JAKARTA, ITN- INDONESIA memiliki keindahan alam yang begitu banyak, namun begitu masih ada beberapa daerah yang memiliki potensi pariwisata yang belum berkembang secara optimal, seperti dalam hal ini potensi Maluku.
Sudah bukan rahasia, jika potensi alam, kekayaan seni dan budaya, serta ragam kuliner Maluku sangat mempesona para wisatawan. Akan tetapi, segala potensi potensi tersebut belum tergarap secara maksimal. Potensi alam yang indah, dan kekayaan budaya Maluku sangatlah besar untuk diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia.
Melihat hal itu, untuk mengembangkan dan membentuk jiwa entepreneurship di industri pariwisata terutama di Maluku, Yayasan Citra Kasih Abadi (CKA) bekerjasama dengan komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC) mencanangkan program Wonderful Ambon yang di mulai pada 15 Juli 2016 hingga setahun kedepan ini diadakan di desa Tihulale, Maluku Selatan.
“Kami melihat potensi alam Maluku yang indah, latar belakang kekayaan budaya setempat, kekayaan laut, dan kulinernya yang masih belum diangkat menjadi tujuan dan daya tarik wisata dunia. Untuk itu kami ingin dapat menggali potensi wisata Maluku dengan melibatkan penduduk lokal,” ujar Project Lead CKA Wonderful Ambon, Melly Utami saat jumpa pers, di Saung Layaran, Ancol, Jakarta Utara, selasa (12/7/16).
Menurutnya tujuan dari Wonderful Ambon adalah meningkatkan potensi pariwisata dengan skema “active involvement” yaitu melibatkan masyarakat secara langsung. Untuk itu CKA bermitra dengan komunitas Association Internationale des Etudiants en Sciences Economiques et Commerciales (AIESEC).
“Komunitas ini mendatangkan 20 orang tenaga intership internasional untuk berpartisipasi. Para peserta ini adalah para pemuda dari berbagai negara yang akan terlibat selama dua bulan untuk membantu memberi bimbingan dan mengembangkan masyarakat lokal menjadi pengusaha dibidang pariwisata,” tambah perwakilan dari AIESEC, Gratia Wirata Sidabutar.
Mulai pelatihan dari bahasa Inggris, hingga pembimbingan pengelolaan industri Food & Beverage. Dengan harapan para pelaku usaha restoran memiliki standar management berskala international.
“Dengan adanya pencanangan proyek Wonderful Ambon ini, diharapkan masayarakat Ambon akan lebih siap berkompetisi dalam era pasar bebas MEA,” ungkap Rio Siby ketua CKA.
Secara spesifik, penduduk lokal akan diarahkan untuk termotivasi menekuni beberapa bidang dibawah antara lain pertama menjadikan pengusaha homestay dirumah mereka masing-masing. Kedua, menjadi pengusaha makanan untuk penunjang konsep tujuan wisata kuliner local. Dan ketiga, menjadi pengusaha cendera mata.
Adapun pembimbingan dimulai di Desa Tihutale, desa yang kaya akan sejarah nenek moyang raja-raja Tihulale. Selanjutnya program ini akan berlanjut ke berbagai tujuan wisata di Maluku seperti pantai pasir putih, pulau Kei dan pulau Buru.
Selain AIESEC, CKA juga mendapat dukungan dari berbagai instansi swasta dan pemerintah, seperti BKKBN, komunitas GENRE (Generasi Berencana) yang akan ikut berpartisipasi mendukung perubahan gaya hidup masyarakat pedalaman menjadi keluarga atau generasi berencana.
Tentang CKA & AISEC
CKA, Yayasan Citra Kasih Abadi didirikan pada 2008 oleh dr Juliana Pateh MM, Kes dan saat ini diketuai Rio Siby. Memiliki visi membangun kesejahteraan keluarga daerah pedalaman di daerah tertinggal dan misi meningkatkan kemampuan siap kerja/usaha para individu penduduk lokal guna meningkatkan perekonomian tiap keluarga (empowering people).
AIESEC, merupakan organisasi pemuda internasional yang berada di 127 negara termasuk Indonesia. Local Committee AIESEC Indonesia berada di 14 kota dan 28 universitas di seluruh Indonesia dengan hampir 2.000 member dan alumni. AIESEC Indonesia berkomitmen men-develope pemuda di dalam bidang kepemimpinan. (evi)











































