CIBUNTU, ITN- Sebagai salah satu program pengembangan Kepariwisataan Indonesia yang sedang di galakan Kemenparekraf, menggabungkan kekuatan sosial media dan media mainstream yang diisi dengan kegiatan kunjungan menjelajah desa wisata berkembang maupun berkelanjutan di daerah regional dan dilaksanakan dengan mengikuti protokol Kesehatan. Kini Setelah menunju 3 desa wisata sebelumnya yaitu desa wisata Pujon Kidul Kabupaten Malang, desa wisata MAS Ubud Bali dan desa wisata Tugu Selatan Cisarua Bogor, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno berkunjung ke desa wisata yang berada di kaki gunung Ceremai yaitu desa wisata Cibuntu, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Desa Cibuntu, Kabupaten Kuningan di pilih dalam kegiatan sosialisasi ini karena Desa Cibuntu dikenal sebagai juara di level ASEAN untuk pariwisata.Desa Wisata Cibuntu pernah menyabet sebagai desa wisata terbaik urutan kelima tingkat ASEAN pada 2016 untuk bidang homestay. Selain itu, pada 2017, desa ini juga terpilih sebagai desa wisata terbaik peringkat dua di Indonesia dalam perhelatan Community Based Tourism (CBT) Kementerian Pariwisata Indonesia.

Selain itu Cibuntu memilikidaya tarik wisata berupa air terjun, kolam renang, dan camping ground dimana pengunjung bisa menikmati suasana alam yang asri dengan berbagai fasilitas yang lengkap. Atraksi budaya juga menjadi daya tarik tersendiri yang ditawarkan oleh Desa Cibuntu adalah tarian penyambutan pengunjung. Selain itu daya tarik lainnya berupa suvenir kriya, yaitu produk-produk kesenian yang terbuat dari pemanfaatan limbah kayu. Selain itu juga banyak tersedia homestay, sebagai tempat istirahat dan penginapan untuk wisatawan.

Di tengah gencarnya sosialisasi program desa wisata yang menjadi salah satu program unggulan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ini, Sandiaga Salahuddin Uno selaku Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengatakan bahwa kini desa – desa terpaksa harus mencara cara untuk dapat bangkit dan menghasilkan yang tidak sekedar berpangku pada pekerjaan mayoritas masyarakat.

Karena pandemi maka desa terpaksa harus mencari cara untuk dapat survive dan menghasilkan pendapatan lain yang tidak sekedar berpangku pada pekerjaan mayoritas masyarakatnya saja. Dengan mulai mengusung konsep desa wisata sudah tentu akan menambah nilaii tambah desa itu sendiri karena mengadaptasi pendekatan ekonomi kreatif. Untuk itu desa juga harus meningkatkan ketrampilan masyarakatnya terutama untuk beradaptasi dengan  kondisi pandemi yang belum berakhir dengan berinovasi menciptakan konten-konten menarik untuk mengangat wajah dan keunggulan desa yang dapat dijual dalam satu paket wisata yang unik dan menarik” ujar Menparekaf Sandiaga, Senin (31/05/2021).

Menparekraf Sandiaga menambahkan harapanya bahwa melalui Kemenparekraf yang akan berikan program yang tepat sasaran dapat membuat desa wisata menjadi simbol kebangkitan ekonomi Nasional. “Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ingin memberikan program yang tepat sasaran, tepat manfaat dan tepat waktu untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Jadi harapan Kemenparekraf, kita dapat fokus pada pemulihan ekonomi nasional. Dan program desa wisata ini menjadi simbol munculnya kebangkitan ekonomi nasional” tambahnya.

Tak lupa Menparekraf Sandiaga Salahuddiin Uno, mengajak desa wisata Cibuntu yang memiliki prestasi gelar desa wisata terbaik urutan kelima pada tingkat ASEAN tahun 2016 ini, dapat menginspirasi desa yang belum menerapkan konsep desa wisata agar meniru kemandirian mereka, dan juga mengajak desa wisata lainnya untuk ikut berpartisipasi dalam program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021.

Hal ini bertujuan untuk mensosialisasikan serta mengkampanyekan program Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 agar dari 57.000 desa di seluruh Indonesia yang memiliki berbagai daya tarik wisata, tergerak untuk mendaftarkan desanya dalam program ADWI 2021. Dimana dari agenda 9 Desa yang dikunjungi Menparekraf dan Public Figure harapanya dapat memberikan acuan contoh dan motivasi desa lainnya yang ada diseluruh Indonesia untuk ikut serta mendaftarkan dan berkompetisi untuk menjadikan desa mereka sebagai Pariwisata Berkelas Dunia, Berdaya Saing, Berkelanjutan dan Mampu Mendorong Pembangunan Daerah dan Kesejahteraan Rakyat.