JAKARTA, ITN“KOTABARU gunungnya bamega, Bamega umbak manampur di sala karang, Umbak manampur di sala karang….” Senandung lagu berjudul “Paris Berantai” berkumandang di acara soft launching Calender of Event (CoE) dan Visit Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 yang digelar bersamaan ajang Car Free Day di Taman Dukuh Atas, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Minggu pagi (3/11/19).

Dilanjutkan dengan Tarian Hewu Arai Masi, ribuan masyarakat yang tengah berolahraga ataupun sekedar jalan-jalan di ajang CFD sepanjang jalan Thamrin-Sudirman antusias menyaksikan pertunjukan budaya, tarian, nyanyian, atau berfoto dengan pemuda-pemudi yang mengenakam kostum adat yang dimodifikasi serupa kostum karnaval. Ada pula sajian kuliner Soto Banjar yang merupakan masakan khas dari Banjar, Kalimantan Selatan.

Tim Kesenian Banjar membawakan lagu berjudul “Paris Berantai” di acara soft launching Calender of Event (CoE) dan Visit Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 yang digelar bersamaan ajang Car Free Day di Taman Dukuh Atas, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Minggu pagi (3/11/19). Foto itn/evi

Tepat pukul 07.00 WIB Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resmawan meresmikan sekaligus membuka kegiatan tersebut. “Kami berharap acara ini dapat menjadi ajang memperkenalkan berbagai destinasi wisata dan budaya Kalsel ke khalayak ramai,” ujarnya.

“Kenapa diadakan saat Car Free Day, karena event seperti ini merupakan cara strategis memperkenalkan berbagai event yang nanti akan diadakan di Kalsel,” ujar Rudy yang juga menyempatkan waktunya untuk mengikuti senam Baigal Japin, yang merupakan senam masal masyarakat Banjar.

Tarian Hewu Arai Masi mendapat antusias warga yang tengah berolahraga ataupun sekedar jalan-jalan di ajang CFD sepanjang jalan Thamrin-Sudirman. Foto. itn/evi

Menurutnya event pariwisata di Kalsel sebenarnya memiliki keunikannya tersendiri. “Misalnya Festival pasar Terapung yang menyuguhkan keragaman budaya sungai yang sudah ada sejak ratusan tahun silam,” ungkapnya.

Para wisatawan juga dapat menikmati destinasi wisata alam dan pegunungan di kawasan Lokasado Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Juga terdapat Pesta Pantai Mappanretasi di Kabupaten Tanah Bumbu, wisata religi serta wisata kuliner dan pusat-pusat perbelanjaan batu permata.

Pada tahun 2020, Provinsi Kalsel akan menggelar sebanyak 32 event pariwisata. Dua event yaitu Fest Triloksado (Festival Loksado) dan Festival Dayak Meratus masuk dalam kalander event nasional (National Calender of Event) 2020.

Wakil Gubernur Kalsel, Rudy Resmawan meresmikan sekaligus membuka acara soft launching Calender of Event (CoE) dan Visit Kalimantan Selatan (Kalsel) 2020 dengan menabuh gendang. (foto. itn/evi)

“Nantinya Festival Triloksado mengusung tema wisata olahraga (sport tourism) sementara Festival Dayak Meratus akan menonjolkan unsur budaya Dayak,” ungkap Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli pada kesempatan yang sama.

Dahnial mengatakan, “Festival Triloksado konsepnya sport tourism di mana akan ada kegiatan bersepeda, bamboo rafting, dan tracking di sepanjang kaki Pegunungan Meratus”.

Sedangkan Festival Dayak Meratus menurutnya akan menampilkan rangkaian upacara adat, tarian, dan berbagai lomba tradisional.

“Kami yakin dua ajang pariwisata unggulan tersebut dapat membantu mencapai target kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) pada tahun 2020 sebanyak 1 juta, dan wisatawan mancanegara (wisman) sebanyak 100.000. Terlebih lagi tahun depan akan segera diresmikan Bandara Internasional Syamsuddin Noor. Sebelumnya, pada tahun 2016 lalu Kalsel tercatat dikunjungi 20.000 wisman dan 665.760 wisnus,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Dahnial Kifli berharap Kalimantan Selatan menjadi lebih dikenal dengan acara ini. (foto itn/evi)

Belum lama ini menurutnya Lion Air buka penerbangan rute Denpasar-Banjarmasin. Dampaknya pada peningkatan kunjungan wisman mulai terasa. Sejauh ini wisman yang datang diantaranya dari Belanda dan Jerman. “Mereka suka wisata alam seperti susur sungai dan melihat hewan bekantan,” jelasnya.

Lebih lanjut Dahnial mengatakan, “Kalsel juga punya daya tarik taman bumi atau geopark Meratus yang sudah mendapat sertifikat dari Dewan Geopark Nasional dan akan segera didaftarkan ke Unesco Global Geopark (UGG) agar mendapatkan pengakuan dunia”.

“Setelah soft launching hari ini, rencananya besok akan digelar grand launching Visit Kalimantan Selatan 2020 di gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kami berharap Kalimantan Selatan menjadi lebih dikenal,” tutup Dahnial mengakhiri pembicaraan. (evi)