JAKARTA, ITN- Akibat pandemi Covid-19, sektor pariwisata dengan jutaan pekerja di sektor formal dan informal dinilai paling terdampak oleh wabah Covid-19. Menko Luhut menilai hal ini juga perlu mendapatkan perhatian, tentunya dengan tetap memprioritaskan penanganan dan pencegahan wabah Covid-19 di Indonesia.
Menparekraf Wishnutama, memandang perlu diberikan benefit khusus semisal pengurangan pajak bagi hotel dan restoran yang tidak memutus hubungan kerja dengan para karyawannya. Ia juga menyarankan agar program Kartu Pra-Kerja dapat diprioritaskan untuk para pekerja yang mendapatkan PHK akibat dunia usaha yang terdampak wabah Covid-19.
“Extra benefit kepada perusahaan-perusahaan yang tidak melakukan PHK bagi karyawannya, semisal pengurangan pajak untuk hotel dan restoran di Indonesia, hal itu akan sangat membantu mereka. Terkait dengan Kartu Pra-Kerja kami menyarankan ini diprioritaskan kepada karyawan yang mengalami PHK jadi untuk kartu Pra-Kerja yang training bisa dialihkan ke tahun depan apalagi mengingat kondisi seperti saat ini,” ujarnya.
Sementara Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, pemerintah telah menyiapkan berbagai skema seperti program Bantuan Langsung Tunai (BLT), stimulus fiskal untuk membantu sektor pariwisata, dan juga Program Kartu Pra-Kerja sebagai Social Safety Net bagi masyarakat yang paling terdampak.
“Untuk stimulus fiskal tahap kedua beberapa pasal seperti pasal 21 dan 25 Itu di extend ke sektor pariwisata. Kita juga sudah siapkan BLT untuk masyarakat kita yang paling terdampak, kemudian untuk Kartu Pra-Kerja juga sudah dialihkan untuk benefit bagi yang mengalami pemutusan hubungan kerja,” ungkapnya.
Menurut Bank Indonesia, kondisi saat ini lebih kompleks dibandingkan dengan kondisi pada 2008, dimana pada saat itu dunia juga diterpa krisis ekonomi global. Namun, BI tetap memprioritaskan di bidang kesehatan masyarakat, jaring pengaman sosial dan juga terus berupaya menstabilkan sektor keuangan.
“Kita fokus ke penanganan kesehatan masyarakat, kemudian kepada program social safety net, karena ini berdampak sangat luar biasa bagi masyarakat. BI juga terus berusaha menstabilkan sektor keuangan, dengan cadangan devisa kita yang jumlahnya juga cukup besar,” ujar Deputi Senior Gubernur BI, Destri Damayanti.
Menurut Plt Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kemenko Marves, Odo Manuhutu, sektor pariwisata memang banyak terdampak, ia pun menyarankan beberapa hal di antaranya dengan benefit khusus.
“Semoga dengan adanya forum ini dapat membantu masyarakat, terutama di sektor yang paling banyak terdampak,” ujarnya.(*)











































