JAKARTA, ITN –  Dilaksanakan langsung secara daring, Institut Teknologi Del (IT Del) gelar Simposium Nasional yang mendapat antusiasme luar biasa. Sebanyak 1.000 peserta hadir mengikuti kegiatan yang terdiri dari berbagai kalangan, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, akademisi, praktisi, serta masyarakat umum.

Memiliki tema “AI Campus untuk Industrialisasi Inteligensi” yang berarti sesuai dengan komitmen IT Del dalam mencetak talenta dalam bidang artificial intelligence (AI) yang unggul untuk berkontribusi dalam agenda transformasi digital pemerintah Indonesia.

Dibawah naungan Yayasan Del, institusi pendidikan pertama IT Del selalu berupaya menghadirkan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat di daerah terpencil agar setiap anak didik bisa memiliki standar kualitas pendidikan setara dengan di kota besar. Simposium Nasional IT Del juga merupakan bagian dari serangkaian perayaan HUT ke-20 IT Del dan Yayasan Del yang mengusung tema besar yaitu Warisan untuk Bangsa.

Pendiri dan Ketua Pembina Yayasan Del, Luhut Binsar Pandjaitan dalam sambutanya mengatakan rasa bahagianya akan kegiatan Simposium Nasional.

“Penggunaan AI yang tepat guna akan memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat dan negara dalam menghadapi berbagai masalah yang muncul. Untuk itu, saya berharap semoga suatu saat muncul pemuda-pemuda hebat di bidang AI yang mampu menjawab berbagai permasalahan yang ada,” ujar Luhut, Kamis (30/9/2021).

Masuknya Indonesia pada era revolusi industri 4.0 yang berkarakteristik teknologi menggunakan AI, mengubah banyak aspek kehidupan. Seiring dengan berkembangnya teknologi, semakin banyak industri yang menggunakan AI dalam proses bisnisnya, baik untuk membuat dan menyediakan produk maupun membuat teknologi baru. Pertumbuhan ini berdampak langsung pada kebutuhan talenta AI yang unggul untuk mendukung industri tersebut.

Pada kenyataaanya, hingga kini Indonesia belum mampu mengimbangi tingginya kebutuhan akan talenta AI. Oleh karena itu, diperlukan sinergi dari seluruh pihak untuk mengatasi persoalan yang ada.

Turut menambahkan dalam sambutanya, Nadiem Makarim selaku Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, mengatakan dimulainya inisiatif kampus kecerdasan artifisial oleh IT Del merupakan salah satu cara yang strategis dalam mempersiapkan para mahasiswa menghadapi tantangan masa depan.

“Saya yakin pemanfaatan AI ini akan membantu perguruan tinggi mengakselerasi peningkatan mutu lembaga dan pembelajaran yang sejalan dengan tujuan merdeka belajar dalam program Kampus Merdeka. Namun demikian, untuk menjawab tantangan masa depan, mahasiswa tidak hanya harus cerdas secara inteligensi, tetapi juga matang secara karakter,” tambah Nadiem.

Selain didukung oleh pemerintah pusat, Simposium Nasional IT Del juga mendapat sambutan yang baik oleh pemerintah daerah yaitu dari Bupati Toba, Poltak Sitorus yang turut merasakan manfaat kehadiran Yayasan DEL.

“IT Del memberikan kesempatan bagi masyarakat yang jauh dari perkotaan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas sehingga mereka dapat bersaing dengan perguruan-perguruan tinggi ternama di Indonesia. Sungguh peran yang luar biasa bagi pendidikan, pemerintahan, perekonomian, dan juga kehidupan masyarakat Toba”, ujar Poltak Sitorus.

Dilansir dari Stanford Computer Science, AI atau kecerdasan artifisial adalah ilmu dan rekayasa pembuatan mesin cerdas, melibatkan mekanisme untuk menjalankan suatu tugas menggunakan komputer. Di Indonesia, pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk mendukung pemanfaatan AI, di mana salah satunya adalah menyiapkan dan mengembangkan talenta digital yang cakap teknologi AL di berbagai sektor.

Mengenai AL for Tourism, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahudin Uno dalam pemaparanya menjelaskan dalam strategi pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (parekraf), pemerintah telah menerapkan teknologi AI dan menggunakan inovasi Big Data, Machine Learning, Internet of Things, serta digitalisasi termasuk robotik.

“Orkestrasi pemulihan parekraf ini melibatkan model Pentahelix, bukan hanya pemerintah tetapi juga beberapa pihak termasuk akademisi. Maka dari itu, kita mengajak teman-teman Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan IT Del untuk bisa menjadi bagian yang super aktif dalam pembangunan model Pentahelix ini,” jelas Sandiaga.

Selama pagelaran Simposium Nasional 2021, pemaparan dibagi menjadi dua sesi. Di antara para pembicara adalah Rektor IT Del Prof. Togar Simatupang, Al Solution Sales Head Huawei Randal Wang, dan Anggota Kehormatan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia Dr. Saswinadi Sasmojo, memaparkan topik AI dalam perspektif teoritis pada sesi pertama.

Di samping itu, Direktur Pusat Teknologi Farmasi dan Medika – BRIN Dr. Drs. Agung Eru Wibowo memaparkan pengaplikasian AI dalam bidang Farmasi dan Kesehatan, sedangkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, B.B.A., M.B.A menyampaikan pandangannya terkait pengaplikasian AI dalam sektor pariwisata.