JAKARTA, ITN- Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid5.-19) telah memaksa dunia usaha melakukan sejumlah adaptasi. Bukan hanya soal bekerja dari rumah, usaha yang tetap membutuhkan kehadiran para pekerjanya harus menerapkan sejumlah penyesuaian prosedur agar kesehatan dan keselamatan pegawai, pelanggan, dan pihak terkaitnya tetap terjaga. Apalagi usaha makanan, yang sangat sensitif dengan isu kesehatan dan keselamatan.

Jaringan restoran “Bebek Kepahiang Babase” (Bebek BKB) juga ingin berkontribusi dalam mencegah penyebaran Covid-19. Caranya, dengan hanya melayani take away dan pengiriman melalui ojek online, menerapkan pengukuran suhu tubuh pegawai sebelum masuk kerja, mewajibkan masker bagi pegawai, hingga mengatur jarak antar pekerja, jarak antrian pengemudi ojek online, hingga memperbesar area ruang tunggu ojek online.

Namun, usaha itu tidak berhenti sampai di situ. Selain menjaga jarak, Bebek BKB juga ingin mendekatkan hati dengan masyarakat, tak ketinggalan juga dengan para tenaga kesehatan yang menjadi pejuang garda terdepan dalam usaha mengatasi Covid-19.

“Selain mengikuti anjuran pemerintah untuk menjaga jarak, kami ingin mendekatkan hati dan mengucapkan terima kasih kepada para tenaga medis yang berjuang untuk kita semua. Ini tidak seberapa dibanding perjuangan dan pengorbanan mereka. Paling tidak kami berharap, kami bisa ikut sedikit meringankan beban mereka,” kata Nina Halim, Corporate Communication Head, Bebek BKB di Jakarta, belum lama ini.

Pemberian makanan telah dilakukan untuk kedua kalinya oleh Bebek BKB. Sebelumnya, Bebek BKB telah memberikan makanan ke tenaga medis di sekitar gerai Bebek BKB yaitu di RS Fatmawati,RS Marinir Cilandak dan RSUD Koja. Kali ini Bebek BKB akan menargetkan bukan saja tim medis melainkan juga penduduk sekitar gerai dan juga pengemudi ojek online yang selalu membantu Bebek BKB untuk mendekatkan hati dengan pelanggan.

Restoran bebek dengan bumbu khas dari Kepahiang, Bengkulu ini melanjutkan kegiatan untuk memberikan makanan ke tenaga medis ke Puskesmas Duren Sawit dan juga membagikan 10.000 paket nasi bebek ke penduduk sekitar gerai-gerai Bebek BKB, dan pengemudi ojek online.

Pembagian ke warga sekitar dilakukan langsung oleh pegawai Bebek BKB ke rumah-rumah warga, untuk menghindari adanya keramaian atau antrian yang berpotensi menjadi sarana penyebaran virus korona. Sementara pembagian untuk ojek online dilakukan di masing-masing gerai.

“Ketika banyak orang tinggal di rumah, ojek online adalah mitra kami. Kami ingin mengucapkan terima kasih dan berbagi kebahagiaan dengan mereka,” kata Nina.

Bebek BKB berdiri pada 2017 dengan membawa bumbu khas Kepahiang yang membuat warna bebek gorengnya hitam pekat. Rahasianya, ada kluwek di deretan bumbu yang membuat bebek goreng dari restoran satu ini begitu empuk dan lezat. Kini, Bebek BKB telah memiliki 15 gerai yang merambah tidak hanya Jakarta, namun hingga ke Cibinong dan Tangerang Selatan.

“Sekecil apapun kami ingin ikut mengurangi beban masyarakat yang terdampak virus Corona. Kami juga ingin mengajak masyarakat untuk saling membantu sesama dalam melewati ujian ini,” tutup Nina. (*/evi)