JAKARTA, ITN- IBUNDA Presiden Jokowi,  Ibu Sudjiatmi Noto Mihardjo  atau biasa disapa Eyang mengunjungi butik tenun dan songket Anna Mariana di Jalan Kartika Utama, SM 29, Pondok Indah Jakarta Selatan, Jumat (6/4/18).

Eyang yang datang bersama  tiga anak perempuannya Iit Sriyantini, Ida Yati, dan Titik Relawati, serta adik Ipar Jokowi Musdalifah itu disambut Anna Mariana bersama sang suami Tjokorda Ngurah Agung Kusumayudha SH, MS, MSc.

Ibunda Jokowi Kagum Koleksi Tenun dan Songket di Butik Anna Mariana
Anna Mariana (kiri) saat menjelaskan hasil karya di butiknya kepada Ibu Sudjiatmi Noto Mihardjo. foto. ist.

“Ini  hanya kunjungan  balasan, saya biasa datang  bersilaturahmi  ke Eyang  kalau sedang ke Solo.  Kini giliran  Eyang dan keluarga datang ke Jakarta,” ujar Anna sambil menyebut, mereka memang tinggal berdekatan di Solo.

Menurut Anna,  keluarga Eyang Sudjiatmi sejak lama memang mencintai  Budaya Wastra tradisional Indonesia, termasuk tenun dan songket. “Dalam setiap kesempatan berkunjung ke daerah, Eyang selalu menyempatkan waktu untuk datang ke sentra-sentra produksi kain melihat bagaimana kain-kain itu dibuat begitu juga dengan kunjungan hari ini,” ungkapnya.

“Karena itulah wajar  jika koleksi wastra tradisional milik Eyang juga adik-adik Pak Jokowi itu dari seluruh Nusantara, terutama tenun dan songket. Ada dari Bali, Betawi, NTT, dan Lombok,” kata Anna.

Lebih lanjut Anna mengatakan, “Eyang  dan adik-adik Pak Jokowi juga pernah saya buatkan busana karya saya dan saya antarkan ke Solo”.

“Eyang dan keluarga selalu support dan mendoakan  setiap langkah baik Anna, Begitu selalu yang diucapkan Eyang pada saya,” kata Anna.

Ibunda Jokowi Kagum Koleksi Tenun dan Songket di Butik Anna Mariana
Anna Mariana dan Ibu Sudjiatmi Noto Mihardjo.

Anna menambahkan, “Doa dan support Eyang yang sudah saya anggap seperti orangtua  sendiri ini, menjadikan semangat, kekuatan dan motivasi  tersendiri buat saya untuk berkarya lebih kreatif lagi”.

Karena kedekatan secara kekeluargaan itu pula, Anna memiliki kebiasaan, karya pertamanya selalu diperlihatkan pada Eyang,  maupun kepada Bapak Jokowi dan Ibu Iriana. Karya yang pernah diperlihatkannya antara lain berupa tenun dan songket baik berciri khas Betawi, Bali  juga yang terbaru berciri khas Solo dan Papua.

“Tujuannya agar mendapat masukan dari Eyang dan keluarga terutama dalam hal motif dan kualitas kain  tenun dan songket khas Solo tersebut, sebelum produk-produk tersebut saya produksi secara masal, dan saya kembangkan di kota Solo,”  ungkapnya.

Anna berharap di kota kelahirannya tersebut, produk yang diciptakannya dapat diterima oleh masyarakat Solo dan masyarakat Indonesia pada umumnya,  juga bisa dikenal di manca negara, seperti halnya tenun dan songket dari daerah lain.

Sepanjang kunjungan dalam butik Anna Mariana  yang memajang ribuan kain tenun dan songket dari seluruh Nusantara itu, Eyang selalu berhenti  sesaat, mengamati teliti dengan mata kagum. Ia  berjalan perlahan mengamati satu persatu, koleksi yang terpajang di ruang utama maupun ruang khusus  songket, tenun Bali,  dan Betawi milik Anna.

Saat memasuki ruangan yang memamerkan koleksi tenun dan songket Betawi, Anna mengatakan, “Ini yang pernah saya bilang ke Eyang, tentang tenun dan songket Betawi karya terbaru saya. Selama ini, wastra di Betawi  hanya mengenal Batik. Dan  sejak tahun 2016,  saya coba  membuat karya yang khas  berupa tenun dan songket Betawi dan ini sudah dikukuhkan oleh Pemda DKI sebagai wastra tradisional miliki Betawi,” jelas Anna.

Ibunda Jokowi Kagum Koleksi Tenun dan Songket di Butik Anna Mariana
Anna Mariana foto bersama keluarga Ibu Sudjiatmi Noto Mihardjo (Eyang).

Bukan hanya koleksi kain tenun dan songket dan busana jadi milik Anna yang membuat Eyang terkagum-kagum.  Eyang juga cukup lama mengamati koleksi kain tenun yang sudah diubah Anna menjadi beragam barang interior, mulai dari tirai, kap lampu, perlengkapan set meja makan  berikut alas makan, bantal kursi, dan lain sebagainya.

“Pasar kain tenun untuk dijadikan  barang interior semacam ini sangat diminati di luar negeri. Terutama untuk hotel. Karena menjadikan  tampilan hotel  berbeda dan berkesan sangat eksklusif,” kata Anna pada Eyang.

Sepulang dari mengikuti DC Fashion Week di Washngton DC kemudian lanjut berkunjung ke New York pada Maret lalu, Anna Mariana  banyak melakukan lobi dan  merancang terobosan baru untuk pengembangan bisnisnya ke pasar Internasional.

Bahkan Anna  bergerak sangat cepat, ia sudah  menandatangani MoU untuk bekerja sama dengan Indo Fashion Galery,  satu-satunya wadah sebagai perwakilan produk-produk fashion dari Indonesia yang diakui oleh pemiliki lisensi New York Fashion Week.

“Insya Allah kita akan mengadakan pagelaran Budaya Indonesia di ajang New York Fashion Week dan New York Now, sekaligus peresmian butik saya House of  Marsya di New York,” tutup Anna (*/evi)