JAKARTA, ITN – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menghadiri The 5th Summit of Halal-20 (H20) 2026 di Hotel Trans Jakarta, Depok, Jumat (18/9). Forum internasional yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia ini turut dihadiri Wakil Perdana Menteri Malaysia, Datu’ Seri Ahmad Zahid Hamidi.
Dalam sambutannya, Datu’ Seri Ahmad Zahid Hamidi mengutarakan, kerja sama menjadi fondasi keberlanjutan industri halal. Diketahui, belanja konsumen Muslim di enam sektor utama ekonomi syariah mencapai sekitar USD2,6 triliun pada 2024 dan diproyeksikan menembus USD3,56 triliun pada 2029. Dari angka itu, sektor makanan halal menyumbang lebih dari USD1,33 triliun.

“Namun, yang lebih menarik bukan semata-mata besarnya pasar ini, melainkan berbagai peluang yang mengelilinginya, mulai dari makanan, farmasi, kosmetik, pariwisata, logistik, teknologi, hingga keuangan. ASEAN memiliki posisi yang sangat strategis untuk menangkap pertumbuhan tersebut. Dengan lebih dari 250 juta konsumen halal, kita telah memiliki skala pasar, industri, dan kapabilitas untuk menjadi salah satu kekuatan utama dalam ekonomi halal global,” ucap Datu’ Seri Ahmad Zaid.
Di tempat yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno mengutarakan, Pemerintah Indonesia terus membangun ekosistem ekonomi yang terbuka dan kondusif, sekaligus memastikan perlindungan konsumen melalui jaminan produk halal.
“Ketika sertifikat halal yang kredibel saling diakui antarnegara, dunia usaha dapat mengurangi proses yang berulang. Rantai pasok dapat menjadi lebih efisien, sementara konsumen memperoleh jaminan yang lebih kuat. Saling pengakuan juga dapat membuka jalur yang lebih jelas bagi para produsen kecil untuk memasuki pasar internasional. Oleh karena itu, kita perlu membangun keterhubungan yang erat, sebagaimana tercermin dalam tema konferensi ini,” ujar Pratikno.
Sementara itu, Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya mengatakan, penguatan ekonomi halal memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan ekonomi kreatif, khususnya dalam menciptakan produk bernilai tambah yang memiliki identitas dan daya saing di pasar global.
“Kami meyakini bahwa sertifikasi halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menyangkut isu kesehatan dan gaya hidup. Banyak pelaku industri kreatif yang berpeluang menembus pasar global dari sertifikasi halal Indonesia yang telah dikenal kredibel secara internasional,” ujar Teuku Riefky.
H20 2026 menjadi forum internasional untuk memperkuat kerja sama dan ekosistem halal sekaligus mendorong peran ekonomi kreatif dalam membangun industri halal yang inklusif, transparan, dan berkelanjutan.
Mengusung tema “Bridging Bridges: Connecting Nations and Stronger Partnerships through Global Halal Trade & Economy”, forum ini mendorong dialog, kepercayaan, dan kemitraan antarnegara untuk memperkuat standar serta perdagangan halal global.
Kontribusi halal value chain terhadap perekonomian nasional terus meningkat. Pada 2025, sektor ini tercatat mencapai Rp6.400 triliun atau sekitar 27 persen terhadap produk domestik bruto (PDB), dengan 14 juta produk telah bersertifikat halal.
Kepala BPJPH Haikal Hassan mengatakan, saat ini terdapat sekitar 140.000 tempat sertifikasi halal di Indonesia. Menurutnya, halal tidak hanya berkaitan dengan aspek keagamaan, tetapi juga menjadi standar yang mencakup kesehatan, kualitas, transparansi, dan ketertelusuran produk.
“Halal sekarang bukan hanya untuk umat Muslim. Halal adalah untuk semua orang. Karena halal berbicara tentang kesehatan, transparansi, dan ketertelusuran. Tidak ada standar yang lebih tinggi daripada halal. Jadi, mari kita dorong bersama,” ujar Haikal.
Turut hadir Menteri Keamanan Pangan dan Obat-Obatan Republik Korea, Yu-Kyoung Oh; para menteri dan kepala badan dalam Kabinet Merah Putih; Utusan Khusus Presiden serta sejumlah duta besar negara sahabat. Menekraf didampingi Sekretaris Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Abdul Malik.











































