JAKARTA, ITN- Menyambut Hari Veteran Nasional (Harvetnas) yang jatuh pada Minggu (10/8/2025), Ketua Umum Pemuda Panca Marga (PPM) Patriani Paramita Mulia menerima Andika Gatot Setiawan anggota PC PPM Kota Malang yang telah melakukan jalan kaki (long march) lebih dari 1.000 Km dari Malang sampai dengan Jakarta di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025).
Patriani Paramita Mulia mengungkapkan apresiasinya terhadap inisasi Andika yang melakukan kegiatan jalan kaki dari Malang menuju Jakarta dengan tujuan yang mulia.
“Mas Andika memulai perjalanannya sejak 26 Juni 2025 dengan mengunjungi berbagai kota dan situs-situs sejarah dan perjuangan. Makam-makam pahlawan dan titik perjuangan lainnya. Hari ini kami sangat bangga pada Mas Andika,” ujar Patriani Paramita Mulia.

Patriani Paramita Mulia, mengatakan, “Kami bangga pada inisiasi idenya, pada semangatnya, pada perjuangannya yang sama sekali tidak mudah. Di masa ketika kita mungkin sudah naik tol trans Jawa dan masih tetap complain ‘kok lama ya?’ mas Andika jalan kaki dua bulan. Bukan main”.
Pada kesempatan talkshow Markas Besar PPM di acara penerimaan Andika Gatot Setiawan bertema “Simbol Perjuangan dan Pengabdian Melalui Long March 1.000 Km, Bentuk Nyata Tanhana Dharma Mangrva” ini Patriani Paramita Mulia juga menyampaikan terima kasihnya kepada kantor Koramil dan Legium Veteran yang memperbolehkan Andika istirahat dan singgah selama melakukan perjalanan.
“Ini menunjukan semangat dan solidaritas walaupun tidak kenal tapi diperbolehkan untuk singgah, terimakasih kepada jajaran TNI Polri dan Kementerian Pertahanan yang memungkinkan kegiatan-kegiatan ini untuk bisa dilakukan. Walaupun Andika tidak ada modal sponsor, dengan modal nekat tetapi mendapat dukungan,” ungkapnya.
Andika Gatot Setiawan
Andika, pria berusia 42 tahun yang melakukan perjalanannya selama 45 hari ini mengatakan jika perjalanannya ini merupakan wujud pengabdiannya untuk menghadiri acara Hari Veteran Nasional.
Perjalanannya dimulai dari kota asalnya, yakni Kota Malang dilanjutkan menuju Surabaya, Yogyakarta, Bandung, Bogor hingga Jakarta.
Andika mengaku tidak memiliki kendala apapun yang berarti. Fisiknya pun terbilang sehat dan bugar meski harus menempuh jarak lebih dari 1.000 Km. “Alhamdulillah nggak ada kendala sakit atau apa. dari awal jalan dari Malang menuju Surabaya, Mojokerto lanjut sampai ke wilayah Jawa Tengah, Yogyakarta, Semarang terus ke Bandung, terus ke sini Jakarta,” ujar Andika saat tiba setelah melakukan perjalanan panjang di Hotel Ambhara, Jakarta Selatan, Jumat (8/8/2025).

Menurutnya perjalanan panjang ini dilakukannya sebagai salah satu cara untuk memberikan penghargaan kepada para veteran yang membantu dalam perjuangan kemerdekaan RI. Terlebih lagi dirinya yang memiliki background sebagai anak veteran, ia ingin masyarakat bisa mengingat tentang bagaimana pejuang merebut kemerdekaan ini di tangan penjajah.
“Saya berharap masyarakat terutama generasi-generasi muda di tanah air bisa melanjutkan perjuangan pahlawan untuk memajukan bangsa ini,” ungkap Andika.
Ia mengatakan, “Saya melakukan ini memang saya dedikasikan untuk para veteran dan para pejuang kita yang gugur maupun yang masih diberikan kesehatan hingga saat ini. Jadi kegaitan ini saya dedikasikan untuk para veteran dan juga untuk mengingatkan kepada generasi-generasi kami maupun generasi-generasi setelah kami bahwa kemerdekaan kita tidak gratis. Jadi kemerdekaan kita itu dibayar dengan tetesan darah serta nyawa para pejuang-pejuang kita”.
“Jadi kita bisa mengingat serta tetap mengenang serta melanjutkan perjuangan dari pejuang-pejuang karena memang saat ini secara kedaulatan kita sudah Merdeka. Tapi untuk hal-hal yang lain kita merasa itu belum,” ujarnya.

Andika juga sempat berbagi kenangan menarik yang dirasakannya selama perjalanan 45 harinya itu. Salah satunya saat Andika tiba di Bogor Jawa Barat beberapa waktu lalu. Menurutnya Wakil Walikota Bogor, Jenal Mutaqin yang memberinya sepeda sebagai bentuk apresiasi. Sepeda itu akan digunakannya untuk melanjutkan perjalanannya kembali pulang.
Selain itu, saat di Bogor Andika juga bercerita terlibat dalam pemugaran Tugu Juang Jonggol bersama dengan rekan-rekannya dari Pemuda Panca Marga (PPM). Tindakan ini menurutnya menjadi bagian dari cara generasi muda menjaga warisan sejarah.
Andika sempat mendapat reaksi sinis dari sejumlah warga di daerah yang disinggahinya. Meski sempat ‘ciut’ ia mengaku tak mempermasalahkannya sebab ia tahu bahwa tak semua pihak mengenal organisasi PPM.
“Tidak semua daerah atau tempat yang saya datangi itu tahu apa itu PPM. Jadi terkadang mereka memandang secara sinis dari situ kita menjelaskan ke mereka apa itu veteran dan apa itu PPM dan terkadang bahkan ada juga yang mencibir karena mereka belum tau makna dari kegiatan itu apa. Mereka (yang nyinyir) melakukan hal seperti ini ‘lebih baik pulang daripada capek-capek’ nah itu udah melemahkan mental kita,” ungkapnya.
Patriani Paramita Mulia menambahkan sekaligus mengingatkan amanat dari ayahanda Legium Veteran Republik Indonesia (LVRI), bahwa pada 10 Agustus 2025 adalah hari Veteran. “Tahun ini Harvetnas akan diperingati pada saat car free day pukul 07.00 WIB bersama PPM dan 500 Veteran yang terdiri dari Veteran Pejuang Kemerdekaan RI, Veteran Pembela Kemerdekaan RI; Veteran Trikora, Veteran Dwikota, dan Veteran Seroja, serta Veteran Perdamaian RI,” ujarnya.
Acara car free day juga akan dimeriahkan dengan acara marching band dan pentas teatrikal sejarah perjuangan veteran. Yuk’ ramaikan Harvetnas di car free day!. (evi)











































