- iklan -

BOGOR, ITN – Perpaduan daya cipta Nusantara dan komitmen pelestarian lingkungan diwujudkan melalui peresmian destinasi ekowisata Eiger Nature di Kabupaten Bogor. Inisiatif ini menjadi langkah kolaboratif untuk mengembangkan industri kreatif sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Eiger Nature Jadi Ruang Kolaborasi Talenta Kreatif Lokal dan Pelestarian Alam
Ketua MPR RI, Ahmad Muzani; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar; Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya; Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana; Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Ham, Imigrasi dan Permasyarakatan, Otto Hasibuan; serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono; Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan; Founder dan Chairman Eiger Group, Ronny Lukito hadir pada Peresmian Eiger Nature. Bogor, Selasa (27/10/2026).

Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengungkapkan, ekowisata menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan peran subsektor fesyen, kriya, arsitektur hijau, dan seni pertunjukan dalam mendukung ekonomi berkelanjutan.

-iklan-

“Eiger Nature merupakan manifestasi nyata dari sinergi sektor ekonomi kreatif, kriya, dan desain lingkungan yang berdampak langsung pada perekonomian masyarakat. Kami ingin momentum ini menjadi pemantik lahirnya inovasi-inovasi karya anak bangsa yang bertumpu pada kekayaan alam dan budaya lokal tanpa merusaknya,” ungkap Menteri Ekraf.

Eiger Nature dikembangkan melalui kolaborasi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan PT Eigerindo Multi Produk Industri untuk mendorong ekonomi hijau sekaligus membuka peluang bagi pelaku kreatif lokal.

“Kehadiran kawasan ini tidak sekadar menjadi tempat rekreasi, melainkan juga wadah inkubasi bagi para kreator lokal, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, hingga produk kriya berbasis daya cipta Nusantara. Kementerian Ekraf terus mendorong pengembangan kapasitas para pelaku ekraf agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Teuku Riefky.

Peresmian Eiger Nature diawali dengan prosesi kebudayaan bertajuk “Memuliakan Bumi”, yang diisi penanaman pohon dan lantunan lagu-lagu perjuangan sebagai simbol rasa syukur atas kekayaan alam Nusantara serta komitmen menjaganya. Acara dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti oleh jajaran menteri dan pimpinan lembaga yang hadir.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menekankan pentingnya pengembangan destinasi berbasis konservasi dan daya tarik budaya untuk memperkuat daya saing pariwisata nasional.

Eiger Nature Jadi Ruang Kolaborasi Talenta Kreatif Lokal dan Pelestarian Alam

“Sejalan dengan prioritas Kementerian Pariwisata, Eager Nature diharapkan hadir sebagai pelopor wisata petualangan yang aman, berkualitas, dan bertanggung jawab. Lewat perpaduan edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat, mari kita pastikan semakin banyak yang menikmati keindahan alam Indonesia, semakin kuat pula komitmen kita untuk melestarikannya,” ungkap Menteri Pariwisata.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan turut mengapresiasi kehadiran Eiger Nature di Kabupaten Bogor yang dinilai berpotensi memperkuat pariwisata daerah dan perekonomian warga.

“Proyek ini terwujud berkat sinergi lintas Kementerian dan Lembaga, serta sejalan dengan visi Jawa Barat untuk menghadirkan pertumbuhan ekonomi inklusif yang berpijak pada kelestarian alam. Kami berharap kehadiran agro-tourism ini membawa multiplier effect nyata bagi masyarakat. Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten Bogor siap terus mengawal dan mendukung agar proyek ini memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat,” tegas Erwan Setiawan.

Eiger Nature dikembangkan di atas lahan tahap pertama seluas 73,23 hektare yang memanfaatkan area PTPN. Destinasi ini juga mengintegrasikan upaya pelestarian kawasan konservasi seluas 253,66 hektare di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Fasilitasnya mencakup aktivitas jelajah alam melalui Nature Walk, Forest Adventure, dan jembatan gantung (Suspension Bridge); eksplorasi budaya melalui Cultural Walk; serta rekreasi keluarga di Tree House, Net Adventure, dan Playscape.

Founder dan Chairman Eiger Group Ronny Lukito menegaskan pentingnya keterlibatan berbagai pihak dalam menjaga alam demi generasi mendatang.

“Kecintaan terhadap alam tidak tumbuh hanya melalui kata-kata, dan merawatnya bukanlah pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh satu pihak semata. Merawat alam bukan sekadar menjaga apa yang kita miliki hari ini, melainkan memastikan generasi penerus dapat mengenal keindahannya, merasakan manfaatnya, dan membangun masa depan yang lebih baik. Mari bergerak bersama dari Indonesia, untuk Indonesia,” ujar Ronny Lukito.

Turut hadir Ketua MPR RI, Ahmad Muzani; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar; Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara; Wakil Menteri Koordinator Bidang Hukum, Ham, Imigrasi dan Permasyarakatan, Otto Hasibuan; serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono.

Sementara Menteri Ekraf didampingi oleh Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi, Media, dan Pelayanan Publik, Renanda Bachtar; dan Direktur Kajian dan Manajemen Strategis Agus Syarif Hidayat.

- iklan -