JAKARTA, ITN- Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau Injourney dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWC), membuka pintu kedatangan destinasi wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) untuk kunjungan wisatawan umum pasca revitalisasi, pada 20 November 2022.

Dalam masa Uji Coba Terbatas ini, diberlakukan kuota kunjungan dalam rangka penerapan Visitor Management wajah baru TMII.

Antusiasme masyarakat terhadap uji coba terbatas destinasi wisata TMII sangat tinggi. Hal ini terpantau dari data pembelian tiket secara online yang masuk sejak hari pertama diterapkannya Uji Coba Terbatas TMII, sampai dengan hari ini menunjukkan angka yang baik.

PT TWC menyadari bahwa dalam masa Uji Coba Terbatas TMII ini masih jauh dari sempurna, dan memohon maaf atas segala kekurangan yang menyebabkan ketidaknyamanan wisatawan.

PT TWC membuka ruang seluas mungkin untuk mendengar dan menerima segala masukan dari masyarakat, demi perbaikan kualitas pengelolaan destinasi TMII. Dalam hal ini, PT TWC akan terus berbenah dalam upaya memberikan layanan terbaik bagi wisatawan.

TMII Berbenah, Kolaborasi BUMN untuk Peningkatan Kualitas DestinasiDalam proses berbenah, Kementerian BUMN melakukan sinergi dan kolaborasi dengan Kementerian lain dan para stakeholder, untuk peningkatan kualitas destinasi. Kolaborasi dilakukan dengan BNI, BRI, Bank Mandiri, INKA dan TELKOM untuk mendukung pengembangan destinasi TMII dibidang Art & Cultural, Flagship Archipelago, Electric Vehicle Transportation dan Open Air Stage.

Pembenahan dilakukan dalam berbagai lini, seperti perbaikan sistem online ticketing, penambahan jumlah Electric Vehicle, pembenahan fasilitas lain dsb. Besar harapan, wisatawan akan merasa lebih nyaman saat berkunjung ke destinasi wisata TMII, sebelum kedatangan, saat kedatangan dan setelah meninggalkan TMII.

Kementerian BUMN secara serempak melakukan sosialisasi melalui media sosial, utamanya mengenai empat pilar konsep TMII. Sehingga masyarakat akan teredukasi dengan baik sebelum melakukan kunjungan ke TMII, dan memahami do and dont’s yang harus diperhatikan saat berwisata ke TMII.

Sosialisasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan public awareness serta engagement masyarakat terhadap TMII. Revitalisasi Taman Mini Indonesia Indah (TMII) yang dimulai sejak bulan Januari 2022 sudah selesai dilaksanakan. Ini merupakan wujud sinergi kerjasama yang baik antar stakeholder, yaitu Kementerian Sekretariat Negara, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta Kementerian BUMN.

Adapun sarana dan prasarana yang direvitalisasi di TMII meliputi, penataan area gedung utama, renovasi joglo (Sasono Utomo, Sasono Langen Budoyo, dan Sasono Adiguno); renovasi museum, penataan lanskap anjungan dan pedestrian, penataan outer ring (halte), area parkir, dan gedung pengelola; penataan lanskap pulau-pulau di danau Archipelago (pedestrian anjungan, Amphitheater, dan promenade); renovasi eks Theater Garuda, eks Museum Telkom dan Keong Emas; Penataan Lanskap Pedestrian Anjungan, Viewing Tower, Pembangunan Community Center dan Struktur Parkir (Elevated).

“Revitalisasi Wajah Baru TMII ini menjadi wujud kebersamaan dalam Kebhinekaan Bangsa Indonesia. TMII memiliki peran sebagai contoh bagi dunia tentang cara melestarikan sekaligus merepresentasikan kebudayaan Bangsa Indonesia, sehingga budaya-budaya daerah di Indonesia dapat semakin dikenal dan memberikan nilai edukasi kepada masyarakat,” ujar Wakil Menteri BUMN II Kementerian BUMN, Kartika Wirjoatmodjo belum lama ini dalam keterangan tertulisnya, Jumat (25/11/2022).

TMII Berbenah, Kolaborasi BUMN untuk Peningkatan Kualitas DestinasiUntuk itu, menurutnya diperlukan sinergitas yang baik antar pemangku kepentingan (stakeholder) dalam pengembangan Taman Mini Indonesia Indah.

Di bawah Kementerian BUMN, TWC selaku pengelola destinasi TMII sebagai Indonesia Heritage Management di bawah naungan Injourney berkomitmen penuh dalam pengelolaan destinasi heritage and culture yang berkelanjutan dan berkualitas, untuk menghadirkan destinasi yang inspiratif, atraktif dan edukatif.

“Wajah baru TMII direalisasikan untuk mengembalikan ruh dan spirit pembangunan TMII sebagai miniatur Indonesia. Point dari revitalisasi ini adalah menghadirkan TMII sebagai The Ultimate Showcase of Indonesian Beauty. PT TWC mengembangkan 4 konsep TMII yaitu Pilar Inclusive, Smart, Green and Culture”, tambah Kartika Wirjoatmodjo.

Lebih lanjut Kartika Wirjoatmodjo menambahkan, aktualisasi dari Pilar Inclusive akan menghadirkan ruang-ruang publik di TMII, yang bisa dipergunakan oleh komunitas.

Selaras dengan Pilar Green, TMII akan berkontribusi mengurangi emisi, sekaligus mensuplai oksigen di kawasan TMII. Setelah revitalisasi, TMII terdiri dari 70 persen zona hijau dan 30 persen bangunan.

Aktualisasi Pilar Smart, PT TWC menghadirkan tata kelola TMII yang transparan, seluruh transaksi didorong dengan teknologi digitalisasi. Wujud implementasinya dengan membuka platform online dalam pembelian tiket masuk kawasan, serta penerapan pembayaran non-tunai (cashless).

Adapun Pilar Culture, TMII akan memaksimalkan keberadaan anjungan-anjungan yang memberikan dampak positif. TMII merepresentasikan ragam budaya Indonesia melalui visinya sebagai The Ultimate Showcase of Indonesian Beauty. TMII mengorkestrasi atraksi seni budaya di kawasan melalui anjungan daerah dan komunitas seni budaya di kawasan. Dalam masa Uji Coba Terbatas ini, Kementerian BUMN memastikan bahwa destinasi TMII betul-betul siap dikunjungi wisatawan.

Besar harapan, selain sebagai tempat rekreasi, TMII dapat berperan secara maksimal sebagai contoh bagi dunia tentang cara melestarikan sekaligus merepresentasikan kebudayaan dari suatu bangsa.

TMII memberikan ruang bagi budaya daerah untuk dikenal dan memberikan nilai edukasi kepada masyarakat. “Kami memiliki komitmen kuat dalam pengelolaan destinasi heritage dan culture yang berkelanjutan dan berkualitas. Untuk itu kita melakukan uji coba terbatas ini guna memastikan bahwa destinasi TMII betul-betul siap memberikan layanan terbaik bagi wisatawan,” ungkapnya.

“Maka, dibutuhkan sinergi dan kolaborasi antar BUMN dan berbagai pihak. Sekali lagi, kami mohon dukungan dari semua pihak sehingga kami dapat menjalankan amanah dalam mengelola destinasi TMII dengan baik,” tambah Kartika. (*)