MAGELANG, ITN- Rangkaian sosialisasi ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia  (ADWI) 2021 kembali dijalankan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Kali ini sisialisai dilakukan di Desa Wisata Candirejo, Magelang, Jawa Tengah.

Menparekraf Sandiaga Uno saat mengunjungi Desa Wisata Candirejo, Jumat (4/6/2021), mengatakan, pandemi Covid-19 memaksa semua untuk beradaptasi dengan mengadopsi keterampilan-keterampilan baru. Dan desa wisata menjadi andalan bagi Kemenparekraf/Baparekraf untuk mendongkrak pariwisata yang sifatnya lokal atau langsung memberikan dampak pada masyarakat.

https://indonesiatripnews.com/berita/wisata/liburan-ke-bali-makin-aman-dengan-prokes-berbasis-chse/

Desa Candirejo, Kabupaten Magelang dipilih dalam kegiatan sossialisasi ini karena Desa Candirejo merupakan karena desa wisata ini kaya akan potensi pariwisata serta sumber daya alam dengan perpaduan lanskap gunung Menoreh dan suasana pedesaan. Tak hanya Desa Candirejo salah satu dari 16 desa terpilih yang menerima sertifikasi sebagai desa wisata berkelanjutan dari kementerian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif. Desa Candirejo sebagai desa wisata pertama dari Kabupaten Magelang yang tersertifikasi.

https://indonesiatripnews.com/berita/rangkaian-sosialisasi-adwi-2021-di-desa-terbaik-ke-lima-tingkat-asean-2016/

Desa wisata Candirejo sesuai dengan namanya, yang berarti tanaha penuh dengan batu namun tetap subur, sehingga menghasil kerajinan tangan dari batu alam (ulekann, cobek, stupa hiasan). Candirejo dikenal juga sebagai simbol budaya jawa, mengunggulkan atraksi budaya seni tari jatilan, seni musik gamelan, hingga olahan kuliner berbahan dasar tempe yang sedang diusulkan menjadi warisan budaya dunia ke UNESCO.

“Dengan sosialisasi ini, kami ingin memberikan arahan kepada desa-desa wisata di Indonesia dari segi digitalisasi maupun dari segi protokol kesehatan, dengan kehadiran acara desa wisata ini kami banyak mencatat beberapa kategori yang dapat kita tingkatkan agar persiapan kebangkitan ekonomi nasional dapat kita hadirkan melalui Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 ini,” ujar Sandiaga.

https://indonesiatripnews.com/ulasan-menarik/rangkaian-sosialisasi-anugerah-desa-wisata-indonesia-2021-di-desa-tugu-selatan-bogor/

Menparekraf mengatakan, “Melalui kegiatan ini kami ingin mendapatkan kebijakan yang berkeadilan kenapa karena selama ini belum ada keterlibatan sampai masyarakat bawah, kebijakan yang bisa memberikan bantuan kepada masyarakat bawah”.

“Kerjasama dengan para content creator atau youtuber merupakan satu generasi yang harus kita libatkan agar dapat maju kedepannya. Dengan kerjasama ini para content creator bisa mengajak masyarakat luas mulai mengapresiasi Desa Wisata sebagai simbol Kebangkitan Ekonomi Nasional. Jadi daftarkan Desa Wisata kalian di Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021,” ugkap Sandiaga Salahudin Uno

Dengan sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan acuan dan motivasi bagi desa lainnya yang ada di Indonesia untuk mengembangkan desa wisata sebagai penggerak ekonomi masyarakat, membuka lapangan kerja.

“Kita berharap dari provinsi Jawa Tengah ini akan memasukkan desa-desa wisatanya yang sudah berkelas dunia seperti Karangrejo, Candirejo, dan beberapa desa wisata lainnya untuk ikut serta dalam ADWI. Harapan kita bisa sampai 500 desa wisata yang berpartisipasi,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno.

Lebih lanjut ia mengatakan, “Bagi kami kebangkitan pariwisata ini kita mulai dari desa wisata dan kita ingin desa wisata hadir membuka peluang usaha, peluang ekonomi, dan membuka lapangan kerja”.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Tata Kelola Destinasi, Kemenparekraf/Baparekraf Indra Ni Tua, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Rachmadi, Dirut Badan Otorita Borobudur Indah Juanita, selebritas yang juga influencer Ananda Omesh, serta penyanyi Mitty Zasia.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Sinoeng Rachmadi, mengatakan, desa wisata telah menjadi salah satu program yang dijalankan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten dalam dua tahun terakhir.

Hal tersebut ditunjukkan dengan keberpihakan dalam anggaran yang mendukung berkembangnya desa wisata di Jawa Tengah. Pemprov Jawa Tengah menyiapkan dukungan dana pengembangan tiga jenis desa wisata. Yakni desa wisata rintisan sebesar Rp100 juta, desa wisata berkembang Rp500 juta, serta desa wisata mandiri sebesar Rp1 miliar.

“Artinya kami juga menyambut kebijakan dari Menparekraf Sandiaga untuk mendukung pengembangan desa wisata. Dengan dukungan tersebut diharapkan desa wisata terus berkembang di Jawa Tengah,” kata Sinoeng Rachmadi.

Sinoeng mengatakan, sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah Provinsi Jawa Tengah, hingga akhir 2023 ditargetkan 500 desa wisata tumbuh di Jawa Tengah. (*/evi)