JAKARTA, ITN- Covid-19 mengganggu kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Indonesia telah berjalan lebih dari dua bulan, hingga hari ini (8/5/2020), bahkan sudah tercatat 13.112 penderita positif Covid-19 di seluruh Indonesia dengan jumlah korban meninggal dunia mencapai angka 943 jiwa.

Fakta tersebut mengetuk hati fashion designer sekaligus Dokter Gigi Spesialis Konservasi Gigi (Saluran Akar Gigi), Anggia yang saat awal wabah Covid-19 di Indonesia masih praktik dan menerima pasien konsul Perawatan syaraf gigi. Ia pun mengamati pertumbuhan jumlah penderita positif Covid-19 seiring dengan semakin menipisnya jumlah Alat Pelindung Diri (APD).

“Padahal saya sangat membutuhkan masker untuk praktik saya sehari-hari. Dan karena tergabung dalam organisasi fashion Indonesian Fashion Chamber Bandung Chapter yang sangat mendukung semua membernya untuk bisa berperan aktif dalam melawan Covid-19 ini, saya berinisiatif membuat masker kain yang memang saya pakai untuk praktik. Sampai akhirnya saya pun juga membuat medical suits yang terdiri dari coverallsurgical suits, dan seragam baju ruangan dokter dan perawat. Kesemuanya itu akan saya gunakan, ketika saya mendapat konsul pasien yang bersifat emergency,” jelas Anggia dalam keterangan tertulisnya yang diterima indonesiatripnews.com, Jumat (8/5/2020).

Siapa yang sangka, berawal dari semangat membuat APD untuk kepentingan prakteknya sendiri, ternyata upaya Anggia pun mendapat respon yang sangat positif dari kerabat dan teman seprofesinya.

Perempuan yang menempuh pendidikan di Islamic Fashion Institute ini mengatakan, “Tidak terlalu sulit bagi saya untuk memproduksi medical suits dan masker yang sesuai standar kesehatan karena setiap harinya sebagai seorang dokter gigi pasti saya memakai masker, perlengkapan lainnya pasti saya gunakan ketika dalam ruangan bedah. Selain itu dari organisasi profesi pun mengeluarkan Standard Operating Prosedure (SOP) untuk penanganan pasien Covid-19, kostum apa saja yang bisa digunakan sesuai level penanganan pasien Covid-19″.

  • Coverall Suits

Coverall berfungsi sebagai pakaian dan alat proteksi untuk melindungi diri dari kotoran, bakteri, virus. Coverall bersiluet H dan I berupa Jumpsuit berkapucon, karet elastis pada bagian tangan, kaki dan pinggang belakang. Detail coverall mempunyai bukaan depan berupa restleting panjang dengan penutup. Coverall harus dibuat sangat longgar karena akan digunakan berlapis bersama baju bedah, baju ruangan dan aphron.

Material yang digunakan terbagi menjadi dua bagian, ada yang untuk yang sekali pakai atau disposable berbahan dasar non-woven polypropylene. Sementara yang reusable berbahan dasar woven polyester.

Coverall suits disarankan menggunakan bahan yang memiliki gramasi diatas 75 gsm, dan memiliki sifat atau dilaminasi antibakteri, antirepellentwater-proof. Water repellent memiliki sifat diatas water resistant, artinya memiliki sifat tahan air sampai ke tingkatan hidrofobik, yang merupakan lapisan nano-technology. (*/evi)