuk selalu mendukung perkembangan sang buah hati tercinta.

Bertemakan ‘KreASI Budaya Bangsa untuk Ibu dan Buah Hati’,Pigeon terus menghidupkan Batik dalam produk terbarunya, botol susu motif Batik inspiratif karakter Kupu-Kupu dan Capung serta koleksi kain Batik tulis yang diperkenalkan kepada masyarakat Ibukota Jakarta bertempat di showroom Pigeon di Pacific Place Lantai 3, Jakarta. IndonesiaTripNews.Com berkesempatan untuk melihat koleksi kain Batik Tulis terbaru tersebut pada acara Press Launch Botol Motif Batik dan Kain Batik Tulis.

Iwet menjelaskan, dibutuhkan waktu sekitar 4 bulan untuk menghasilkan batik tulis tersebut. Batik berwarna dasar biru dan merah muda itu memiliki detail yang sangat rumit dan juga bisa digunakan bolak-balik karena bagian belakangnya juga diberi ‘malam”.

“Ini adalah karya seni dari maestro batik Liem Ping Wie yang dibuat dengan segenap hati,” kata Iwet.

Pigeon Persembahkan Motif Batik Kupu-kupu dan Capung pada Botol SusuBatik tulis karya Rumah Batik Liem Ping Wie dari Pekalongan, Jawa Tengah, bermotif Kupu Parang dibuat khusus untuk penggalangan dana yang dilakukan Pigeon. Koleksi batik terbatas ini hanya dibuat dua lembar, didesain desainer Iwet Ramadhan menggunakan motif-motif klasik batik pesisir yang didesain ulang menjadi motif baru yang lebih moderen.

Kontribusi nyata kepedulian Pigeon pun tak berhenti sampai disini. Dengan hadirnya botol susu bermotif Batik terbaru serta kain Batik tulis, bagi konsumen yang membeli botol susu bermotif Batik, Pigeon akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualan botol Motif Batik kepada anak-anak yang kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai 20 juta rupiah. Dan sebagian penjualan botol Motif Batik dan kain Batik tulis Pigeon, juga akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar 50 juta rupiah.

“Ke depannya, kami berharap Pigeon dapat selalu membantu dalam melestarikan budaya Batik kepada generasi penerus Bangsa,” tutup Anis. (evi)