JAKARTA, ITN – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyambut pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen Airlines rute Shenzhen–Jakarta yang tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Selasa (20/10/2026), sebagai langkah penting dalam memperluas konektivitas udara sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara asal Tiongkok ke Indonesia.
Kembalinya layanan penerbangan tersebut diharapkan semakin memudahkan mobilitas wisatawan Tiongkok menuju Indonesia, khususnya melalui Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan mancanegara, sekaligus membuka peluang perjalanan ke berbagai destinasi wisata Nusantara.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini, dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/10/2026), mengatakan pengoperasian kembali rute Shenzhen–Jakarta merupakan perkembangan positif yang telah lama dinantikan industri pariwisata.
“Kehadiran dan pengoperasian kembali penerbangan ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Kami berharap, beroperasinya kembali rute ini dapat menarik lebih banyak wisatawan mancanegara ke Indonesia secara berkelanjutan,” ujar Ni Made Ayu Marthini.
Ia menegaskan, ketersediaan penerbangan langsung memiliki peran penting dalam meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di pasar internasional. Kemudahan akses perjalanan tidak hanya memberikan kenyamanan bagi wisatawan, tetapi juga memperluas peluang bagi destinasi dan industri pariwisata nasional untuk menjangkau pasar potensial.
Penerbangan Shenzhen Airlines dengan nomor ZH161 dilayani menggunakan pesawat berkapasitas 162 kursi. Pada penerbangan perdananya, pesawat bertolak dari Bandara Internasional Bao’an Shenzhen (SZX) pada Senin (19/10/2026) pukul 20.55 waktu Shenzhen (UTC+8) dan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) pada Selasa (20/10/2026) pukul 00.55 WIB.
Untuk rute sebaliknya, penerbangan ZH162 berangkat dari Jakarta pukul 01.55 WIB dan dijadwalkan tiba di Shenzhen pukul 08.05 waktu setempat.
Layanan penerbangan langsung ini beroperasi tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Senin, Rabu, dan Sabtu dari Shenzhen menuju Jakarta, serta setiap Selasa, Kamis, dan Minggu dini hari dari Jakarta menuju Shenzhen.
Dengan frekuensi tersebut, wisatawan memiliki lebih banyak pilihan jadwal perjalanan yang praktis dan efisien tanpa harus melalui penerbangan transit.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kementerian Pariwisata, Yulia, yang hadir langsung menyambut kedatangan penerbangan perdana Shenzhen Airlines, menyampaikan optimismenya terhadap prospek pasar wisatawan Tiongkok yang terus menunjukkan pertumbuhan positif.
Sepanjang Januari–Agustus 2026, jumlah kunjungan wisatawan asal Tiongkok ke Indonesia tercatat mencapai 1.054.007 kunjungan, meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 905.002 kunjungan.
Pertumbuhan tersebut mencerminkan besarnya potensi pasar Tiongkok bagi pariwisata Indonesia, sekaligus menjadi momentum untuk memperluas kerja sama pemasaran dan meningkatkan kemudahan akses wisatawan menuju berbagai destinasi unggulan.
Yulia menjelaskan, Jakarta merupakan salah satu pintu masuk utama wisatawan Tiongkok ke Indonesia selain Bali. Karena itu, pengoperasian kembali penerbangan langsung Shenzhen–Jakarta diharapkan semakin memperluas pilihan perjalanan sekaligus memberikan fleksibilitas bagi wisatawan untuk menjelajahi kekayaan destinasi Indonesia.
Selain meningkatkan konektivitas antarkedua negara, kehadiran rute ini juga membuka peluang bagi industri pariwisata nasional, mulai dari akomodasi, transportasi, perjalanan wisata, hingga berbagai layanan pendukung lainnya, untuk memperoleh manfaat dari pertumbuhan kunjungan wisatawan.
“Ini peluang strategis yang akan kami manfaatkan untuk memaksimalkan momentum positif tersebut dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke depan,” ujar Yulia.











































